Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Limapuluh Kota/Lapas Kelas III Suliki, Lapas Berbasis Pesantren Pertama di Sumatera Barat
Limapuluh Kota

Lapas Kelas III Suliki, Lapas Berbasis Pesantren Pertama di Sumatera Barat

By admin@domi
06/03/2023

Padangexpo, Limapuluh Kota– Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo bersama Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Barat Haris Sukamto meresmikan Lapas Suliki sebagai Lapas berbasis pesantren pertama di Sumatera Barat. Diselenggarakan di Aula Kantor Bupati, Sarilamak, (06/03/2023), peresmian Lapas berbasis pesantren dilangsungkan pada acara Tabligh Akbar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H disertakan Launching 10 program unggulan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Lapas berbasis pesantren sendiri merupakan suatu program penguatan kepada warga binaan dalam memperdalam ilmu agama layaknya santri yang sehari-hari menuntut ilmu di Pondok Pesantren. Turut hadir dalam peresmian, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Jasman Rizal, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra beserta unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Irwan, Kalapas Suliki Kamesworo, Kepala LPKA Tanjung Pati Sahduriman, Ketua BAZNAS Limapuluh Kota Yulius dan Ketua TP PKK Nevi Safaruddin. Tabligh Akbar yang diikuti oleh sejumlah Kepala Perangkat Daerah di Kabupaten Limapuluh Kota juga diisi dengan Tausiyah agama oleh Ustad Zulfahmi Malin Mudo dan dirangkai dengan sejumlah MoU antara Kemenag Limapuluh Kota, Lapas Suliki, LPKA Tanjung Pati, BAZNAS serta BKMT Limapuluh Kota.

“Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota mengapresiasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) berbasis pesantren yang dicanangkan Lapas Kelas III Suliki, Kita bangga dengan program lapas berbasis pesantren, inovasi pertama di Sumatera Barat. Kerja sama ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan Limapuluh Kota Madani dalam kerangka Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah, terutama dalam mendukung perwujudan 1 nagari 1 Tahfidz,” puji Bupati Safaruddin dalam sambutannya.

Bupati mengatakan, Pemerintah daerah bersama Kementerian Agama memiliki komitmen yang kuat untuk terus melakukan pembinaan agar program Lapas berbasis pesantren tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya secara bertahap. Disisi lain lanjut Bupati Safaruddin, Pemerintah daerah juga mendorong LPKA Kelas IIB Tanjung Pati melalui program unggulan Tahfizd Al-Quran dapat mendidik anak binaan LPKA yang nantinya akan keluar bukan dicap sebagai mantan anak binaan, tapi keluar menjadi para penghafal Al-Qur’an yang membanggakan bagi keluarga dan lingkunganya.

BACA JUGA :  Safaruddin: Camat Representasi Kepala Daerah di Kecamatan

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenkumham Sumbar Haris Sukamto turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang telah membantu mewujudkan inovasi Lapas Suliki dan LPKA Tanjung Pati. “Upaya ini merupakan perwujudan dari perhatian masyarakat terutama pemerintah dalam membina warga pemasyarakatan yang ada di kedua lapas,” ungkap Haris. Kemudian Ia mengatakan, pembinaan yang dibarengi dengan pelajaran spritual akan mampu membawa warga binaan dalam meningkatkan kesadaran untuk lebih baik lagi. “Melalui pembinaan lapas berbasis pesantren kita dapat membangun pondasi di dalam diri warga binaan untuk tidak melakukan pelanggaran hukum di kemudian hari,” tandas Haris Sukamto (Ken)

Views: 799

Tags:

Haris SukamtoLapas berbasis pesantrenSafaruddin
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Eka Putra : Uji Kompetensi Acuan Penempatan PNS Sesuai Potensi

Next

Canangkan ‘Crash Program Polio’ Pemberantasan Penyakit Lumpuh Layu, Bupati Suhatri Bur : Segera Bawa Anak ke Pos Yandu Hingga 12 Maret 2023

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,125)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,733)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,407)

TERBARU

  • Payakumbuh Kehilangan Iwan, Pengabdi Aset Daerah dan Pramuka yang Tetap Aktif hingga Akhir Hayat
  • Imunisasi Bayi Payakumbuh Baru 18,9 Persen, Pemko Gencarkan Program Kejar
  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Kapolres Payakumbuh Turun Langsung Dengar Suara Warga
  • Perumda Tirta Sago Payakumbuh Gelar In-House Training Penurunan NRW, Perkuat Efisiensi dan Kinerja Perusahaan
Copyright 2026 — Padang Expo