Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Lipsus Pemko Padang Panjang/Kota Padang Panjang Optimis Prevalensi Stunting Turun, Capaian Pengukuran Balita Tertinggi di Indonesia
Lipsus Pemko Padang Panjang

Kota Padang Panjang Optimis Prevalensi Stunting Turun, Capaian Pengukuran Balita Tertinggi di Indonesia

By Pemred : Dody S
30/06/2024

padangexpo.com (Padang Panjang)

Upaya serius lewat kolaborasi seluruh stakeholder yang ditunjukkan pada Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting sejak 5 Juni lalu, mencatatkan Padang Panjang sebagai salah satu daerah dengan capaian pengukuran balita ketiga tertinggi di Indonesia.

Ini berdasarkan data pada aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) sigiziterpadu.kemenkes.go.id. Dengan hasil 100 persen terhadap sasaran sebanyak 3.525 balita.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Faizah optimis angka prevalensi stunting Padang Panjang turun melebihi target nasional di bawah 14 persen.

Kepada Kominfo, Sabtu (29/6/2024), Faizah mengatakan, data e-PPGBM yang merupakan real time, by name, by address, menunjukkan stunting Padang Panjang bulan Juni 2024 pada angka 11,32 persen. Adapun di awal Januari 2024, 13,71 persen.

Sebelumnya, pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting Padang Panjang sebesar 15,8 persen. Pada survei tersebut, sampel diambil pada September dan Oktober 2023, hasil diumumkan Maret 2024.

“Kita terus berusaha stunting bisa turun hingga 12 persen pada 2024. Inyaallah kita bisa. Nanti Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari Kementerian Kesehatan bakal melakukan pengambilan sampel September-Oktober 2024 ini. Kita akan mengintervensi secara maksimal balita stunting dari sekarang,” ujarnya meyakini stunting bisa turun diangka 7,1 persen pada 2025 nanti.

Pada Gerakan Intervensi Stunting, ujar Faizah, di antaranya dipersiapkan Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK), guna mencegah dan mengatasi stunting, terutama pada anak-anak dengan risiko stunting dan terindikasi medis tertentu.

Dari sisi kandungan nutrisi, PKMK hadir membantu orang tua mengentaskan masalah stunting yang dialami anak, karena kandungan nutrisinya sudah didesain sedemikian rupa sesuai angka kecukupan gizi anak. Namun tidak boleh berlebihan.

BACA JUGA :  Perumdam Tirta Serambi Terus Percepat Perbaikan Kerusakan Infrastruktur

Anak dalam kondisi gizi buruk dan mengalami gangguan metabolisme, konsumsi pangan yang bersifat cair lebih mudah dan nutrisinya bisa langsung terserap. PKMK diproduksi dalam bentuk cair dan bubuk dan dapat dilarutkan sehingga mudah dikonsumsi anak yang mengalami stunting.

Posyandu Garda Terdepan Penurunan Stunting

Posyandu memiliki peran yang sangat penting membantu meningkatkan status kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok ibu dan anak. Di antaranya pencegahan penyakit dan kesehatan ibu hamil, bayi dan balita.

Melalui para kadernya, Posyandu menjadi pusat edukasi, memberikan informasi tentang pola makan yang sehat dan memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak-anak yang membutuhkan.

“Oleh sebab itu Posyandu merupakan garda terdepan penurunan stunting. Penurunan stunting menjadi prioritas utama pemerintah karena menyangkut nasib bangsa Indonesia ke depan,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Wali Kota, Dr. Winarno, M.E saat membuka kegiatan Penguatan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu, Kamis (27/6) lalu di Hotel Pangeran.

Angka prevalensi stunting Kota Padang Panjang, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebut Winarno, mencapai 15,8 persen. Pemko menargetkan angka stunting pada 2025 menjadi 7,1%.

Adapun Pokjanal Posyandu, lanjut Winarno, diharapkan dapat membantu program Posyandu berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Menurutnya, adanya Pokjanal, program Posyandu dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Melalui Pokjanal, dapat dilakukan monitoring dan evaluasi secara sistematis terhadap pelaksanaan Posyandu. Hal ini membantu mengidentifikasi keberhasilan, tantangan, dan peluang untuk perbaikan,” imbuhnya. (Yaldi)

Views: 831
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

Penuhi Janji, Bupati Tanah Datar Serahkan Satu Unit Ambulance Untuk Panyalaian

Next

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia: Menjaga Profesionalisme dan Etika Farmasi

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,098)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,724)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,399)

TERBARU

  • Kebakaran Dini Hari di Pakan Selasa, Rumah Ludes dan Surat Berharga Hangus
  • Festival Literasi Jangan Berhenti di Seremoni, Bupati Lima Puluh Kota Dorong Gerakan hingga Nagari
  • 49 Warga Payakumbuh Terima Bantuan ATENSI, Pemko Dorong Kemandirian PPKS
  • Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Payakumbuh Sambangi Guru SMA N 1: Dengar Aspirasi, Bangun Generasi Taat Hukum
Copyright 2026 — Padang Expo