Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/APBD Payakumbuh 2027 Diproyeksi Rp834 Miliar
Payakumbuh

APBD Payakumbuh 2027 Diproyeksi Rp834 Miliar

By admin@domi
14/08/2026

padangexpo.com //  Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh bersama DPRD Kota Payakumbuh menyepakati arah kebijakan anggaran 2027 dengan proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp789,21 miliar dan belanja mencapai Rp834,05 miliar.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 serta Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kota Payakumbuh, Jumat (14/8/2026).

Tak hanya menyepakati arah anggaran 2027, Pemko dan DPRD juga menyetujui perubahan kebijakan anggaran 2026. Dalam Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat dari Rp650,29 miliar menjadi Rp789,75 miliar. Sementara belanja naik dari Rp752,34 miliar menjadi Rp886,92 miliar.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menegaskan, kesepakatan tersebut menjadi pijakan penting dalam menentukan arah pembangunan sekaligus pengelolaan keuangan daerah.

“Kesepakatan ini menunjukkan komitmen dan kesepahaman bersama antara eksekutif dan legislatif dalam menentukan arah pembangunan serta pengelolaan keuangan daerah,” kata Zulmaeta.

Berdasarkan KUA dan PPAS 2027, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp789.213.057.012, sedangkan belanja mencapai Rp834.051.455.676. Kondisi tersebut, menurut Zulmaeta, menuntut pemerintah daerah semakin cermat dalam mengelola ruang fiskal.

Ia menekankan, ukuran keberhasilan APBD bukan terletak pada besarnya anggaran yang tersedia, melainkan sejauh mana belanja tersebut menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang paling penting bukan seberapa besar anggaran yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat dan kontribusinya terhadap pencapaian target pembangunan daerah,” tegasnya.

Untuk Perubahan APBD 2026, penyesuaian anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kemampuan fiskal daerah, kebijakan pemerintah pusat, tambahan Transfer ke Daerah (TKD), kebutuhan pembangunan prioritas serta pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) hasil audit.

“Penyesuaian anggaran ini kita perlukan agar APBD 2026 tetap mampu merespons kebutuhan masyarakat dan menjaga kesinambungan pelayanan publik serta pembangunan daerah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sekdako Payakumbuh Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Limbukan

Tambahan TKD akan diarahkan sesuai ketentuan pemerintah pusat, termasuk untuk mendukung pelayanan publik, program pembangunan prioritas dan kebutuhan pemulihan pascabencana.

Sementara dalam penyusunan APBD 2027, Pemko Payakumbuh menempatkan efektivitas, efisiensi, transparansi dan penganggaran berbasis kinerja sebagai prinsip utama. Setiap program dituntut memiliki indikator yang jelas dan selaras dengan target pembangunan serta kebutuhan masyarakat.

“Efisiensi bukan hanya memangkas anggaran, tetapi memastikan tidak ada belanja yang tidak prioritas, mengurangi pemborosan dan memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat yang jelas,” kata Zulmaeta.

Hasil kesepakatan tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan perangkat daerah dalam melanjutkan penyusunan dokumen anggaran. Seluruh perangkat daerah diminta menyesuaikan program dan kegiatan dengan kesepakatan bersama DPRD.

Zulmaeta juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Payakumbuh atas pandangan, kritik dan masukan selama proses pembahasan anggaran.

Ia menilai perbedaan pandangan dalam pembahasan APBD merupakan bagian dari dinamika demokrasi sekaligus fungsi pengawasan legislatif.

“Pada akhirnya, seluruh perbedaan itu harus kita satukan untuk menghasilkan APBD yang sehat, kredibel, responsif dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Kota Payakumbuh,” pungkasnya(Ken)

Post Views: 87
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Zulmaeta: Pidato Presiden Jadi Arah Pembangunan Payakumbuh

Next

Rumah Kompos Sago Mandiri, Inovasi Polisi Payakumbuh Tembus Nominasi Kompolnas Awards

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,769)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,251)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,539)

TERBARU

  • Bangkit Bersama Arosuka ? Pemko Solok Tunda RSBG, Kegiatan Dimulai 10 – 13 Oktober
  • Payakumbuh Bidik 40 Emas di Porprov XVI, Anggaran Rp7 Miliar Lebih Disiapkan
  • Karang Taruna Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Bergerak di Sosial, Zulmaeta Buka Jalan Bisnis Maggot
  • APBD 2027 Payakumbuh Diperketat, Belanja Pegawai Dipatok Maksimal 30 Persen
Copyright 2026 — Padang Expo