Perumda Tirta Sago Payakumbuh Gelar In-House Training Penurunan NRW, Perkuat Efisiensi dan Kinerja Perusahaan
padangexpo.com // Payakumbuh
Perumda Air Minum Tirta Sago Kota Payakumbuh (PAMTIGO) memperkuat langkah menekan kehilangan air sekaligus membenahi efisiensi perusahaan. Melalui In-House Training Program Penurunan Non-Revenue Water (NRW), jajaran PAMTIGO didorong mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata demi meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, di Aula SMA Negeri 2 Kota Payakumbuh itu menjadi momentum memperkuat kompetensi pegawai dalam mengendalikan kehilangan air yang berpotensi menggerus pendapatan perusahaan.
Direktur Utama PAMTIGO, Dr. Prety Diawati, S.Sos., MM., berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan formalitas, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta harus diterapkan untuk memperkuat kinerja serta mendorong kemajuan perusahaan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dewan Pengawas PAMTIGO, Marta Minanda, yang mewakili Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Wali Kota Payakumbuh, menegaskan bahwa peningkatan kinerja perusahaan harus ditopang langkah konkret dan terukur.
Ia menyoroti tiga aspek penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni penurunan NRW, penambahan sumber air, dan optimalisasi penagihan pelanggan.
Ketiganya dinilai saling berkaitan dalam menjaga efisiensi operasional, keberlanjutan pasokan air bersih, serta kesehatan keuangan perusahaan.
Penurunan NRW menjadi salah satu pekerjaan penting karena air yang telah masuk ke sistem distribusi, tetapi tidak menghasilkan pendapatan, dapat mengurangi efisiensi pengelolaan perusahaan. Kehilangan tersebut bisa terjadi akibat kebocoran jaringan maupun faktor nonfisik, seperti ketidakakuratan meter dan pencatatan pemakaian air.
Karena itu, pengendalian NRW tidak cukup hanya mengandalkan pembenahan teknis jaringan. Akurasi pencatatan, koordinasi antardivisi, dan pengelolaan pelanggan juga harus diperkuat agar upaya menekan kehilangan air memberikan hasil optimal.
Di sisi lain, penambahan sumber air diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan, sedangkan efektivitas penagihan berperan penting dalam menopang operasional perusahaan.
Marta berharap seluruh peserta mampu menerapkan hasil pelatihan di lingkungan kerja masing-masing. Ia juga mendorong seluruh jajaran PAMTIGO memperkuat koordinasi dan menjalankan program perusahaan secara terukur dengan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber Lintong Hutasoit, Hendry Darwin, dan tim Watermen. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengendalian kehilangan air serta penerapannya dalam pengelolaan perusahaan air minum.
Menutup kegiatan, Prety kembali mengajak seluruh pegawai menjaga kebersamaan, saling mendukung, dan membangun komitmen untuk terus meningkatkan kinerja PAMTIGO.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para narasumber atas ilmu dan pengalaman yang dibagikan, serta kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan selama akhir pekan.
Bagi PAMTIGO, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pelatihan benar-benar terlihat dalam kinerja perusahaan. Penurunan kehilangan air, penguatan sumber pasokan, dan peningkatan efektivitas penagihan harus berjalan beriringan agar efisiensi meningkat dan pelayanan kepada pelanggan semakin andal.
Dengan komitmen bersama dan penerapan hasil pelatihan secara konsisten, PAMTIGO diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kota Payakumbuh secara lebih optimal.(Ken)