Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Artikel/Opini/CONNFEST Gelar Teras Literasi di Surakarta, Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Digital
Artikel/Opini

CONNFEST Gelar Teras Literasi di Surakarta, Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Digital

By dirman321
13/08/2026

Surakarta — CONNFEST 2026 Chapter Surakarta menggelar Teras Literasi di Rumah Banjarsari, Surakarta, Rabu (12/8). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, ini menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda, kreator, dan komunitas untuk memperkuat literasi, bertukar gagasan, membangun jejaring, serta mendorong lahirnya karya dan konten positif bagi Indonesia.

Kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan yang diisi sambutan Ketua Pelaksana Evantio Yudhistira dan Tuan Rumah Rumah Banjarsari, Zen Zulkarnain.

Dalam sambutannya, Evantio Yudhistira menekankan bahwa literasi tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, literasi juga berarti kemampuan memilah informasi, memahami konteks dan kepentingan di balik sebuah narasi, membedakan gejala dengan akar persoalan, serta menggunakan pengetahuan untuk merumuskan solusi.

Evantio kemudian mengajak peserta melihat persoalan tersebut melalui pertanyaan “In This Economy?”. Menurutnya, pertanyaan itu penting untuk memahami kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat hari ini, termasuk siapa yang memperoleh keuntungan dan siapa yang menanggung dampaknya.

Dari pertanyaan tersebut, Evantio kemudian membahas istilah “Serakahnomics”, yaitu kondisi ketika keuntungan ditempatkan sebagai tujuan utama tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat. Ia menyinggung berbagai bentuknya, mulai dari penguasaan sumber daya oleh segelintir kelompok, korupsi, oligarki, eksploitasi sumber daya alam, hingga praktik “asal untung” yang dapat merugikan petani, nelayan, buruh, UMKM, dan industri nasional.

Dalam pembahasan yang sama, Evantio juga mengangkat istilah “hantam kromo”, yang sebelumnya digunakan Bung Karno untuk menggambarkan tindakan serampangan tanpa ukuran dan pertimbangan. Dalam konteks ruang digital, fenomena tersebut dapat terlihat ketika informasi diterima begitu saja, disebarkan tanpa verifikasi, kemudian digunakan untuk menghakimi. Hoaks, post-truth, echo chamber, algoritma media sosial, hingga informasi yang dihasilkan AI membuat kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting.

BACA JUGA :  Dampak Perubahan Iklim Global dan Cara Mengurangi Risikonya

Karena itu, Evantio mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi dan penonton pembangunan. Generasi muda harus mampu menguji informasi, memproduksi pengetahuan, menguasai teknologi, menciptakan karya, membangun usaha, membuka peluang, dan menghadirkan solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan bangsa.

Sementara itu, Tuan Rumah Rumah Banjarsari, Zen Zulkarnain, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Teras Literasi sebagai ruang perjumpaan bagi generasi muda, kreator, dan komunitas. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi serta membuka ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan di Surakarta.

Talkshow Penguatan Literasi Digital

Setelah pembukaan, kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan talkshow bertema “Penguatan Literasi Digital untuk Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian dalam Mendukung Program Asta Cita.”

Talkshow menghadirkan Dr. Sawitri, S.Sn., M.Hum., Giri Lumakto, S.Pd., M.Ed., dan Moh Novriandi.

Dr. Sawitri membahas pentingnya literasi digital sebagai kemampuan mencari, memahami, mengevaluasi, dan membuat informasi secara bijak. Ia juga menjelaskan ciri-ciri hoaks serta bahaya ujaran kebencian di media sosial. Kegiatan literasi juga harus di lakukan di desa desa.

Sementara Giri Lumakto, S.Pd., M.Ed., Pandu Digital KOMDIGI dan Digital Literacy and AI Training Manager MAFINDO, membahas penguatan literasi digital untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian. Ia menyoroti bagaimana ujaran kebencian dapat mengeksploitasi perbedaan, merusak martabat individu maupun kelompok, serta berdampak terhadap kehidupan demokrasi.

Adapun Moh Novriandi membawakan materi Cognitive Warfare yang membahas perang kognitif di era digital, termasuk bagaimana algoritma bekerja dalam menyortir, menyaring, menentukan peringkat, dan merekomendasikan konten kepada pengguna. Pembahasan ini menyoroti bagaimana media sosial dapat menjadi salah satu ruang yang memengaruhi cara berpikir dan persepsi masyarakat.

Rangkaian pembukaan dan talkshow hari pertama tersebut menegaskan pentingnya generasi muda memiliki kemampuan literasi yang kuat di tengah derasnya arus informasi. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi, tetapi perlu mampu berpikir kritis, menguasai teknologi, menciptakan karya, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat dan bangsa.

BACA JUGA :  Anak Jalanan dan Napza

Semangat tersebut sejalan dengan upaya mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan generasi yang kritis tetapi konstruktif, kreatif tetapi berkarakter, menguasai teknologi, serta tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Rangkaian CONNFEST 2026 Chapter Surakarta: Teras Literasi akan berlanjut pada Kamis (13/8) dengan berbagai kegiatan, termasuk AI Content Creator Bootcamp, diskusi, screening film, pertunjukan musik, dan aktivitas komunitas literasi. (*/man)

Post Views: 66
Author

dirman321

Follow Me
Other Articles
Previous

Dua Personel Di-PTDH, Polres Payakumbuh Tegaskan Pelanggaran Ada Konsekuensi

Next

Wako Ramadhani Terima Kunjungan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,768)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,249)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,538)

TERBARU

  • Payakumbuh Bidik 40 Emas di Porprov XVI, Anggaran Rp7 Miliar Lebih Disiapkan
  • Karang Taruna Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Bergerak di Sosial, Zulmaeta Buka Jalan Bisnis Maggot
  • APBD 2027 Payakumbuh Diperketat, Belanja Pegawai Dipatok Maksimal 30 Persen
  • Payakumbuh Juara, 115 Tenaga Konstruksi Ditempa: Sertifikasi Jadi Senjata Naikkan Mutu Pembangunan
Copyright 2026 — Padang Expo