Mengaku Persoalan Sudah Selesai, Tapi Laptop Santri Masih Ditahan Oleh Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, Bahkan Meremehkan Profesi Wartawan

Mengaku Persoalan Sudah Selesai, Tapi Laptop Santri Masih Ditahan Oleh Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, Bahkan Meremehkan Profesi Wartawan

padangexpo.com (Padang Panjang)

Itikad baik masih belum kelihatan oleh pengurus Pesantren Terpadu Serambi Mekkah yang berlokasi di Kota Padang Panjang. Sejak berita tentang pengurus pesantren yang menahan dan diduga kuat ingin memiliki barang tersebut secara pribadi (hp dan laptop), akhirnya pengurus pesantren tersebut bersedia untuk mengembalikan Hp iphone milik salah satu Santri yang sekarang sudah lulus dari pesantren tersebut, namun aneh, kenapa hanya Hp saja sementara laptopnya kok tidak di kembalikan. Ketika hal ini ditanyakan kepada Andeh, orang tua murid yang hp dan laptopnya ditahan pihak pesantren, Andeh menjawab bahwa laptop nanti diambil waktu anaknya wisuda.

“Saya juga gak paham, sejak wartawan datang ke pesantren dan di usir dari pesantren, bahkan beritanya viral di beberapa media online, hp anak saya dikembalikan oleh pihak pengurus pesantren tapi laptop tidak dikembalikan saat itu, kata pengurusnya nanti waktu wisuda di pulangkan. Padahal anak saya udah lulus, secara administrasi saya tidak punya hutang kepada pesantren tersebut, sudah saya bayar lunas, kok laptop anak saya masih ditahan, ada apa saya juga tidak tau maksud dan tujuan pihak pesantren masih menahan laptop anak saya,” ujar Andeh, Minggu (31/3).

Salah satu pengurus Pesantren Terpadu Serambi Mekkah yang juga asli Putra Tanah Datar yang diduga kuat ikut andil mengusir wartawan dari pesantren tersebut, Albert Dt. Bilang ketika di hubungi via selulernya mengatakan bahwa persoalan antara orang tua murid dan pesantren sudah selesai.

“Persoalannya sudah selesai, kalau soal laptop ditahan nanti akan diserahkan pada bulan mei ketika anak tersebut wisuda sesuai dengan peraturan pesantren. Lagi pula, media anda tidak terverifikasi dan anda bukan wartawan UKW, jadi media dan anda sendiri wartawan abal-abal, maunya anda apa sekarang, anda masuk ke pesantren pun tanpa membawa surat tugas, jangan hubungi saya lagi,” ujar Alber dengan nada tinggi.

BACA JUGA :  Penghargaan Bergengsi TOP BUMD Award 2025 di Raih Kota Padang Pajang

Bahkan, ada kesan menantang terhadap profesi wartawan dimana setiap pembicaraannya pada saat itu sangat melecehkan dan menghina profesi wartawan.

Lebih lanjut, Andeh juga mengatakan bahwa ia ditelpon oleh salah seorang pengurus pesantren yang mengatakan kenapa berita pesantren tetap rilis sementara persoalannya udah selesai.

“Memang saya di telpon salah seorang pengurus pesantren, kok berita pesantren tetap rilis sementara masalah udah selesai katanya, saya hanya jawab, waktu itu wartawan yang notabene adalah adik saya itu di usir dari lokasi pesantren dan langsung pulang, sementara saya masih rapat sama pengurus. Itu hak wartawan tersebut untuk merilis berita pesantren, kejadiannya memang seperti itu kok, gak ada yang ditambah dan di kurangi dalam berita itu. Kenapa Hp anak saya di pulangkan saat itu dan laptopnya tidak sementara anak saya udah lulus, tentu saya sampaikan kepada adik saya yang profesinya sebagai wartawan, bagi pihak pesantren mungkin ini udah selesai tapi bagi kami selaku orang tua belum selesai, laptop anak saya masih di tahan kok, gak jelas apa maksud dan tujuan pihak pesantren,” lanjut Andeh. (Dwi)