Lima Puluh Kota Pacu Pemulihan Pascabencana, Infrastruktur dan Rumah Warga Jadi Prioritas

Lima Puluh Kota Pacu Pemulihan Pascabencana, Infrastruktur dan Rumah Warga Jadi Prioritas

padangexpo.com // Lima Puluh Kota

Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bergerak cepat mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Di bawah komando Bupati H. Safni Sikumbang, berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi dipacu, mulai dari pembangunan kembali infrastruktur, perbaikan rumah warga, penyaluran bantuan sosial, hingga penguatan mitigasi untuk mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang.

Ketegasan itu ditunjukkan Bupati Safni Sikumbang saat memimpin rapat strategis percepatan penanganan pascabanjir dan tanah bergerak di kawasan Aia Angek beserta daerah terdampak lainnya. Fokus pemerintah tidak hanya memulihkan kerusakan, tetapi memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara aman dan produktif.

“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran agar masyarakat segera dapat kembali menjalankan aktivitasnya. Selain membangun kembali infrastruktur, kita juga harus memperkuat mitigasi agar risiko bencana di masa mendatang dapat diminimalkan,” tegas Safni.

Dalam rapat tersebut, pemerintah mematangkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penyelesaian persoalan lahan, normalisasi sungai, pengendalian sedimentasi, pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, hingga penataan ruang sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman bencana di masa depan.

Sebagai pedoman pelaksanaan, Pemkab Lima Puluh Kota mengoptimalkan Rencana Induk (Renduk) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Program ini diarahkan pada pemulihan infrastruktur publik, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan hunian masyarakat terdampak, normalisasi sungai, serta pemanfaatan Dana Siap Pakai (DSP) dan Transfer ke Daerah (TKD) secara maksimal.

Untuk mempercepat realisasi program, pemerintah juga mempercepat verifikasi data kerusakan dan kebutuhan di lapangan. Koordinasi lintas sektor diperkuat bersama BPBD, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, TNI, Polri, relawan, hingga Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

BACA JUGA :  Sukses Laksanakan MTQ ke-39 Limapuluh Kota, Bupati Safaruddin : Saatnya Kita Berbenah, Tingkatkan Terus Prestasi Untuk MTQ 2023 Mendatang

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, SH, mengatakan proses asesmen terus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, pembersihan material bencana, serta kesiapsiagaan personel menghadapi kemungkinan bencana susulan

Di sektor kesehatan, seluruh puskesmas dan tenaga medis tetap disiagakan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, dr. Budi Andri, MKM, memastikan pelayanan kesehatan, pengawasan penyakit pascabencana, hingga ketersediaan obat-obatan dan logistik tetap berjalan optimal bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, di bidang sosial, pemerintah terus mengakselerasi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sebanyak 200 paket peralatan rumah tangga telah diserahkan kepada warga terdampak di Kecamatan Gunuang Omeh melalui dukungan APBD Provinsi Sumatera Barat.

Tak berhenti di situ, Pemkab Lima Puluh Kota juga menggelontorkan bantuan stimulan senilai Rp1,92 miliar untuk 82 kepala keluarga di Kecamatan Bukit Barisan dan Gunuang Omeh. Bantuan tersebut diberikan kepada 30 penerima kategori rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta per keluarga dan 52 penerima rumah rusak sedang sebesar Rp30 juta per keluarga.

Camat Gunuang Omeh, Apri Yulianto, S.Sos, menilai percepatan pemulihan merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Semangat gotong royong antara pemerintah, TNI, Polri, relawan, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan. Kolaborasi ini harus terus dijaga hingga seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi tuntas,” ujarnya.

Dengan sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Lima Puluh Kota optimistis proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berlangsung lebih cepat. Targetnya jelas, mengembalikan kehidupan masyarakat secara normal sekaligus membangun daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan(Ken)