Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Limapuluh Kota/Berupaya Tingkatkan Perekonomian Petani Gambir, Bupati Limapuluh Kota Diskusi Dengan Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu
Limapuluh Kota

Berupaya Tingkatkan Perekonomian Petani Gambir, Bupati Limapuluh Kota Diskusi Dengan Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu

By admin@domi
17/04/2025

padangexpo.com , Limapuluh Kota- Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat salah satunya petani gambir. Bupati Safni Sikumbang menyebutkan hampir 90% produksi gambir yang merupakan komoditas ekspor, dihasilkan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Namun, hingga saat ini Petani gambir belum menikmati hasil tanaman primadona tersebut. Untuk itu, Pemkab Lima Puluh Kota berkomitmen menggeber produksi gambir melalui kerja sama dengan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

Hal itu disampaikan Bupati Safni Sikumbang saat berdiskusi dengan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharan Kemenkeu Sumatera Barat, Syukriah, sejumlah Kepala OPD, Camat dan Wali Nagari penghasil gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu, (16/04/2025).

“Produk gambir adalah salah satu komoditas pertanian di Sumbar yang meski kita seriuskan dan kita tingkatkan industrinya. Kualitasnya harus selalu kita jaga. Apalagi 90 persen kebutuhan gambir dunia ada di Sumbar,” ujar Bupati Safni dilain sambutannya.

Bupati Safni mengatakan, melalui program besutan Kemenkeu dan LPEI itu, diharapkan adanya perubahan pola pertanian yang dimulai dari pra tanam hingga hilirisasi produk.
“Kendala terbesar yang kami rangkum dari sejumlah petani gambir terkait dengan hilirisasi produk. Mereka takut hasil gambirnya tidak diserap oleh pasar, hal ini juga dipicu oleh para tengkulak nakal yang seenaknya mengatur harga dan ini menyebabkan ketidakpastian ekonomi bagi para petani,” terang Bupati Safni.

Bupati berharap, Program Desa Devisa dapat diwujudkan demi mendorong produktifitas ekspor dan peningkatan nilai tambah bagi petani gambir.

“Pertemuan ini jadi langkah awal dalam upaya kita mensejahterakan petani sekaligus akan memotivasi seluruh stakeholder untuk menciptakan sinergi dalam rangka meningkatkan produktifitas dan nilai jual gambir Lima Puluh Kota secara global, sehingga mampu berkontribusi bagi pengembangan ekspor yang pada akhirnya dapat meningkatkan devisa negara,” pungkas Bupati Safni.

BACA JUGA :  Diserahkan Wabup, Satu Warga Talang Maur Terima Bantuan RTLH

Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Sumbar, Syukriah mengatakan, Lima Puluh Kota memiliki banyak potensi untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar salah satunya adalah Komoditas Gambir.

“Kami mendorong Pemkab Lima Puluh Kota untuk bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menciptakan Desa Devisa. Melalui program Desa Devisa ini petani gambir akan diarahkan untuk memperbesar aksesnya guna mencapai sosial ekonomi yang lebih baik,” ulas Syukriah.

Syukriah menjelaskan LPEI juga akan melakukan pendampingan, modernisasi pertanian gambir, sertifikasi hingga marketnya akan dibantu.

“Kalau kita bisa mewujudkan desa devisa, PAD Kabupaten Lima Puluh Kota akan bertambah, dan itu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambah Syukriah.

Wali Nagari Mangilang, Kecamatan Pangkalan, Noviardi menyambut baik program ini. “Selama ini, harga komoditas gambir tidak stabil dan diatur seenakmya oleh tengkulak nakal walaupun komoditas itu dimiliki oleh petani kita. Kita tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga sehingga para petani tidak memiliki kepastian perekonomian. Besar harapan kami, Pemerintah Pusat hingga Kabupaten bisa hadir untuk memastikan hilirisasi produk guna menciptakan stabilitas harga, harap Noviardi.

Wali Nagari Mangilang itu berharap komitmen bersama akan berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat. (Ken)

Views: 326
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Prosesi Adat, Datang Dianta, Pai Balapeh Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar Periode 2025-2030

Next

Tempat Hiburan Malam Berkedok Cafe di Pakan Sinayan Disegel

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,184)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,762)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,452)

TERBARU

  • Dijemput dari Pekanbaru untuk Diedarkan di Payakumbuh, Dua Pria Diciduk dengan 2,2 Kg Ganja dan Sabu
  • Tekan Pengangguran, Polres Payakumbuh Gandeng BLK: POLIRAN Jadi Jembatan Warga Menuju Dunia Kerja
  • Kapolres Payakumbuh Turun ke Warung Warga, Bangun Komunikasi Tanpa Sekat Demi Jaga Kamtibmas
  • Kombinasi Warna Cat Tembok yang Bagus agar Interior Rumah Terasa Lebih Luas
Copyright 2026 — Padang Expo