Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Puluhan Santri Datangi Balai Wartawan Luak Limopuluah, Ada Apa?
Payakumbuh

Puluhan Santri Datangi Balai Wartawan Luak Limopuluah, Ada Apa?

By admin@domi
09/05/2024

Padangexpo.com, Payakumbuh – Puluhan santri dan santriwati pondok pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendatangi markas Balai Wartawan Luak Limopuluah di komplek Kantor Bupati Lama, kawasan pusat Kota Payakumbuh, Kamis (9/5).

Kedatangan puluhan pelajar pondok pesantren Islam tertua di Sumatera Barat yang terletak di Canduang Koto Laweh, Kabupaten Agam tersebut yaitu dalam rangka melakukan kunjungan lapangan, dalam rangka pengembangan diri para santrinya terkait metode pengelolaan karya jurnalistik.

“Kita kebetulan di Ponpes MTI Canduang ada sebuah mata pelajaran ekstrakurikuler tentang jurnalistik yang diberi nama JUSTIC. Jadi, niat kami membawa siswa belajar ke sini untuk pengembangan diri untuk penguatan materi jurnalis, terutama dalam membuat produk jurnalistik,” sebut Ustad Fitra Yadi, sekaligus pembina mata pelajaran JUSTIC ketika menyampaikan sambutan didampingi Wakil Kesiswaan, Zuryati Ilyas.

Kedatangan rombongan santri-santriwati Ponpes MTI Canduang yang didirikan oleh Syekh Sulaiman ar-Rasuli, ulama besar Kaum Tuo Minangkabau, Mursyid Naqsyabandiyah bersama para pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah sejak 5 Mei 1928 itu disambut oleh sekretaris demisioner Balai Wartawan Luak Limopuluah, Aking Romi Yunanda.

Tak ketinggalan hadir sederet para jurnalis yang merupakan anggota BW antara lain, Arief Wisa, Ben Pitopang, Arya Gusman, Edwardi, Robby Engles Yunesco, Debby Linmarta, Syafri Ario, Bambang Zulwadi, Yudi Yusra serta para wartawan senior seperti, Saiful Hadi (Datuak), Doddi Sastra, Nasrul Kenong dan Syamsir Wandi.

Aking dalam penyampaian materinya lebih banyak menjelaskan tentang fungsi dan pengenalan materi dasar pembuatan karya jurnalistik, yang dilakoni oleh para jurnalis di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Termasuk jenis-jenis berita merupakan hasil karya jurnalistik yang diproduksi oleh para insan pers untuk kebutuhan informasi publik.

BACA JUGA :  Peduli Masyarakatnya, Walikota Payakumbuh Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Gantiang

“Jurnalistik merupakan sebuah kegiatan mencari, mendapatkan, menyimpan, mengolah, menyajikan dan menyampaikan sebuah pemberitaan kepada publik. Para jurnalis profesional dalam mencari berita harus dibekali dengan kompetensi serta wajib bekerja sesuai kode etik jurnalistik,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam mencari berita seorang jurnalis profesional biasanya melakukan kroschek lapangan, mendokumentasikan hingga wawancara untuk memastikan kebenaran sebuah informasi, sebelum dimuat dalam bentuk berita untuk dikonsumsi publik.

Aking juga merinci beberapa jenis teks berita yang biasa ditemui di setiap media. Seperti berita straight news (atau disebut juga berita langsung), indepth news (atau berita mendalam), opinion news (sebagai berita opini), interpretative news (sebagai berita interpretatif), dan investigation news (sebagai berita investigasi),” terangnya.

 

Selain itu Aking juga memaparkan dasar dasar pembuatan sebuah berita yang layak untuk ditayangkan di media massa.

Dimana dalam sebuah pemberitaan ada unsur-unsur yang harus dipenuhi, jika suatu saat ingin menjadi seorang wartawan atau jurnalis di sebuah media massa, baik media cetak, online maupun media elektronik lainnya.

“Dimana unsur unsur tersebut mencakupi 5 W+1 H. Sebab itu penting sekali dalam penyajian sebuah berita yang akurat, selain memilki narasumber yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan kebenaran informasi yang disampaikan. Kemudian ada proses penyaringan di dapur redaksi, apakah sebuah berita yang ditulis wartawan layak dipublikasi atau tidak,” tutur Aking.

Selain penyampaian materi, kegiatan study banding para siswa MTI Canduang ke BW Luak Limopuluah juga diisi dengan sesi tanya jawab terkait profesi wartawan dan pemberitaan. Para santri dan santriwati MTI Canduang juga terbilang aktif dan antusias bertanya terkait bagaimana metode pengolahan berita, pengalaman di lapangan serta sikap seorang wartawan.

BACA JUGA :  Tingkatkan Sinergitas Bersama Seluruh OPD, Pj Wako Rida Gelar Rapat Koordinasi Untuk Kemajuan Bersama

Dalam sesi ini, para siswa lebih banyak diberi edukasi oleh para jurnalis Luak Limopuluah, bagaimana menjadikan seorang wartawan yang baik dan memilki integritas tinggi, serta menjujung nilai-nilai kaidah jurnalistik.

“Menjadi seorang wartawan atau seorang jurnalistik memilki tantangan yang besar. Dimana seorang wartawan harus memilki sebuah prinsip kepedulian sosial kemanusiaan, integritas dan profesionalitas yang tinggi. Semua itu perlu dimiliki oleh seorang wartawan sebab disitulah marwah seorang wartawan di pertaruhkan atau dinilai oleh pubik,” timpal Saiful Datuak, Arief Wisa, Arya Gusman, Edwardi dan Robby Engles Yunesco, menjawab pertanyaan para santri.

Ustad Fitra Yadi mengaku apresiasi sekaligus berterima kasih atas sambutan positif para awak media yang menerima kunjungan para santrinya ke Balai Wartawan Luak Limopuluah. Dia menyebut, ke depan akan ada bentuk kerjasama lanjutan dengan organisasi BW Luak Limopuluahterkait pengembangan mata pelajaran JUSTIC, yang merupakan salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler di Ponpes MTI Canduang.

“Kita bahkan sudah membuat website JUSTIC yang dikelola oleh organisasi kejurnalistikan santri Ponpes MTI Canduang sebagai wadah pengembangan diri di bidang Jurnalistik baik media cetak, radio, televisi, internet dan media digital lainnya bagi santri MTI Canduang. Tujuannya agar para santri bisa mengembangkan bakat dan minatnya, dalam membuat produk jurnalistik,” ulasnya. (ken)

Views: 527
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Hadir di Acara Halalbihalal dan Launching Penjaringan Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, Ini Harapan Bupati Eka Putra

Next

Kunjungi Rutan Kelas II B Batusangkar, Bupati Eka Putra Beri Motivasi ke Warga Binaan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,165)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,751)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,439)

TERBARU

  • Polisi Amankan Terduga Curanmor di Tarok, Dua Sepeda Motor Disita
  • Dana Umat Rp20 Juta Tak Jelas, Proyek Masjid Mangkrak, Pengurus Iqtishadiyah Lapor Polisi
  • Poliran Polres Payakumbuh Menyasar Pengangguran, BLK Jadi Mitra Buka Peluang Kerja
  • Pra-Sosialisasi Tol Sicincin–Bukittinggi, PJKIP Minta Aspirasi Petani Diakomodasi
Copyright 2026 — Padang Expo