Pembangunan Sport Center Padang Panjang Mubazir Visi-Misi Fadly Amran Dinilai Gagal

Pembangunan Sport Center Padang Panjang Mubazir Visi-Misi Fadly Amran Dinilai Gagal

padangexpo.com // Padang Panjang

Proyek pembangunan kawasan Sport Center Kota Padang Panjang yang digagas pada masa pemerintahan Wali Kota Fadly Amran dinilai gagal mencapai target. Dari total rencana pembangunan senilai sekitar Rp600 miliar, realisasi fisik baru mencapai sekitar 10 persen hingga kini.

Padahal, proyek ini menjadi salah satu janji utama Fadly Amran dalam visi-misi pemerintahannya periode 2018–2023, yakni mewujudkan Padang Panjang sebagai kota pendidikan dan olahraga. Namun hingga masa jabatannya berakhir, dan kini Fadly kembali dipercaya menjabat sebagai Wali Kota Padang, kawasan Sport Center tersebut belum juga rampung sesuai harapan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hanya beberapa bangunan yang telah berdiri di kawasan tersebut, antara lain gedung serbaguna, arena climbing wall, dan satu gedung pendukung. Sementara sebagian besar area masih berupa lahan kosong dan dipenuhi rumput liar.

Di sisi lain, dalam masterplan dan dokumen Detailed Engineering Design (DED) yang disusun oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Padang Panjang, kawasan itu seharusnya memiliki berbagai fasilitas olahraga modern seperti gedung akuatik, arena panahan, lapangan basket outdoor, pusat kebugaran, serta asrama atlet.

Ketua komisi 1 DPRD Kota Padang Panjang,Hendra saputra, menilai proyek ini gagal karena tidak diiringi perencanaan anggaran dan strategi pembangunan yang matang.

“Dari awal, proyek ini terlalu ambisius dengan nilai Rp600 miliar. Namun tanpa dukungan anggaran berkelanjutan dan perencanaan multi-year yang kuat, hasilnya ya seperti sekarang — baru 10 persen terealisasi,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Padang Panjang,Rifnaldi menyayangkan kondisi tersebut.

“Kita dulu bangga karena Fadly berani punya visi besar membangun pusat olahraga. Tapi faktanya, masyarakat hanya bisa melihat gedung kosong dan rumput tinggi. Ini tentu mengecewakan,” katanya.

BACA JUGA :  KKPD Resmi Diluncurkan, Pemko Terapkan Pembayaran via Kartu Kredit

Pihak Disporapar Kota Padang Panjang mengakui lambannya progres pembangunan disebabkan keterbatasan anggaran daerah dan belum adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Pembangunan ini memang dirancang bertahap. Untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, kita masih menunggu kepastian dana bantuan dari pusat,” ungkap salah satu pejabat Disporapar yang enggan disebutkan namanya.

Kini, proyek Sport Center yang semula diharapkan menjadi ikon olahraga Sumatera Barat justru menjadi sorotan publik sebagai simbol kegagalan realisasi visi-misi kepala daerah.

Dengan Fadly Amran kini memimpin Kota Padang, publik menunggu apakah pengalaman di Padang Panjang akan menjadi pelajaran berharga bagi kepemimpinannya di kota baru.

“Jangan sampai Kota Padang nanti mengalami hal yang sama. Visi besar itu penting, tapi lebih penting lagi bagaimana mewujudkannya dengan perencanaan yang realistis,”mestinya perencanaan pembangunan berkelanjutan ,mekipun pimpinan Daerah sudah berganti Agar anggaran yg sudah di keluar kan bermanfaat tutup Hendra.(Yaldi)