Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Kab. Solok/Penanganan Pasca Bencana, Wabup Candra Siapkan Program Rehabilitasi Lahan Sawah Rusak
Kab. Solok

Penanganan Pasca Bencana, Wabup Candra Siapkan Program Rehabilitasi Lahan Sawah Rusak

By admin@domi
13/01/2026

Padangexpo.com | Koto Baru

Pemerintah Kabupaten Solok terus mematangkan persiapan pelaksanaan program rehabilitasi lahan sawah rusak pascabencana yang merupakan program Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Program tersebut rencananya akan diselenggarakan pada Kamis (13/1) bertempat di Munggu Tanah, Selayo Kecamatan Kubung, dan akan dihadiri secara daring oleh Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Wakil Bupati Solok H. Candra yang berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi, S.P., M.P., serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok Eko Gunanto, S.Pd.

Dalam laporannya Deslirizaldi menyampaikan bahwa, kegiatan rehabilitasi sawah rusak ini akan melibatkan berbagai daerah kabupaten/kota yang terdampak bencana dan akan diakomodir oleh Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Selain itu, direncanakan Gubernur Sumatera Barat juga akan hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.

“InsyaAllah Bapak Gubernur Sumatera Barat akan hadir. Kabupaten dan kota yang terdampak banjir juga akan kita hadirkan, sebagian secara langsung dan sebagian secara daring,” ujar Deslirizaldi.

Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi sawah rusak akan dilaksanakan berdasarkan tingkat kerusakan, yaitu ringan, sedang, dan berat. Untuk kerusakan ringan dan sedang, rehabilitasi dilakukan melalui kegiatan pembersihan sedimen, penyemaian, serta penanaman benih. Sementara untuk kerusakan berat, penanganannya akan melibatkan penggunaan alat berat dan pihak ketiga.

“Peletakan batu pertama akan dimulai dari sawah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Untuk yang ringan dan sedang, pelaksanaan dijadwalkan pada Januari dan Februari. Sedangkan kerusakan berat akan dikerjakan oleh pihak ketiga,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, mewakili Bupati, Wakil Bupati Solok H. Candra menegaskan pentingnya validitas data penerima bantuan. Ia menanyakan kesiapan data kerusakan sawah yang akan menjadi dasar penyaluran bantuan Kementerian Pertanian.

BACA JUGA :  Sambangi Warga Terdampak Banjir di Solok, Pemda dan BGN Salurkan Ribuan Paket Makanan

“Acara ini merupakan program rehabilitasi sawah rusak, baik ringan, sedang, maupun berat. Saya ingin memastikan apakah seluruh data yang kita miliki sudah benar-benar valid, karena nantinya Bapak Gubernur akan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada seluruh daerah terdampak,” tegas Wabup Candra.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian memastikan bahwa seluruh data telah diverifikasi dan dinyatakan valid. Ia menjelaskan bahwa untuk kerusakan ringan dan sedang yang masuk kategori optimalisasi lahan (oplah), petani akan membersihkan sedimen dan material pasir, kemudian langsung dilakukan penaburan benih.

“Bantuan untuk kerusakan ringan sebesar Rp. 4,6 juta akan masuk ke rekening kelompok tani. Namun total bantuan yang diterima bisa mencapai Rp. 15 juta per hektar karena mencakup bantuan irigasi dan pupuk. Sedangkan untuk kerusakan berat terdapat alokasi seluas 892 hektar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pada kegiatan Kamis mendatang akan dilakukan simulasi penanganan untuk kerusakan ringan dan sedang sebagai contoh pelaksanaan di lapangan.

Berdasarkan data Sakato Plan Provinsi Sumatera Barat, luas sawah terdampak mencapai 1.072 hektar, irigasi sebanyak 8 titik dengan panjang 1.364 meter, hortikultura 90,9 hektar, asuransi pertanian 3 lokasi, perkebunan 10,3 hektar, ternak 110 ekor, serta ladang 1 hektar. Total anggaran penanganan yang masuk dalam Sakato Plan tersebut mencapai Rp. 90 miliar lebih.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap melalui program ini, lahan pertanian yang rusak dapat segera pulih sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali normal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga. (yosep)

Views: 388
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Hadiri Rakor Percepatan R3P yang Dipimpin Mendagri, Bupati Jon Pandu : Pemkab Solok Komitmen Pendataan Secara Objektif, Transparan dan Tepat Sasaran

Next

Bersama PHBI, Kecamatan Gunung Talang Gelar Peringatan Isra Mi’raj Sebagai Momentum Penguatan Iman dan Taqwa

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,189)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,763)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,454)

TERBARU

  • Jumat Keliling di Payobasung, Kapolres Payakumbuh Ajak Warga Perangi Narkoba, Hoaks dan Investasi Bodong
  • Jumat Keliling di Suliki, Kapolsek Jadi Khatib dan Ingatkan Bahaya Narkoba
  • SAPAKU Tembus Tiga Besar Nasional, Zulmaeta: Kami Siap Dibedah, Bukan Sekadar Tampilkan Prestasi!
  • Dijemput dari Pekanbaru untuk Diedarkan di Payakumbuh, Dua Pria Diciduk dengan 2,2 Kg Ganja dan Sabu
Copyright 2026 — Padang Expo