Lapas Kelas IIA Bukittinggi Gelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Perdana di Tahun 2023

Lapas Kelas IIA Bukittinggi Gelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Perdana di Tahun 2023

Padang Expo, Bukittinggi -Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi gelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) perdana di awal Tahun 2023,, dalam rangka pemberian Asimilasi dan integrasi bagi Warga Binaan.

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua, sekretaris, anggota Sidang TPP Lapas Bukittinggi dan para warga binaan beserta Perwakilan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dari Bapas.tersebut, berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Selasa (03/01/23).

Ketua Sidang TPP, Nova Herman, S.H,
menjelaskan, ini merupakan sidang Pertama yang dilaksanakan pada tahun 2023, dalam rangka pemberian Asimilasi dan integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Bukittinggi yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai dengan Permenkumham No 7 Tahun 2022 tentang syarat dan tatacara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat bagi narapidana dan anak.

“Sidang TPP Perdana di tahun 2023 ini membahas tentang Usulan Asimilasi di rumah, Cuti Bersyarat (CB) dan Pembebasan Bersyarat (PB). Dilanjutkan dengan penguatan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dari Bapas mengenai proses pentahapan serta kewajiban narapidana dalam menjalani program integrasi, ” jelas Nova Herman.

Sekretaris Sidang TPP, Hasanuddin Harahap,S.Sos, mengatakan, dalam kegiatan ini juga disampaikan presentasi Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Bukittinggi yang akan diusulkan dalam sidang TPP.

“Dengan kegiatan ini diharapkan agar warga binaan yang diusulkan dapat bertanggung jawab dan melaksanakan tugas dengan baik serta mengetahui tentang kewajiban dalam menjalani program integrasi, ” ujar Hasanuddin Harahap. (fadhil)

BACA JUGA :  Wako Kembali Serahkan Bansos Tambahan Pemko Kembali Salurkan Sembako dan PKH Triwulan II Dari Kemensos RI Untuk 1302 KPM Bukittinggi