Wako Sampaikan Program Pemerintah Kota Bukittinggi Pada Rapat Paripurna Rekomendasi DPRD Atas LKPJ Walikota Tahun 2022
Padangexpo, Bukittinggi-Walikota Bukittinggi sampaikan berbagai informasi program Pemerintah Kota Bukittinggi dalam rapat paripurna DPRD tentang penyampaian rekomendasi DPRD atas LKPJ Walikota Bukittinggi Tahun Anggaran 2022, di gedung DPRD, Jumat (28/04).
Walikota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, beberapa program pemerintah Kota Bukittinggi. Diantaranya, bidang sosial. Dimana, Pemko dan DPRD selalu konsisten dan bersama-sama untuk melepaskan masyarakat dari jeratan rentenir dengan program Tabungan Ustman. Tercatat pada tahun 2022 Tabungan Ustman menjangkau bantuan modal sebanyak 1.956 UMKM.
“Ini kita buktikan dengan berhasil memperoleh prediket sebagai daerah pembina BUMD terbaik di Tingkat Nasional. Alhamdulillah ini berkat dukungan dan kerjasama semua stakeholder, khususnya Eksekutif dan Legislatif untuk mengimplementasikan Pro Poor Budgeting,” ujar Erman Safar.
Wako, menjelaskan, secara berkesinambungan dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat, pada 17 April lalu, juga telah menyerahkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk 4464 KK se Kota Bukittinggi. Secara general permasalahan sosial selalu menjadi atensi khusus.
Bidang Kesehatan pada tahun ini, kita bersama juga menunjukkan kepedulian kita kepada balita dan lansia dengan memperhatikan ketersediaan asupan gizi. Bagi balita dan lansia, melalui program bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sebelumnya hanya Rp75 ribu saja menjadi Rp500 ribu pada tahun ini.
Dan tak kalah penting, berkat dukungan kita bersama melalui program dan kegiatan Universal Health Coverage (UHC) masyarakat Kota Bukittinggi telah mendapatkan jaminan layanan kesehatan dari Pemerintah Kota Bukittinggi.
Selanjutnya kita juga memberikan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh Ketua RW dan RT se Kota Bukittinggi,” paparnya.
“Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Wako berterimakasih kepada seluruh lembaga adat dan tokoh-tokoh adat khususnya Niniak Mamak, Bundo Kanduang yang telah terlibat langsung dalam program pengisian materi muatan lokal.
Semua ini membutuhkan atensi dan kolaborasi kita bersama, untuk melakukan mitigasi terhadap tindakan perilaku menyimpang seperti LGBT, Prostitusi yang cukup meresahkan kota Bukittinggi ” jelas Wako. (fadhil)
