SPMB Payakumbuh Diperketat, Titipan dan Pungli Diingatkan Jangan Main-main

SPMB Payakumbuh Diperketat, Titipan dan Pungli Diingatkan Jangan Main-main

padangexpo.com // Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 wajib berlangsung bersih, transparan, objektif, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka kegiatan Sosialisasi, Konsolidasi, dan Penandatanganan Pakta Integritas SPMB di Aula Josrizal Zein, Balai Kota Payakumbuh, Senin (25/5/2026).

Dalam arahannya, Elzadaswarman menekankan seluruh proses penerimaan murid baru harus berjalan profesional dan berpedoman penuh pada aturan pemerintah. Ia mengingatkan tidak boleh ada ruang bagi praktik curang yang selama ini kerap menjadi sorotan publik dalam proses penerimaan siswa baru.

“Tidak boleh ada praktik titipan, pungutan liar, manipulasi data, maupun intervensi dalam bentuk apa pun,” tegas Elzadaswarman.

Pernyataan itu menjadi sinyal keras bahwa Pemko Payakumbuh tidak ingin pelaksanaan SPMB ternoda oleh permainan oknum yang dapat mencederai hak siswa memperoleh akses pendidikan secara adil.

Menurut Elzadaswarman, pelaksanaan SPMB selalu menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut langsung masa depan anak-anak dan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Karena itu, ia meminta seluruh kepala sekolah, panitia pelaksana, pengawas sekolah, hingga unsur terkait menjaga integritas dan memastikan seluruh tahapan penerimaan berjalan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Jangan sampai ada tindakan yang mencederai semangat keadilan dan pelayanan publik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, terbuka, dan humanis kepada masyarakat. Sekolah diminta membangun komunikasi yang baik dengan orang tua siswa agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Selain itu, Pemko Payakumbuh disebut terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik guna menjaga kualitas layanan pendidikan di daerah.

BACA JUGA :  46 Pejabat Ikuti Seleksi Terbuka Jabatan Eselon II

“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik secara bertahap,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, mengatakan kegiatan sosialisasi dan penandatanganan pakta integritas menjadi langkah memperkuat komitmen bersama agar pelaksanaan SPMB berlangsung tertib dan sesuai aturan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan,” ujar Nalfira.

Untuk memperkuat transparansi, Pemko Payakumbuh menerapkan sistem penerimaan berbasis digital melalui aplikasi diSAKOLA yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh.

Aplikasi tersebut digunakan dalam pelaksanaan SPMB tingkat SD dan SMP, mulai dari proses pendaftaran, pengunggahan dokumen, pemilihan sekolah tujuan, hingga pemantauan hasil seleksi secara daring.

Menurut Nalfira, penerapan sistem digital menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi kecurangan dan intervensi dalam proses penerimaan siswa baru.

“Aplikasi diSAKOLA diharapkan mampu mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan SPMB,” katanya.

Melalui sistem tersebut, proses penerimaan murid baru diharapkan berlangsung lebih efektif, efisien, terbuka, dan mampu menutup celah permainan yang merugikan masyarakat.

Nalfira menambahkan, pelaksanaan SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 dilakukan melalui empat jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.

Selain itu, pemerintah mulai mendorong pemanfaatan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen pendukung untuk melihat kemampuan akademik peserta didik secara lebih objektif sesuai regulasi yang berlaku.

Kegiatan tersebut diikuti unsur Forkopimda, UPT Kemendikdasmen, organisasi perangkat daerah terkait, pengawas sekolah, kepala sekolah, camat, lurah, media, serta para pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Sebagai simbol komitmen bersama menjaga integritas dunia pendidikan, kegiatan ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh pihak terkait guna mendukung pelaksanaan SPMB 2026/2027 yang bersih, transparan, tertib, dan bebas dari praktik curang di Kota Payakumbuh (Ken)