Hantaran LKPJ Walikota Bukittinggi Tahun 2022 Pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD

Hantaran LKPJ Walikota Bukittinggi Tahun 2022 Pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD

Padangexpo, Bukittinggi- Walikota Bukittinggi sampaikan secara resmi Hantaran Laporan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Bukittinggi Tahun 2022 kepada DPRD Kota Bukittinggi pada rapat paripurna istimewa DPRD, bertempat di Gedung DPRD, Kamis (30/03-23).

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Beny Yusrial, didampingi Wakil Ketua Nur Hasra dan Rusdy Nurman yang dihadiri seluruh anggota dewan, Unsur Forkopimda, Asisten Setdako, Kepala OPD, Camat, Lurah, dan tamu undangan lainnya.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menjelaskan, LKPJ disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bukittinggi Tahun 2022 berikut dengan perubahannya dan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bukittinggi Tahun 2021-2026, dan LKPJ ini memuat laporan Kinerja Pemerintah daerah tahun anggaran 2022 yang merupakan tahun pertama dalam pelaksanaan RPJMD tahun 2021-2026, ” jelas Erman Safar.

Wako menjelaskan, Ringkasan laporan realisasi anggaran Kota Bukittinggi Tahun 2022.
Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2022 yaitu, Pendapatan Daerah dapat direalisasikan sebesar Rp 698,4 miliar lebih dari target Rp 714,1 miliar lebih atau sebesar 97,79%, yang berasal dari:

RealisasiPendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.130,7 miliar lebih dari target sebesar Rp 136,2 miliar lebih atau dengan capaian 95,99%.

Pendapatan Transfer dapat direalisasikan sebesar 567,3 miliar lebih dari total target Rp 577,8 miliar lebih atau sebesar 98,18%.
atau sebesar 98,18%.
Lain-lain Pendapatan Yang Sah terealisasi sebesar Rp. 217,5 juta lebih.

Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp.744 miliar lebih dari target Rp 837,2 miliar lebih atau sebesar 88,88 %, yang terdiri dari;
Belanja Operasi (belanja pegawai, belanja barang, belanja hibah, belanja bantuan sosial dan belanja bantuan keuangan) dianggarkan sebesar Rp 611,2 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp 675,4 miliar lebih atau 90,5%.

BACA JUGA :  Wako Erman Safar Pada 2023 Naikkan Anggaran PMT Lansia dan Balita Dari Rp 75 Ribu Menjadi Rp 500 Ribu/Bulan

Belanja Modal dialokasikan sebesar Rp 124 miliar lebih dengan terealisasi sebesar Rp 147,9 miliar lebih atau dengan capaian 83,81%.

Belanja Tak Terduga dengan realisasi sebesar Rp 271,4 juta lebih dari alokasi sebesar Rp 5 miliar atau capaian 5,43%.

Belanja Transfer realiasasi sebesar Rp 8,5 miliar lebih dari alokasi sebesar Rp 8,7 miliar lebih atau dengan capaian 97,19%.

Pembiayaan Daerah meliputi Penerimaan Pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun sebelumnya terealisasi 100% dari alokasi sebesar Rp 132,9 miliar lebih.
Dan Pengeluaran Pembiayaan dari Penyertaan Modal Daerah dapat direalidasikan 100% dari alokasi sebesar Rp 10 miliar, ” jelas Erman Safar.

Wako menyampaikan untuk perubahan APBD Tahun 2022, Pendapatan Daerah semula ditetapkan sebesar Rp 717,6 miliar lebih setelah perubahan menjadi Rp 714,4 miliar lebih atau berkurang sebesar 0,45%.

Belanja Daerah mengalami kenaikan sebesar Rp.31,9 miliar lebih dari semula sebesar Rp 644,4 miliar lebih menjadi Rp.676, 3 miliar lebih.

Penerimaan Pembiayaan tahun 2022
diproyeksikan semula sebesar Rp. 134,8 miliar lebih Namun, dari hasil audit BPK RI atas LKPD tahun 2021, maka penerimaan pembiayaan daerah pada Perubahan APBD tahun 2022 sudah dipastikan sebesar Rp.132,9 miliar lebih yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun sebelumnya,” ujar Wako.

Selain itu, juga disampaikan Capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan Kota Bukittinggi, terdapat urusan pemerintahan daerah yang meliputi 24 urusan wajib dan 5 urusan pilihan. (fadhil)