175 JCH Payakumbuh Dilepas, DPRD Tekankan Disiplin dan Ketahanan Mental di Tanah Suci

175 JCH Payakumbuh Dilepas, DPRD Tekankan Disiplin dan Ketahanan Mental di Tanah Suci

padangexpo.com // Payakumbuh

Sebanyak 175 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kota Payakumbuh resmi dilepas menuju Tanah Suci untuk musim haji 1447 H/2026 M. Momentum sakral itu berlangsung di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (30/04/2026), di tengah harapan besar sekaligus pengingat keras: ibadah haji bukan sekadar perjalanan, melainkan ujian total—fisik, mental, dan spiritual.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menegaskan bahwa para jemaah tidak boleh memandang haji sebagai rutinitas seremonial. Ia mengingatkan, perjalanan ini menuntut kesiapan utuh, mulai dari kesehatan hingga kekuatan batin.

“Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati dan jiwa. Persiapkan diri sebaik mungkin, jaga kesehatan, perbanyak kesabaran, dan luruskan niat hanya untuk Allah SWT,” tegasnya.

Dalam nada yang lebih tajam, Wirman juga menyoroti pentingnya disiplin kolektif selama di Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa kelancaran ibadah tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada kekompakan rombongan.

“Kebersamaan dan kepatuhan terhadap arahan petugas adalah kunci. Jangan berjalan sendiri-sendiri, jangan mengabaikan aturan. Di sana, kesalahan kecil bisa berdampak besar,” ujarnya.

Ia turut menitipkan pesan emosional: agar para jemaah tidak melupakan tanah kelahiran dalam setiap doa yang dipanjatkan.

“Doakan Payakumbuh tetap aman, diberkahi, dan terus maju. Fokuskan hati untuk ibadah, jangan teralihkan urusan duniawi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Payakumbuh, Endra Rinaldi, memaparkan detail teknis keberangkatan yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter).

Kloter 13, yang menjadi rombongan terbesar dengan 161 jemaah, dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Padang pada 7 Mei 2026 dan bertolak ke Jeddah keesokan harinya pukul 07.10 WIB menggunakan penerbangan GIA 3513.

BACA JUGA :  Tinjau Langsung Rehab Mesjid Al-Falah, Bentuk Dukungan Dafrul Pasi Sebagai Putra Pakan Salasa

Sedangkan Kloter 14 yang berjumlah 14 orang akan menyusul pada 9 Mei 2026 pukul 10.45 WIB melalui penerbangan GIA 3514.

Tak hanya keberangkatan, jadwal kepulangan juga telah ditetapkan. Kloter 13 dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 18 Juni 2026, sementara Kloter 14 menyusul dua hari kemudian, tepatnya 20 Juni 2026.

Dari total 175 jemaah, komposisi menunjukkan 84 laki-laki dan 91 perempuan. Rentang usia pun cukup lebar—jemaah tertua berusia 78 tahun atas nama Syahilfa Sainun Jubai, sementara yang termuda, Mohammad Luthfi, baru berusia 18 tahun.

Fakta ini, menurut Endra, menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan jemaah di lapangan.

“Perbedaan usia ini membutuhkan perhatian ekstra, baik dari petugas maupun sesama jemaah. Solidaritas menjadi faktor penting,” ujarnya.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi titik awal dari perjalanan panjang yang sarat ujian. Di balik doa dan harapan, terselip tanggung jawab besar: menjaga nama baik daerah, menjaga kekompakan, dan pulang dengan predikat yang tidak mudah diraih—haji yang mabrur(Ken)