Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Pemko Bukittinggi/Hapus Keraguan Masyarakat, Gubernur Sulsel Siap Disuntik Vaksin Covid
Pemko Bukittinggi

Hapus Keraguan Masyarakat, Gubernur Sulsel Siap Disuntik Vaksin Covid

By Pemred : Dody S
12/01/2021

Makassar (padangexpo.com)

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah bersama dengan tenaga kesehatan akan divaksin Covid-19. Penyuntikan vaksin akan dilakukan di Rumah Sakit Dadi Makassar, Kamis, 14 Januari 2021.

“Hari Kamis, saya vaksin pertama. Jadi tidak usah ragu, pemerintah sudah melakukan uji klinis yang ketiga,” kata Nurdin Abdullah, usai rapat bersama jajaran di bidang kesehatan, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 12 Januari 2021.

Sebagai persiapan, Nurdin juga telah melakukan Swab PCR, Senin, 11 Januari 2021, dengan hasil negatif Covid-19.

Terkait distribusi dan juga pelaksanaan vaksinasi, Nurdin mengatakan telah rapat dengan Kepala Dinas Kesehatan, Tim Epidemologi, dan Direktur Rumah Sakit untuk memastikan persiapan telah matang.

“Tadi saya kumpulin semua. Ada Pak Kadis kesehatan. Ada tim epidemologi, direktur rumah sakit. Saya ingin pastikan. Bahwa vaksin ini telah kita siapkan dengan baik,” ujarnya.

Vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi massal secara gratis beberapa waktu mendatang telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, vaksin juga terlebih dahulu melalui proses uji klinis untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menjelaskan, pihaknya akan segera memulai program vaksinasi setelah memperoleh izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam hal ini, pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menjaga keselamatan masyarakat penerima vaksin.

Saat ini, Indonesia telah memiliki tiga juta dosis vaksin siap pakai yang sebagiannya telah terdistribusi ke daerah-daerah. Pada tahap awal pelaksanaan vaksinasi, pemerintah memprioritaskan kurang lebih 1,6 juta tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Jumlah dosis vaksin yang akan dimiliki Indonesia juga akan semakin meningkat. Rencananya, akan ada pengiriman vaksin dari sejumlah sumber seperti Sinovac, Novavax, AstraZeneca, BioNTech-Pfizer, hingga COVAX/GAVI setiap bulannya, hingga akhir tahun.

BACA JUGA :  Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bukittinggi Resmi Terdaftar di Kemenpan-RB

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, menjelaskan, distribusi vaksin untuk Kota Makassar, Maros dan Gowa dilakukan hari ini, Selasa, 12 Januari 2021. Untuk Gowa dan Maros, vaksin distribusikan oleh dinas kesehatan masing-masing daerah lengkap dengan cold box-nya.

Sedangkan daerah lainnya pada bulan Februari. Untuk tahap pertama ini, maka pemantauan dilakukan dengan sangat baik terlebih dahulu.

Ia menuturkan, Gubernur Sulsel juga telah mengusulkan penambahan rumah sakit untuk pelaksanaan vaksinasi di Kota Makassar. Dimana sebelumnya pihak Kemenkes hanya menunjuk rumah sakit TNI-Polri.

“Kami usulkan rumah sakit provinsi juga. Sementara proses hari ini. Kita ajukan enam rumah sakit, lebih banyak lebih bagus, supaya tidak berkerumun. Itu tujuannya,” jelasnya.

Ichsan juga menjadi salah satu orang yang akan melakukan vaksinasi.

“Insyaallah (saya) sudah masuk daftar. Ini pimpinan publik divaksin pertama kali. Bukan persoalan berani tidak berani. Ini adalah persoalan kita sama-sama terlibat dalam vaksinasi ini. Inikan sudah melewati uji klinis. Jadi sekali lagi, vaksinasi untuk tenaga kesehatan, bukan uji coba. Ini untuk melindungi tenaga kesehatan yang merupakan kelompok yang paling beresiko dalam penyebaran virus ini,” paparnya. (Nur M)

Views: 676
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

Nama Komjen Listyo Sigit Dipilih Jokowi Jadi Kapolri, Mahfud: Masih Tebak-tebak Buah Manggis

Next

Intensitas Hujan Tinggi, 8.045 Jiwa Terdampak Banjir di Kota Solok

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,068)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,705)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,370)

TERBARU

  • Penggerebekan di Taeh Baruah, Polisi Sita Sabu 1,13 Gram dan Uang Rp5,1 Juta
  • HUT ke-81 PMI, Ahlul Badrito Resha: Kemanusiaan Tak Boleh Berhenti pada Simpati
  • Jalan Luruih Sawah Bandang Rusak Parah, Pemkab Lima Puluh Kota Tutup Total Akses
  • Mewakili Wako Payakumbuh, Sekda Rida Ananda Iringi Perjuangan Muhammad Ariq Saputra Rebut Medali Emas Nomor Tunggal Putra Cabor Pickleball
Copyright 2026 — Padang Expo