Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Headline News/Terkait Tuduhan Staf DPRD Pasaman Barat, Berikut Klarifikasinya
Headline News

Terkait Tuduhan Staf DPRD Pasaman Barat, Berikut Klarifikasinya

By Pemred : Dody S
26/04/2021

| padangexpo.com

Staf DPRD Pasaman Barat, inisial AS mengungkapkan bahwa yang menandatangani surat pernyataan itu bukan orang tua kandungnya. Sebab, saat itu orang tua kandungnya tidak bisa dihubungi.

“Mungkin sedang di masjid. Maka keluarga jauhlah yang datang atas nama yang AFZ dan menandatangani surat pernyataan itu,” kata AS pada awak media.

Orang tua kandung AS baru mengetahui kejadian ini setelah di telpon kembali dan setelah surat pernyataan dibacakan.

AS mengaku memang berdua dengan ketua DPRD PH di kantor Gerindra dan bukan berbuat mesum atau zina.

“Saya diminta membantu ketua untuk membuat laporan partai yang diminta Kesbangpol Pasaman Barat,” katanya di Simpang Empat, pada Sabtu (24/4) kepada wartawan mengklarifikasi tuduhan terhadap dirinya melakukan perbuatan zina bersama ketua DPRD setempat.

Menurutnya usai penggerebekan itu membuat AS dan keluarganya merasa malu karena dituduh berbuat mesum dengan pejabat tinggi di Pasaman Barat.

“Memang benar hanya saya dan PH di dalam kantor  malam itu. Namun saya tidak memiliki hubungan khusus dengan beliau,” tegas AS.

AS menjelaskan kedatangan dirinya ke kantor tersebut untuk mengambil data di komputer kantor yang dihilangkannya dan dipindahkan ke flashdisk baru.

AS datang ke kantor itu atas usulan ajudan PH, setelah melakukan buka bersama di salah satu rumah makan.

“Awalnya cuma berdua dan lampu memang dimatikan karena takut ada yang singgah karena ketua tidak tahu mereka datang ke kantor partai,” ujar AS.

Tak lama kemudian ternyata PH datang lalu meminta tolong untuk melengkapi data-data yang akan diserahkan ke Kesbangpol Pasaman Barat.

Kemudian ajudan pergi keluar untuk minum kopi dan meninggalkan ia berdua tanpa sepengetahuannya, pintu ditutup dan lampu dimatikan.

BACA JUGA :  Gempa Berkekuatan 5,2 SR Guncang Pesisir Selatan dan Beberapa Wilayah di Sumbar Lainnya

Setelah ditinggal berdua, AS bekerja selama kira kira 15 menit bersama PH, kemudian PH pergi sholat.

Selesai bekerja, AS mengunci ruangan kerja dan duduk di kursi sofa menelepon temannya sambil buka jilbab untuk sholat.

“Setelah PH Sholat, baru saya pergi sholat, PH duduk di sofa tamu dan saya pergi sholat. Di ruang tamu saya tidak mengetahui apa yang dilakukan PH karena saya sedang sholat dan tak mengetahui apa yang dilakukannya,” sebut AS lagi.

“Saat saya shalat itulah terdengar suara ribut-ribut dari luar dan menuding ada narkoba dalam kantor,” ujar AS.

Ia mendengar PH membuka pintu. Setelah itu saya duduk diam karena panik mendengar suara ramai masuk kantor. Setelah itu datang masa dan langsung ribut menuduh kami melakukan perbuatan zina.

Saat itu ia ketakutan karena tidak memiliki hubungan khusus dengan PH seperti tuduhan massa.

“Saya dibentak-bentak dan saya tidak bisa menjawab,” katanya sambil mengusap muka di hadapan para awak media.

Setelah massa melakukan pengecekan keseluruh ruangan termasuk lantai dua. Ia hanya terdiam duduk di depan komputer dan mendengar ada tuduhan ia bersama PH berzina.

“Sebelumnya saya pernah membantu PH mengerjakan tugas partai dan staf di Gerindra kebetulan baru dan saya disuruh membantu,” kata AS.

“Saya tegaskan tidak ada hubungan pribadi dengan PH. Saya tidak berzina tetapi berdua di ruangan kantor memang benar dalam rangka membantu tugas PH,” tegas AS mengakhiri. (tim)

Post Views: 545
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemkab Tanah Datar Terus Upayakan Jaringan Internet Bisa Menjangkau Seluruh Nagari

Next

Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Kasat Reskrim Polres Sijunjung Sambangi Panti Asuhan Nurul Iman

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,791)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,277)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,564)

TERBARU

  • Dukungan Terus Mengalir, Universitas Muhammad Nasir Salurkan Bantuan Bencana Bagi Korban Galodo Solok
  • Raysa Razelin Pecahkan Telur Emas Renang Payakumbuh di Porprov Sumbar 2026
  • Senam Payakumbuh Tambah Dua Emas, Target Lima Emas Makin Terbuka
  • Sekda Rida Suntik Semangat Pesilat Payakumbuh, Bonus Emas Rp45 Juta Menanti
Copyright 2026 — Padang Expo