Suspension Trauma Menghantui Pekerja di Ketinggian

Suspension Trauma Menghantui Pekerja di Ketinggian

| padangexpo.com

Oleh : Endrias Winner 

Suspension Trauma (disebut juga dengan istilah Orthostatic Intolerance atau Harness Hang Syndrome) adalah suatu cidera yang dialami oleh seseorang yang bekerja di ketinggian yang diakibatkan oleh tidak adanya pergerakan tubuh saat korban tergantung di full body harness setelah terjatuh dalam posisi berdiri / tegak vertikal sehingga orang tersebut kehilangan kesadaran bahkan berdampak kematian pada korban yang terbilang cepat dan tidak dapat diperkirakan. Se

seorang yang mengalami suspension trauma, apabila terjatuh dan tergantung pada full body harness secara alami tubuhnya bereaksi tanpa pergerakan karena darah akan terkumpul pada bagian kaki yang disebabkan oleh adanya gaya gravitasi. Sirkulasi darah ke organ lain, terutama jantung dan otak akan berkurang. Jantung akan bekerja lebih keras untuk dapat menyuplai darah ke otak. Apabila usahanya tidak efektif maka jantung akan memperlambat kerjanya sehingga kualitas dan kuantitas oksigen yang dibawa ke otak akan menurun sehingga dapat menyebabkan orang tersebut pingsan bahkan kematian pada kondisi yang cukup parah.

Kita tidak mengira bahwa full body harness yang kita kenal fungsinya sebagai pengaman ketika bekerja di ketinggian bisa mendatangkan bahaya bagi pekerja. Namun sayangnya, masih banyak diantara kita yang masih kurang peduli potensi bahaya yang timbul dari penggunaan full body harness.

Peneiliti bidang K3LH pernah mengungkapkan bahwa hal ini terjadi dalam beberapa dekade walaupun datanya secara lengkap belum terkumpul terkait penggunaan alat pelindung jatuh, dan para ahli K3 pun belum menyadari bahayanya.

Suspension Trauma Bisa Menyebabkan Kematian

Suspension Trauma menyerang korban dalam waktu 5 menit ketika pekerja terjatuh dan tergantung di full body harness. Pertolongan harus dilakukan segera dalam waktu 10 menit. Apabila korban tergantung di full body harness dalam waktu yang lama akan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran bahkan kematian dalam waktu 15 menit. Berikut ini beberapa gejala seseorang mengalami Suspension Trauma:

  1. Berkeringat
  2. Pusing
  3. Sesak nafas
  4. Mual dan pucat
  5. Berkunang-kunang
  6. Hilang kesadaran / pingsan
  7. Tekanan darah turun / rendah
  8. Gangguan pembuluh darah
BACA JUGA :  Strategi Rehabilitasi Ekosistem Pesisir yang Terbukti Efektif

Penyelamatan Korban Suspension Trauma

Korban yang mengalami Suspension Trauma memerlukan pertolongan sesegra mungkin mengingat proses terjadinya sangat cepat. Kematian setelah proses penyelamatan pun masih juga menjadi risiko yang perlu dipertimbangkan. Ada beberapa tindakan yang harus dilakukan bila pekerja mengalami Suspension Trauma, yaitu :

Jika memungkinkan, petugas P3K/ tim penyelamat harus memberi bantuan pada 5-10 menit pertama setelah pekerja terjatuh.

Pastikan korban selalu menggerakkan kaki dan angkat lutut hingga posisi duduk atau gunakan alat bantu, seperti suspension trauma safety strap.

Jika korban tidak sadar, jaga agar jalan napas selalu terbuka

Selama pertolongan pertama diberikan, jangan membaringkan korban di lantai atau di atas tandu. Bilamana korban langsung dibaringkan, hal ini memicu terjadinya reflow syndrome, akan ada aliran darah yang tiba-tiba mengalir ke otak dan jantung dan bisa mengakibatkan kematian pada korban.

Jaga korban dalam posisi duduk dengan kaki lurus dan badan tegak selama kurang lebih 30 menit.

Setiap korban yang pingsan atau mengalami suspension trauma lebih dari 10 menit, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Pencegahan Suspension Trauma

Risiko Suspension Trauma ini bisa saja menyerang semua pekerja yang bekerja di ketinggian termasuk pendaki gunung atau pemanjat tebing. Pencegahan dampak yang lebih parah saat pekerja menggantung di full body harness, saat ini sudah tersedia full bopdy harness yang dirancang khusus agar pekerja yang tergantung dapat memposisikan tubuh seperti orang yang sedang duduk atau dapat menggerakkan kaki sehingga darah yang terakumulasi di kaki dapat dipompa kembali ke jantung dengan mudah. Full body harnes dibekali dengan tali penahan (waist strap and sub‐pelvic leg straps). Berusaha mengangkat kaki atau menghentakan kaki ke bagian-bagian yang keras atau dinding atau bagian-bagian lain yang terjangkau. Pastikan pertolongan pertama harus dilakukan maksimal 10 menit pertama setelah korban terjatuh. Jangan biarkan pekerja melakukan pekerjaannya sendirian di ketinggian dan harus ada rekan kerja atau orang yang mengawasinya. Perusahaan bisa memberikan training dan pengetahuan kepada pekerja tentang suspension trauma dan prosedur penyelamatannya. (**)