Galanggang Arang pada Pesona Pongek Simawang

Galanggang Arang pada Pesona Pongek Simawang

Padangexpo.com, Tanah Datar-Program unggulan pemerintah daerah Tanah Datar berupa satu event satu nagari, tahun ini berlangsung di Nagari Simawang dengan tema Pesona Pongek Simawang yang di selenggarakan mulai tanggal 25-26 November 2023 di lokasi wisata Tanjung Indah, Nagari Simawang, Rambatan. Kegiatan program unggulan ini juga mendapatkan dana hibah sebesar Rp 20 juta dari Kemendikbud ristek. Hal ini di sampaikan oleh Dr. Dede Pramayoza, S. Sn, M.A selaku kurator nasional

“Tahun ini kegiatan Pesona Pongek Simawang di dukung oleh Galanggang Arang Sebuah inisiasi dari Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Galanggang Arang adalah rangkaian perhelatan budaya, yang ditujukan untuk menggerakkan ekosistem kebudayaan di sepanjang
kawasan Warisan Tambang Budaya Ombilin Sawahlunto (WTBOS) yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia pada 2019.
Galanggang Arang dihelat di 8 (delapan) daerah kabupaten dan kota penyangga WTBOS yang terhubung melalui jalur kereta api,
dengan cita-cita memelihara, memanfaatkan, dan mengembangkan potensi Warisan Budaya Dunia ini,” ujar Dede Pramayoza, Minggu (26/11) di lokasi acara.

Lebih lanjut lagi ujarnya, nama kegiatan Galanggang Arang disusun oleh dua kata dari bahasa lokal. Kata “Galanggang” memiliki arti ruang pertemuan,
lapangan atau keramaian, sementara kata “Arang” adalah sebutan lokal untuk batubara. Sebagai istilah kata “Galanggang” juga berarti medan perjuangan atau arena perlombaan, sementara“Arang” juga berarti sumber panas yang siap digunakan. Dengan demikian Galanggang Arang kurang lebih berarti sebagai gerakan untuk menghidupkan semangat menggali berbagai potensi yang terpendam dalam Warisan Budaya Dunia ini, melalui berbagai perayaan budaya anak nagari, pameran, seminar,
musyawarah dan media seni budaya lainnya yang berbasiskanpada kreatifitas.

“Potensi itu yang utama adalah nilai-nilai universal meliputi perkembangan kebudayaan, pertukaran nilai antar budaya, juga persebaran dan pembentukan budaya baru sebagai
bentuk pemuliaan kemanusiaan. Galanggang Arang diharapkan dapat menjadi wadah gotong royong bagi segenap pemangku kepentingan untuk bersama-sama menggali nilai dari Cagar Budaya(CB) dan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang tersebar di sepanjang Kawasan Warisan Dunia
ini,” sambungnya.

BACA JUGA :  Gelar Rapat Monev, Bupati Eka Ingatkan OPD Harus Bekerja Serius dan Saling Bersinergi

“Tujuan akhir Galanggang Arang, agar berbagai nilaiitu dapat disebar luaskan kepada masyarakat dan dunia, serta dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan, teknologi dan ekspresi seni dan budaya, bagi terwujudnya ketahanan budaya dan kesejahteraan masyarakat luas,” pungkas Dede Pramayoza yang juga sebagai dosen dan peneliti Seni Teater ISI Padang Panjang. (Dwi)