Payakumbuh Kehilangan Iwan, Pengabdi Aset Daerah dan Pramuka yang Tetap Aktif hingga Akhir Hayat
padangexpo.com // Payakumbuh
Kepergian Iwan, S.E., meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kota Payakumbuh. Aparatur sipil negara (ASN) yang mengabdikan diri dalam penataan aset daerah sekaligus aktif di Gerakan Pramuka itu wafat pada usia 51 tahun, Jumat (23/10/2026).
Dedikasinya tak hanya tercatat dalam perjalanan karier birokrasi, tetapi juga dalam pengabdiannya kepada generasi muda melalui kegiatan kepramukaan. Bahkan, beberapa hari sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhum masih mengikuti kegiatan perkemahan Pramuka selama lima hari di kawasan Harau.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyambangi rumah duka pada Jumat malam untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama Pemko Payakumbuh, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Almarhum merupakan salah satu putra terbaik yang telah memberikan pengabdian bagi Kota Payakumbuh. Beliau juga sangat aktif dalam kegiatan kepramukaan,” ujar Zulmaeta.
Penghormatan terakhir berlanjut pada Sabtu (24/10/2026) pagi melalui prosesi pelepasan jenazah di rumah duka, Kelurahan Tanjung Gadang Sungai Pinago.
Wakil Wali Kota Elzadaswarman hadir bersama Sekretaris Daerah Rida Ananda, jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, tokoh adat, ulama, serta keluarga besar Gerakan Pramuka untuk mengantarkan almarhum menuju peristirahatan terakhir.
Dalam sambutannya, Elzadaswarman menyebut kepergian Iwan sebagai kehilangan besar bagi keluarga dan rekan-rekan sejawat di lingkungan Pemko Payakumbuh. Ia juga memastikan pemerintah daerah akan membantu penyelesaian hak-hak kepegawaian almarhum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan membantu menyelesaikan hak-hak kepegawaian almarhum sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga memohon maaf atas nama almarhum apabila selama bergaul dan menjalankan tugas terdapat kesalahan,” tuturnya.
Setelah prosesi fardu kifayah, jenazah disalatkan secara berjemaah di Masjid Al-Ihsan Muhammadiyah. Selanjutnya, almarhum dimakamkan di Pandam Pakuburan Tanjung Gadang.
Dedikasi Panjang Menata Aset Daerah
Semasa hidup, Iwan menjabat Kepala Subbidang Penataan Aset pada Badan Keuangan Daerah Kota Payakumbuh. Lulusan S-1 Ekonomi Manajemen dengan pangkat terakhir Penata Tingkat I (III/d) itu meniti karier birokrasi sejak 2007 di Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan.
Perjalanan pengabdiannya berlanjut ketika dipercaya menjadi ajudan wali kota pada 2009. Pada 2013, ia menjabat Kepala Seksi Pendataan Aset Daerah sebelum dipercaya menduduki posisi di Subbidang Penataan Aset sejak 2016.
Di bidang inilah almarhum turut berperan dalam upaya digitalisasi dan penataan aset milik pemerintah daerah. Pekerjaan yang menuntut ketelitian, konsistensi, dan tanggung jawab itu menjadi bagian penting dari pengabdiannya selama bertahun-tahun.
Namun, pengabdian Iwan tidak berhenti di balik meja birokrasi. Di luar tugas kedinasan, ia juga mendedikasikan waktu dan tenaganya sebagai Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Payakumbuh.
Keterlibatannya dalam kepramukaan menunjukkan bahwa pengabdian baginya bukan semata-mata urusan pekerjaan, melainkan juga tentang membangun kebersamaan dan menanamkan nilai-nilai kepada generasi muda.
Fakta bahwa almarhum masih mengikuti kegiatan perkemahan selama lima hari di Harau beberapa hari sebelum wafat menjadi gambaran betapa aktifnya ia menjalankan pengabdian hingga akhir hayat.
Kepergiannya pun meninggalkan kehilangan bagi dua lingkungan yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya: birokrasi pemerintahan dan Gerakan Pramuka.
Mewakili keluarga, Hargem Isla menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir, memberikan penghormatan terakhir, serta mendoakan almarhum.
Ia juga memohon keikhlasan semua pihak untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup.
“Kami memohon keikhlasan Bapak dan Ibu untuk mendoakan almarhum. Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, dan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkasnya.
Kepergian Iwan menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang aparatur tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari kerja, ketulusan, dan jejak kebaikan yang ditinggalkan bagi masyarakat serta lingkungan tempatnya mengabdi.(Ken)