Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Pemko Payakumbuh Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah Cair Bagi Pelaku Industri/Usaha
Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah Cair Bagi Pelaku Industri/Usaha

By admin@domi
11/07/2023

Padangexpo, Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah Cair Bagi Pelaku Industri/Usaha yang bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Bundo Kanduang, Selasa (11/7).

Kegiatan itu dibuka oleh Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda yang diwakili Asisten II Elzadaswarman bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Desmon Corina.

Kadis LH Desmon Corina menjelaskan peserta dalam kegiatan ini sebanyak 35 orang pelaku usaha yang usahanya menghasilkan limbah cair, digelar selama 2 hari, dan narasumbernya dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.

“Pengendalian pencemaran/kerusakan lingkungan hidup sangat penting dilakukan dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan dan merupakan kewajiban pelaku usaha/kegiatan. Dasar hukumnya tertuang dalam Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Cipta Kerja, dan PP Nomor 22 Tahun 2021,” ujarnya

Desmon menyampaikan kewajiban pelaku usaha/kegiatan sesuai UU nomor 32 tahun 2009 dalam pengendalian pencemaran/kerusakan lingkungan hidup meliputi yang pertama yakni kegiatan pencegahan diantaranya memenuhi baku mutu lingkungan hidup, memiliki Amdal, UKL-UPL, dan mematuhi perizinan. Yang kedua yaitu penanggulangan mencakup pemberian informasi peringatan pencemaran dan/atau kerusakan LH kepada masyarakat, pengisolasian pencemaran dan/atau kerusakan LH, penghentian sumber pencemar dan/atau kerusakan LH dan cara lain sesuai perkembangan ilmu pengetahuan. Dan yang ketiga yaitu pemulihan dengan cara baik dengan penghentian sumber pencemar dan pembersihan unsur pencemar, remediasi, rehabilitasi, restorasi, dan cara lain sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.

“Pentingnya upaya peningkatan penaatan yang dapat dilakukan dengan pendekatan konvensional melalui pengawasan penaatan dan penegakan hukum, juga melalui pendekatan program seperti Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup),” tukuknya.

Sementara itu, Asisten II Elzadaswarman menyampaikan kegiatan sosialisasi ini diharapkan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mengelola limbah, resiko dari pencemaran lingkungan dapat menyebabkan penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari pengelolaan limbah yang tidak tepat dapat dicampur dengan air. Limbah industri dapat menghasilkan bahan toksik terhadap lingkungannya yang berdampak negatif terhadap manusia dan komponen lingkungan lainnya.

BACA JUGA :  Menggunakan Motor, 3 Warga Payakumbuh Berangkat ke Tanah Suci Mekah

“Limbah cair industri paling sering menimbulkan masalah lingkungan seperti kematian ikan, keracunan pada manusia dan ternak, kematian plankton, akumulasi dalam daging ikan dan moluska, terutama bila limbah cair tersebut mengandung racun. Limbah cair pada perairan atau sungai juga dapat merusak air sungai, mengotori air sungai dan mengganggu ekosistem air bahkan berdampak kematian,” terangnya.

Pria yang akrab dengan sapaan Om Zet itu juga mengajak pelaku usaha untuk mewujudkan “industri hijau” dengan mengelola sisa limbah dan tidak dibuang tidak pada tempatnya. Pengelolaan limbah bukan hanya tugas pemerintah saja, namun juga ada komitmen dan tanggung jawab bersama untuk saling menjaga agar tidak mencemari lingkungan.

“Kita ingin ekonomi masyarakat tetap berjalan baik mulai dari UMKM, maupun industri kecil dan menengah agar tetap laris, namun juga perlu diingat lingkungan juga tetap terjaga,” pungkasnya. (Ken)

Views: 710

Tags:

Desmon CorinaElzadaswarmanSosialisasi Pengelolaan Limbah Cair
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Eka Putra : Pelaku Pendidikan Garda Terdepan Ciptakan SDM Handal

Next

Dihadiri Sekdako, Wulan Denura Dilantik Sebagai Ketua DPC KPPI Payakumbuh 2022-2027

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,098)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,723)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,398)

TERBARU

  • 49 Warga Payakumbuh Terima Bantuan ATENSI, Pemko Dorong Kemandirian PPKS
  • Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Payakumbuh Sambangi Guru SMA N 1: Dengar Aspirasi, Bangun Generasi Taat Hukum
  • 17,59 Gram Sabu Disita di Sicincin, Polres Payakumbuh Bekuk Pria 32 Tahun
  • Lawan Dampak Kabut Asap, KORPRI dan Bupati Safni Turun Langsung Lindungi Warga
Copyright 2026 — Padang Expo