Ratusan Guru Padati Tablig Akbar PGRI, Wawako Tegaskan Peran Strategis Guru sebagai Pilar Peradaban

Ratusan Guru Padati Tablig Akbar PGRI, Wawako Tegaskan Peran Strategis Guru sebagai Pilar Peradaban

padangexpo.com // Payakumbuh

Ratusan guru dari berbagai penjuru Kota Payakumbuh memadati Masjid Istiqomah, Koto Nan Ampek, Sabtu (11/4/2026). Mereka hadir dalam Tablig Akbar yang digelar Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Payakumbuh dalam rangka halalbihalal 1447 Hijriah—sebuah momentum yang tak sekadar seremonial, tetapi penguatan moral dan spiritual para pendidik.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, hadir langsung memenuhi undangan, sekaligus menyampaikan pesan dari Wali Kota Zulmaeta yang berhalangan hadir.

“Atas nama pribadi dan Wali Kota, kami menyampaikan permohonan maaf. Namun perhatian beliau kepada para guru tidak pernah berkurang,” ujar Elzadaswarman membuka sambutannya.

Di hadapan para pendidik, ia menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang refleksi dan penguatan ukhuwah setelah Idul Fitri.

“Ini bukan hanya bersalaman. Ini tentang memperbaiki hubungan, memperkuat silaturahmi, dan menyatukan kembali semangat mendidik,” tegasnya.

Lebih jauh, Elzadaswarman menempatkan guru pada posisi strategis: fondasi utama dalam membangun peradaban. Menurutnya, kualitas masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas guru hari ini.

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tugasnya berat, tapi sangat mulia. Pemerintah akan terus hadir mendukung peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru,” ujarnya.

Tablig Akbar ini juga menghadirkan penceramah Doni Putra yang menyampaikan tausiyah dengan pesan mendalam. Ia mengajak para guru menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun profesional.

“Guru adalah penerus para nabi. Memaafkan harus dari hati, dan Syawal harus jadi awal perubahan diri yang lebih baik,” pesannya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Payakumbuh, Ananda Putra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga memperkuat nilai spiritual di kalangan guru.

BACA JUGA :  Dihadiri Wako Payakumbuh, 33 Orang Siswa Ikuti Khatam dan Hafizh Al-Quran

“Kami ingin guru tidak hanya kuat secara intelektual, tapi juga spiritual. Ini bagian dari ikhtiar itu,” ujarnya.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan saling bersalaman, mempertegas nuansa kekeluargaan yang kental. Namun lebih dari itu, kegiatan ini mengirim pesan kuat: di tengah berbagai tantangan zaman, guru tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga arah dan masa depan generasi(Ken)