Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Rp12,9 Miliar Digelontorkan untuk Pertanian Payakumbuh, Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Jadi Taruhan
Payakumbuh

Rp12,9 Miliar Digelontorkan untuk Pertanian Payakumbuh, Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Jadi Taruhan

By admin@domi
17/10/2026

padangexpo.com // Payakumbuh 

Pemerintah Kota Payakumbuh menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp12,9 miliar. Suntikan anggaran lintas sektor ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pertanian, memodernisasi alat mesin pertanian (alsintan), mengembangkan komoditas unggulan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Bantuan tersebut disalurkan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Tani Nasional, Hari Ayam dan Telur, Hari Ikan Nasional, serta Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) di Terminal Agribisnis Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Rabu (14/10/2026).

Nilai bantuan yang mencapai Rp12,9 miliar itu menjadi suntikan penting bagi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Namun, lebih dari sekadar besarnya anggaran, efektivitas pemanfaatan bantuan menjadi kunci agar dukungan pemerintah benar-benar berdampak pada produktivitas usaha tani dan pendapatan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan nilai tambah hasil pertanian.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan anggaran yang bersumber dari APBN, sehingga berbagai kebutuhan kelompok tani dan pelaku usaha sektor agrikultur dapat didukung melalui program lintas sektoral.

“Pemerintah Kota Payakumbuh mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan dari APBN tersebut. Kita berharap, kesejahteraan petani kita juga meningkat,” ujar Rida.

Infrastruktur, Alsintan, hingga Pengembangan Komoditas

Bantuan senilai Rp12,9 miliar tersebut berasal dari sejumlah sumber pendanaan, mulai dari APBN, APBD Provinsi Sumatera Barat, hingga APBD Kota Payakumbuh.

Dukungan dari Satuan Kerja 013 Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) menyasar 81 kelompok tani. Programnya meliputi pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), optimalisasi lahan nonrawa, irigasi perpompaan (Irpom), IRPA, serta pembangunan dam parit.

BACA JUGA :  55 Tahun Payakumbuh: Refleksi Sejarah, Uji Sinergi di Tengah Tantangan Pembangunan

Intervensi ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dasar pertanian. Akses jalan yang memadai dan ketersediaan air menjadi faktor penting dalam memperlancar mobilitas sarana produksi, menekan hambatan distribusi hasil panen, serta menjaga keberlangsungan musim tanam.

Sementara itu, bantuan dari Satker 08 Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menyasar 12 kelompok tani, satu gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan empat Brigade Alat Mesin Pertanian.

Bantuan tersebut berupa mesin perontok padi (power thresher), traktor roda empat, traktor roda dua, serta pompa air berkapasitas tiga inci.

Modernisasi alsintan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat pengolahan lahan, dan mengurangi ketergantungan petani terhadap metode kerja konvensional. Dengan dukungan teknologi yang tepat, petani diharapkan dapat bekerja lebih efektif dan meningkatkan daya saing usaha taninya.

Dukungan berikutnya datang dari BLIP Medan yang menyasar 110 kelompok. Programnya mencakup pengembangan komoditas jagung, pisang, dan bawang, inovasi granula jarwo, penanggulangan bencana HM, serta pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar).

Dari anggaran daerah, Pemko Payakumbuh menyalurkan hibah APBD kepada empat kelompok tani untuk mendukung pembangunan JUT, RJIT, dan pengadaan alsintan.

Adapun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan berupa cultivator dan traktor roda dua bagi empat kelompok tani.

Ragam bantuan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan sektor agrikultur tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur, teknologi, pengembangan komoditas, dan penguatan kelembagaan petani.

DPRD Tekankan Kesejahteraan dan Regenerasi Petani

Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra menegaskan, pembangunan sektor pertanian harus ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan daerah. Peningkatan produksi perlu berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan, pemenuhan gizi masyarakat, dan penciptaan lingkungan yang sehat.

BACA JUGA :  Terkait Isu Jabatan Penjabat Wako Payakumbuh, Rida Ananda Sampaikan Ini

Menurutnya, tantangan pertanian ke depan tidak cukup dijawab dengan bantuan sarana dan prasarana. Petani juga membutuhkan akses teknologi, kemitraan usaha, serta peluang ekonomi yang mampu menjamin keberlanjutan profesi mereka.

“Pembangunan sektor pertanian tidak hanya soal produksi, tapi juga soal kesejahteraan petani, regenerasi dan penggunaan teknologi. Diperlukan juga kemitraan antara pemerintah, pengusaha dan petani dalam perkembangan ekonomi pertanian,” kata Wirman.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh. Bantuan pemerintah perlu diikuti pendampingan, pemanfaatan sarana secara optimal, dan penguatan akses pasar agar hasil produksi tidak berhenti pada peningkatan volume, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Jadi Perhatian

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna menjelaskan, puncak peringatan Hari Tani Nasional, Hari Ayam dan Telur, Hari Ikan Nasional, serta World Rabies Day berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Payakumbuh memperkuat sektor agrikultur sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ketahanan pangan, konsumsi pangan bergizi, serta pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular.

Sejumlah kegiatan digelar dengan melibatkan petani, peternak, pembudidaya ikan, penyuluh pertanian, petugas kesehatan hewan, dan pelaku usaha.

Rangkaian acara meliputi dialog pertanian, bazar hasil tani, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan rabies, lomba senam gemar ikan, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

“Kegiatan ini diikuti para petani, peternak, pembudidaya ikan, penyuluh, petugas kesehatan hewan, dan pelaku usaha. Rangkaiannya diisi dengan acara dialog pertanian, bazar hasil tani, cek kesehatan gratis, cek rabies, lomba senam gemar ikan, dan kegiatan lainnya,” ujar Nila.

Dengan kucuran bantuan Rp12,9 miliar dan rangkaian program lintas sektor tersebut, Payakumbuh memiliki modal untuk memperkuat fondasi pertanian dan ketahanan pangan daerah.

BACA JUGA :  Terima Kunjungan Dandenpom 1/4, Rida Ananda Berharap Sinergitas Lintas Sektor Semakin Baik

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap bantuan memberikan hasil terukur: produktivitas meningkat, biaya usaha lebih efisien, nilai jual hasil panen membaik, dan kesejahteraan petani benar-benar terdongkrak. Sebab, keberhasilan pembangunan pertanian bukan semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang disalurkan, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan petani.(Ken)

Views: 16
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Dari Tertinggal Jadi Juara! Payakumbuh Rebut Emas Sepak Bola Porprov Lewat Drama 120 Menit

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,086)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,720)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,385)

TERBARU

  • Rp12,9 Miliar Digelontorkan untuk Pertanian Payakumbuh, Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Jadi Taruhan
  • Dari Tertinggal Jadi Juara! Payakumbuh Rebut Emas Sepak Bola Porprov Lewat Drama 120 Menit
  • Api Los Batiah Mengamuk, 24 Petak Dagangan Hangus, Kerugian Miliaran Berhasil Dicegah
  • Berlangsung Meriah dan Penuh Keakraban, Wako Solok Ramadhani Putra Tutup Rangkaian RSBG 2026 Disela Silek Tuo Unjuk Tradisi
Copyright 2026 — Padang Expo