Masyarakat Jalan Ombak Minta Walikota Dumai dan Pihak Terkait Tutup Hiburan Malam yang Meresahkan Jema’ah Mesjid

Masyarakat Jalan Ombak Minta Walikota Dumai dan Pihak Terkait Tutup Hiburan Malam yang Meresahkan Jema’ah Mesjid

| padangexpo.com (Dumai – Riau)

Pemerintah Kota (Pemko) Dumai perlu melakukan evaluasi izin karaoke yang di beberapa ruko di jalan Ombak Kota Dumai. Pasalnya, diduga Radius jarak Ruko hiburan malam sangat dekat dengan Mesjid.

Semakin meresahkan, jema’ah Masjid menuntut Pemerintah Kota Dumai untuk menutup semua tempat hiburan yang berdekatan lingkungan Masjid karena keberadaannya meresahkan warga terutama umat Islam dan sesuai dengan janji kampanyenya Walikota yang akan menutup hiburan malam Kota Dumai.

Penolakan sekaligus penutupan tempat hiburan, terutama karaoke di beberapa Ruko di jalan Ombak, sungai Dumai, aksi dan pemandangan tidak senonoh di lokasi tersebut seringkali berlaku, seperti perkelahian, perempuan berpakaian tidak senonoh dikawasan tersebut dan perilaku sosial lainnya.

Sebelumnya, jemaah mesjid tersebut sudah beberapakali melaporkan ke pihak kelurahan dan kecamatan, namun nihil, rencananya jemaah akan melakukan aksi penggalangan tanda tangan dan petisi untuk meminta pihak pemerintah menutup permanen tempat tersebut.

Ketika dikonfirmasi awak media Selepas solat Jumat, Jumat (22/01/2022), salah satu jemaat yang engan namanya disebutkan, ia mengatakan ketika diwaktu malam sampai waktu subuh mereka masih melanjutkan aksi, dengan suara musik sudah sangat kedengaran ke luar jalan, dan selalu saja jemaat berpapasan dengan perempuan ber rok mini ketika jema’ah mau ke mesjid di waktu adzan subuh, mereka menyatakan hal tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak penegak hukum dan pemko Dumai.

“Hal ini sudah lama ingin kita suarakan, dan ini sebagai bentuk komitmen kita mendukung komitmen Wali Kota sebagaimana yang telah di ucapkan akan menutup hiburan malam Kota Dumai dalam menertibkan gejala dan dugaan maksiat,” katanya.

Hal senada ditegaskan, JT yang juga jemaah mesjid, Ia meminta ijin karaoke tersebut ditinjau kembali, karena berdekatan dengan mesjid. JT menyayangkan praktik yang sarat dengan unsur kemaksiatan di sekitar mesjid yang berbentuk karaoke berkedok kafe.

BACA JUGA :  Respon Terhadap Masalah Banjir, Pemko Bukittinggi Adakan Gotong Royong Bersihkan Drainase Pasar Aur Kuning

“Kami meminta satpol PP Kota Dumai untuk meninjau betul betul ijinnya, dan selama ini kami cukup diam, mereka buka sampai dini hari, Kami menuntut untuk menutup total. Karena mesjid itu merupakan rumah tuhan, masjid satu satunya di jalan sultan hasanudin (OMBAK). Semua kegiatan kemaksiatan berkedok apapun di seputar Mesjid harus ditutup,” tegasnya.

Awak Media meminta komentar dari salah satu sesepuh Masjid Kauman H Azmi’ mengatakan kegiatan tersebut untuk mengetuk batin para penguasa dalam menjaga kebaikan di area masjid. “Kami mengetuk batin para penguasa untuk memahami bahwa kami merasa terdzalimi bila di dekat area masjid terdapat ruang bagi kemaksiatan,” tuturnya.

”Kita tidak menghalangi siapa pun mencari rezeki, tapi tolong juga hargai kami, semua ada batasnya, jangan kira selama ini kami diam, dan sekali lagi tolong lah kita saling menghargai,” ujarnya.

Sumber : detik12
Penulis : putra