Rapat Paripurna Istimewa DPRD “Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 238” Dimaknai dengan Melakukan Koreksi, Instropeksi dan Evaluasi

Rapat Paripurna Istimewa DPRD “Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 238” Dimaknai dengan Melakukan Koreksi, Instropeksi dan Evaluasi

padangexpo.com (Bukittinggi)

DPRD Kota Bukittinggi gelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 238 tahun 2022, bertempat di Balai Sidang Bung Hatta, Kamis (22/12/22).

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bukittinggi, didampingi Wakil Ketua, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Wakil Gubenur Sumbar, seluruh anggota Dewan, Unsur Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Kepala OPD, Pimpinan BUMN/BUMD, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Alim Ulama, Mantan Wali Kota/Wakil Wali Kota, tokoh Masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Suasana Sidang Paripurna Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 238 tahun 2022, bertempat di Balai Sidang Bung Hatta.

Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Beny Yusrial menyampaikan bahwa Hari ini Kota Bukittinggi memperingati hari jadinya yang ke 238. Dimana, momen peringatan hari jadi kota perlu dimaknai dengan melakukan koreksi, instropeksi dan evaluasi.

Melalui koreksi perbaiki tata kehidupan, melalui instropeksi kita ambil hikmah dari setiap kejadian, melalui evaluasi dari ikhtiar dan usaha yang telah kita lakukan, lalu kita bingkai catatan perjalanan hari ini dan ke depan dengan kerangka kerja yang produktif, kita design sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian.

Apa yang dilihat dengan Bukittinggi hari ini, merupakan upaya maksimal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Pembangunan tidak pernah bisa dilaksanakan tanpa adanya sebuah pemerintahan yang kuat, yaitu antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan DPRD Kota Bukittinggi serta dukungan dari segenap lapisan masyarakat Kota Bukittinggi, ” ujar Beny Yusrial, dalam sambutannya.

Beny mengatakan, kami atas nama DPRD Kota Bukittinggi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas keberhasilan, prestasi serta berbagai penghargaan yang telah diraih.

Baik di bidang pemerintahan, bidang ekonomi, sosial dan budaya serta kepegawaian maupun bidang lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu atas penghargaan yang diperoleh baik tingkat Provinsi maupun Nasional.

“DPRD tentu berharap, adanya inovasi-inovasi baru yang perlu dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya, sehingga apa yang diharapkan bersama, dalam mewujudkan masyarakat Bukittinggi yang lebih sejahtera, damai dan agamis dapat tercapai,” kata Beny.

Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Nur Hasra, menjelaskan, Penetapan HJK setiap tanggal 22 Desember bertujuan untuk mengetahui landasan historis kehidupan suatu kota.

Foto bersama usai pelaksanaan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 238, bertempat di Balai Sidang Bung Hatta.

Pencarian HJK Bukittinggi, berkembang dari keinginan pemerintah dan masyarakat, untuk merujuk pada umur kota yang lebih tua, sesuai kenyataan fisik kota maupun keberadaan masyarakat. Pemko telah membentuk panitia HJK dengan mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan seminar yang melibatkan ahli sejarah.

BACA JUGA :  Laporan Kinerja Tahun ke Empat DPRD Kota Bukittinggi Periode 2019-2024, Pada Tutup Tahun Sidang 2022-2023 dan Buka Tahun Sidang 2023-2024

Dari hasil seminar itu, penetapan hari jadi kota, harus mengandung nilai integratif, nilai inspiratif, nilai aspiratif, nilai patriotisme dan nasionalisme.

“Dari nilai nilai yang terkandung itu, terungkap dalam hasil seminar, bahwa Hari Jadi Kota Bukittinggi diusulkan pada tanggal 22 Desember tahun 1784. Setelah dipelajari dan dibahas oleh pansus DPRD, yang mana dalam surat keputusan nomor 10/SK-II/DPRD/1988 tanggal 15 Desember tahun 1988 dapat menyetujui tanggal 22 Desember 1784 sebagai Hari Jadi Kota Bukittinggi dan berdasarkan SK Wali Kota NO. 188.45-117-1988 tanggal 17 Desember tahun 1988, ditetapkan Hari Jadi Kota Bukittinggi tanggal 22 Desember tahun 1784,” jelas Nur Hasra.

Ketua MUI Bukittinggi yang juga selaku tokoh masyarakat, Aidil Alfin mengatakan, perjalanannya seluruh pemimpin di Kota Bukittinggi memiliki prestasi tersendiri. Termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Erman Safar – Marfendi.

Banyak program yang diluncurkan untuk agama dan masyarakat, seperti Tabungan Utsman, Muatan Lokal dan Satu Kelurahan Satu Rumah Tahfiz.

Wagub Sumbar Audy Joinaldy, saat memberikan sambutan pada kegiatan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 238 tahun 2022.

Program tabungan Utsman ini sangat membantu alim ulama untuk berdakwah memberikan amanah untuk menjauhi riba. Selain itu, manfaat untuk masyarakat sangat dirasa, karena dapat membantu permodalan, tanpa riba dan memberatkan nasabahnya.

“Semoga ini menjadi kebijakan yang berkelanjutan. Kami ucapkan terima kasih pada pemerintah kota yang telah meluncurkan program keagamaan dan program kemasyarakatan tersebut,” kata Aidil Alfin.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, berpijak pada tema peringatan hari jadi kota kali ini, yakni “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat Mendukung Bukittinggi Hebat”, juga diangkat Persiapan Generasi Nasionalis Religius dari Bukittinggi Untuk Indonesia. Ini untuk mengurai benang merah sejarah masa silam dan harapan masa depan yang didambakan.

Pemberian penghargaan pada Tiga Tokoh, bertempat di Balai Sidang Bung Hatta.

“Dalam pergerakan dan perjuangan Bangsa Indonesia untuk membebaskan bangsa dari cengkeraman kekuasaan asing ada sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak tokoh pejuang pergerakan kemerdekaan serta pucuk pimpinan bangsa di awal kemerdekaan berasal dari Minangkabau. Sudah saatnya kita ulang sejarah untuk melahirkan pemimpin dari Bukittinggi untuk Indonesia,” ujar Erman Safar.

Wako mengucapkan terima kasih atas dukungan segenap stakeholder kota dalam gerak langkah pembangunan di kota ini. Tantangan dan tanggungjawab ke depan masih berat, ditengah keterbatasan kemampuan finansial pasca pandemi covid-19.

“Konsentrasi pembangunan daerah harus kita fokuskan untuk aspek pemberdayaan masyarakat di segala lini, yakni pendidikan, kesehatan, kebangkitan ekonomi umat, dan perlindungan sosial. Program pembangunan kota berupa kegiatan-kegiatan yang didanai oleh APBD secara sederhana harus dirumuskan untuk membantu  dan menolong masyarakat miskin, orang-orang susah, anak terlantar, orang tua yang tidak memiliki sanak keluarga, dan menolong keluarga miskin untuk dapat hidup layak, memiliki kesempatan untuk mencari nafkah secara wajar, menyekolahkan anak sampai pada derajat pendidikan setinggi tingginya, mendapatkan layanan Kesehatan tanpa memandang kemampuan ekonomi. Kita tidak ingin lagi terjadi lagi ada warga sakit yang semestinya di rawat di rumah sakit, tetapi terpaksa menggeletak saja di rumah, karena ketiadaan biaya,” ujar Wako.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bukittinggi Melantik "YAZID" Sebagai Anggota DPRD PAW Sisa Masa Jabatan 2019-2024
Foto bersama Ummi Jawaher, wanita inspiratif, tokoh pendiri Panti Asuhan Aisiyah Bukittinggi, bertempat di Balai Sidang Bung Hatta.

Wako memaparkan, Data resmi Biro Pusat Statistik tahun 2021 mencatat masih terdapat  lebih kurang 6.900 jiwa penduduk Bukittinggi yang berada dalam garis kemiskinan, dengan kata lain sebanyak 5,14 % penduduk kota berkategori miskin. Pemerintah daerah dengan dukungan penuh DPRD akan selalu berupaya selalu hadir ditengah mereka, berupaya membantu mereka, berupaya meringankan beban mereka dengan seluruh kekuatan finansial pemerintah.

Program tabungan utsman, dimana melalui belanja subsidi yang tertuang dalam APBD Pemerintah Kota menanggung beban bunga atas pinjaman produktif atau modal usaha masyarakat pelaku ekonomi mikro pada BUMD BPRS Jam Gadang. Program ini telah terlaksana mulai tahun 2022. Dengan anggaran subsidi sebesar 2.5 Milyar, kredit yang dapat dikucurkan BPRS Jam Gadang untuk pelaku usaha mikro sebesar 14.5 Milyar, sementara jumlah penerima kredit sebanyak 1.956 orang.

Pemko juga mencoba memformulasikan anggaran jaminan kesehatan menuju universal coverage health (UHC) mendekati 100 % dalam pengertian, Pemerintah Kota menyediakan anggaran untuk mengikutsertakan seluruh warga kota dalam kepesertaan jaminan Kesehatan melalui BPJS Kesehatan sesuai dengan regulasi kepesertaan BPJS. Estimasi awal, kebutuhan dana APBD untuk UHC ini berkisar sebesar Rp 9 Milyar.

Pimpinan rapat sidang paripurna Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 238 tahun 2022.

Berikutnya dalam merealisasikan wajib belajar 12 tahun sampai tingkat SLTA mulai tahun 2022 kita juga telah menganggarkan belanja bantuan keuangan khusus dan hibah kepada SLTA/SLB Negeri dan Swasta dengan jumlah anggaran sebesar 9,5 Milyar Rupiah. Dengan program ini biaya iuran pendidikan bagi pelajar SD sampai dengan SLTA warga Bukittinggi benar-benar telah bebas sama sekali.

“Kita berupaya akan selalu hadir melalui program-program kegiatan pada Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas P3APPKB, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan seluruh lurah bergerak, camat bergerak dengan satu tekad kami, tidak akan berhenti menolong dan membantu warga, tidak akan pernah berhenti melayani rakyat. Dirgahayu Kota Bukittinggi ke 238,” papar Wako.

BACA JUGA :  DPRD Bersama Pemko Bukittinggi Tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA - PPAS  APBD Tahun Anggaran 2023

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, mengatakan, peringatan Hari jadi ini merupakan momentum penting dalam sejarah perjalanan Kota Bukittinggi. Melalui peringatan ini diajak sejenak menoleh ke belakang untuk belajar dari keberhasilan dan kegagalan yang telah dilewati, serta tetap berpegang kepada tujuan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, yaitu, peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bersamaan dengan itu, kita harus dapat menginventarisir semua tugas yang masih tersisa dan masih belum dapat kita rampungkan pada tahun 2021 lalu. Hanya dengan begitu, peringatan hari Jadi daerah sebagaimana yang kita laksanakan hari ini, tidak menjadi sekadar kegiatan seremonial belaka, tetapi menjadi kegiatan yang memiliki makna evaluatif dan reflektif untuk kita memandang dan berjalan ke depan,” kata Audy Joinaldy.

Wagub mengapresiasi Kota Bukittinggi dengan memiliki empat pasar  induk yang mendukung aktivitas perekonomian yakni, Pasar Atas, Pasar Bawah, Pasar Banto dan Pasar Aur Kuning. Bukittinggi merupakan salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di Sumatera.

Selain itu, Bukittinggi merupakan Kota dengan PDRB terbesar ke-2 di Sumatera Barat setelah Kota Padang, ditopang oleh 2 sektor utama yaitu perdagangan dan jasa.

Kebijakan-kebijakan Pemerintah Kota Bukittinggi guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat juga dapat dikatakan efektif dan relatif berhasil. Hal ini ditandai dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), di mana pada tahun 2020 lalu, realisasi PAD Kota Bukittinggi sebesar Rp 84 Milyar dan pada tahun 2021 menjadi Rp. 91,7 Milyar.

“Selain mengalami peningkatan penerimaan PAD, indikator ekonomi Kota Bukittinggi juga tren positif. Kota Bukittinggi menempati posisi sebagai daerah dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita tertinggi di Sumatera Barat, Selamat Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 238,” kata Wagub.

Pada rapat paripurna Istimewa ini, Pemko Bukittinggi memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh Kota Bukittinggi yaitu kepada Ummi Jawaher, wanita inspiratif, tokoh pendiri Panti Asuhan Aisiyah Bukittinggi. Guru Nawawi, yang merupakan tokoh pendidik Minangkabau, yang terkenal di Sekolah Raja, dan salah satu tokoh utama dalam kemerdekaan Indonesia, khususnya pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yaitu M. Syafrudin Prawiranegara. (Fadhil)