Payakumbuh Perkuat TRC BPBD, Zulmaeta: Kecepatan Respons Jadi Kunci Selamatkan Warga

Payakumbuh Perkuat TRC BPBD, Zulmaeta: Kecepatan Respons Jadi Kunci Selamatkan Warga

padangexpo.com // Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat sistem penanggulangan bencana dengan meningkatkan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai ujung tombak penanganan keadaan darurat. Langkah tersebut ditandai dengan pembukaan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Payakumbuh Tahun 2026 oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta di Hotel Mangkuto, Senin (13/7/2026).

Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi personel TRC dalam melakukan respons cepat, penyelamatan, evakuasi, kaji cepat bencana, hingga memperkuat koordinasi lintas sektor saat menghadapi situasi darurat di lapangan.

Wali Kota Zulmaeta mengatakan, peningkatan kapasitas personel menjadi kebutuhan mendesak mengingat Kota Payakumbuh memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan aparatur yang mampu bergerak cepat, mengambil keputusan secara tepat, dan bekerja secara profesional demi meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan masyarakat.

“Pengembangan kapasitas sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif. Personel TRC dituntut memiliki kemampuan teknis, kecepatan mengambil keputusan, serta kecakapan berkoordinasi agar setiap kondisi darurat dapat ditangani secara optimal,” tegas Zulmaeta.

Ia menjelaskan, TRC merupakan garda terdepan BPBD yang memiliki peran strategis mulai dari melakukan kaji cepat terhadap dampak bencana, melaksanakan penyelamatan dan evakuasi korban, mengoordinasikan penanganan di lokasi kejadian, hingga menyampaikan rekomendasi awal sebagai dasar penetapan status tanggap darurat.

Karena itu, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan bencana. Personel TRC dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu bekerja di bawah tekanan, berkomunikasi secara efektif, dan mengambil keputusan dengan cepat dalam situasi yang terus berubah.

BACA JUGA :  Sempat Vakum, Open Turnamen Volly Ball Kembali Diadakan di Lapangan P3A Aua Kuniang

Zulmaeta turut mengapresiasi BPBD Kota Payakumbuh yang menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkaya wawasan peserta sekaligus memperkuat kemampuan praktis dalam menghadapi berbagai skenario kebencanaan.

Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal saat bertugas di lapangan.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mampu mengimplementasikan seluruh materi ketika menghadapi kondisi sebenarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zulmaeta menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD semata. Keberhasilan penanganan keadaan darurat membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, organisasi kemasyarakatan, hingga partisipasi aktif masyarakat.

Melalui pengembangan kapasitas ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap lahir personel TRC BPBD yang semakin tangguh, profesional, responsif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, sehingga mampu memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat pada setiap situasi darurat(Ken)