Unsur Penunjang Pada Istano Basa Pagaruyung
Penulis: Anggit Dwi Prayoga
Istano Basa Pagaruyung mempunyai beberapa unsur penunjang yang tak kalah pentingnya dengan unsur utama bangunan pada Istano Basa Pagaruyung. Ada beberapa unsur penunjang pada Istano Basa Pagaruyung, diantaranya adalah:
- Surau
Surau letaknya di belakang Istano. Fungsinya sebagai tempat sholat, belajar, mengaji(membaca Alquran) dan tempat tidur putra raja yang telah akil baliqh atau yang telah berumur 7 tahun ke atas. Disamping mengaji, disinilah mereka di ajarkan Undang Undang adat, Hukum Syara’, sejarah, seni budaya dan bela diri.
- Rangkiang Patah Sambilan
Rangkiang Patah Sambilan berada di halaman Istano Basa Pagaruyung, Rangkiang Patah Sambilan berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi. Rangkiang di Istano Basa Pagaruyung adalah juga sebagai symbol Kemakmuran dan Kekuasaan Alam Minangkabau. Pada rumah-rumah adat Minangkabau, rangkiang di bangun di depan rumah sebanyak dua buah. Kedua Rangkiang itu berbeda fungsinya, namun secara umum rangkiang di gunakan sebagai tempat penyimpanan padi.
Di Istano Basa Pagaruyung, semua rangkiang dijadikan satu rancang bangunany, namun memiliki nama dan sembilan fungsi yang berbeda.
- Tanjung Mamutuih
Tanjung Mamutuih berada pada sisi kanan bangunan Istano Basa Pagaruyung dan terdapat sebuah pohon beringin yang dilingkari oleh batuan yang tersusun rapi. Lokasi ini berfungsi sebagai tempat bermain anak raja, seperti main layang-layang dan sepak tekong.
- Pincuran Tujuah
Pincuran Tujuah terletak di belakang dapur, merupakan tempat permandian keluarga raja. Tapian tampek mandi atau pemandian ini mempunyai tujuh buah pincuran yang terbuat dari batang sampir.
- Tabuah Larangan
Tabuah atau dikenal juga dengan nama beduk, merupakan sebuah yang di buat dari kulit sapi atau kambing, tabuah biasanya di gunakan juga untuk penanda masuknya waktu sholat di masjid atau surau. Tabuah di bunyikan untuk menyampaikan pengumuman dan pemberitahuan kepada masyarakat.
Di Istano Basa Pagaruyung terdapat dua buah tabuah yang disebut dengan Tabuah Larangan, yaitu:
- Tabuah Manggaga Dibumi, yaitu tabuah yang berfungsi untuk menyampaikan pengumuman dan pemberitahuan kepada masyarakat. Dibunyikan apabila terdapat peristiwa yang besar seperti bencana alam, kebakaran, tanah longsor dan lain sebagainya.
- Tabuah Mambang Diawan, tabuah ini berfungsi untuk menyampaikan pengumuman dan pemberitahuan kepada Basa nan Ampek, Rajo Tigo Selo untuk mengadakan rapat/musyawarah serta untuk menyampaikan berita gembira/baik.
- Taman Istano Basa Pagaruyung
Taman Istano Basa Pagaruyung mewakili dan melambangkan semua potensi dan fasilitas daerah Minangkabau agar tampil lebih dikenal, di hormati, lebih di kagumi, lebih cemerlang, lebih produktif, lebih potensial, lebih berarti dan lebih berdaya guna dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, karena potensi dan fasilitas tersebut memperindah Minangkabau dalam arti yang luas.
- Tango
Tango sebutan lainnya dari umbul-umbul, anda akan menjumpai bermacam warna umbul-umbul berdiri(terpajang) pada sebuah peti bunian. Fungsi tango atau umbul-umbul ini adalah tanda mata pelengkap atau cendra mata raja kepada tamunya. Kalau dari unsur Ninik mamak, raja akan memberi tango yang berwarna hitam, dari unsur alim ulama akan mendapat tango berwarna putih, dari unsur laskar akan mendapat tango berwarna kuning emas, dari raja kecil ( ruang kekuasaan yang skala kecil) akan mendapat tango berwarna kuning muda, sedangkan dari unsur pejabat seperti sekretaris atau pegawai akan mendapat tango berwarna ungu.
Narasumber: Dinas Parpora Kabupaten Tanah Datar
