Mutasi Besar di Polres Payakumbuh: Penyegaran atau Ujian Nyata Kinerja?

Mutasi Besar di Polres Payakumbuh: Penyegaran atau Ujian Nyata Kinerja?

padangexpo.com // Payakumbuh

Rotasi jabatan kembali bergulir di tubuh Kepolisian Resor Payakumbuh. Di balik seremoni yang berlangsung khidmat di lapangan apel Mapolres, Kamis (30/4/2026), tersimpan pesan tegas: penyegaran organisasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan ujian langsung terhadap kualitas kepemimpinan dan kinerja aparat di lapangan.

Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung Kapolres Payakumbuh, Ricky Ricardo, yang menegaskan bahwa mutasi adalah bagian tak terpisahkan dari dinamika institusi kepolisian. Namun lebih dari itu, ia menuntut hasil nyata.

“Mutasi ini bukan sekadar pergeseran kursi, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme,” tegasnya di hadapan jajaran personel.

Pesan itu bukan tanpa alasan. Di tengah tuntutan publik terhadap transparansi dan respons cepat aparat, setiap pejabat baru kini dihadapkan pada ekspektasi yang jauh lebih tinggi. Adaptasi cepat bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Sejumlah posisi strategis mengalami perombakan. Jabatan Kabag Log berpindah tangan dari Kompol Kaspi Darmis kepada AKP Akno Pilindo, yang sebelumnya menjabat Kasat Intelkam. Sementara posisi Intelkam kini diisi AKP Yuliarman, eks Kasat Lantas yang digantikan IPTU Andi Feri Purna—perwira muda yang sebelumnya bertugas di Polresta Padang.

Di level kewilayahan, rotasi juga menyasar Kapolsek. Akabiluru kini dipimpin IPTU Adriyon, sementara Luhak dipercayakan kepada IPTU Bambang Irawan. Adapun jabatan Kapolsek Payakumbuh dikukuhkan kepada AKP Asril Riva’i, sebelumnya menjabat Kasi Propam.

Seluruh pergantian ini mengacu pada Surat Keputusan Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, tertanggal 15 April 2026.

Namun di balik daftar panjang mutasi, ada pertanyaan yang tak bisa dihindari: sejauh mana rotasi ini akan berdampak langsung pada pelayanan publik dan stabilitas keamanan?

Kapolres menekankan pentingnya integritas dan orientasi pelayanan. Penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah jabatan dalam upacara tersebut menjadi simbol komitmen. Tetapi publik tak lagi cukup diyakinkan oleh simbol—yang ditunggu adalah implementasi.

BACA JUGA :  Pj.Wako Payakumbuh Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu SPG

“Jaga nama baik institusi dan berikan kontribusi nyata,” ujar Kapolres.

Kalimat itu terdengar normatif, tetapi dalam konteks hari ini, maknanya jauh lebih tajam: setiap jabatan adalah amanah yang akan diuji, bukan di podium upacara, melainkan di tengah masyarakat yang semakin kritis.

Mutasi telah selesai. Kini, panggung sesungguhnya dimulai(Ken)