Cegah Stunting, Nagari Padang Laweh Selatan Gelar Pelatihan Sekaligus Meningkatkan SDM Kader Posyandu

Cegah Stunting, Nagari Padang Laweh Selatan Gelar Pelatihan Sekaligus Meningkatkan SDM Kader Posyandu

padangexpo.com (Sijunjung)

Hingga saat ini, Stunting masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kabupaten Sijunjung, seluruh Organisasi Perangkat Daerah, Stakeholder, lembaga masyarakat dan unsur masyarakat saling bahu membahu mewujudkan penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sijunjung.

Salah satunya Padang Laweh Selatan, yang merupakan Nagari termuda di Kabupaten Sijunjung yang berbatasan dengan Ibu Kota Kabupaten Sijunjung, di Muaro Sijunjung.

Nagari Padang Laweh Selatan harus berupaya keras untuk bisa menjadi Nagari penyangga dalam pembangunan. Tidak saja penyangga dalam penyediaan pangan, namun termasuk didalamnya penyangga dalam ketersediaan generasi dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Saat ini, angka stunting di Nagari Padang Laweh Selatan masih di angka 15%. Meskipun jauh dibawah rata-rata Kabupaten Sijunjung, namun selalu dilakukan upaya untuk menurunkan angka, namun yang lebih utama adalah pencegahan stunting untuk masa yang akan datang.

Maka dari itu, Pelatihan kader Posyandu dilaksanakan guna memenuhi tujuan tersebut.

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Wisma Keluarga dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ny Riri Benny Dwifa didampingi oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kabupaten Sijunjung (Delvi Sunairi, SE), Pj. Wali Nagari Padang Laweh Selatan (Feri Ferdian Saputra, S.Kom, MM) dan Ketua BPN Nagari PLS (Yos Jodi) Dalam pembukaannya, Ny Riri Benny Dwifa sekaligus menyampaikan materi dengan judul Pencegahan Stunting dengan Perbaikan Pola Makan dan Pola Asuh Anak, Selasa (25/7).

Sedangkan, untuk materi kedua Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Pemenuhan Gizi Cegah Stuting disampaikan oleh Ning Wisma Utami, SP, MSi (Dinas Pangan dan Perikanan).

Materi ketiga dengan Judul Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui Pemenuhan Kesejahteraan Bayi 1000 hari Pertama oleh Kepala Puskesmas Dinas Kesehatan.

BACA JUGA :  Diikuti 19 Pengurus Forikan Kabupaten/Kota se Sumbar, Ketua Forikan Riri Benny Dwifa Sampaikan Beberapa Program

Dan, materi keempat adalah dari Pendamping Desa dengan judul Pemetaan Potensi Keluarga dan Rencana Aksi dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting.

Adapun, ke empat materi disampaikan dalam pelatihan ini guna memberikan pemahaman yang sama dalam pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Nagari Padang Laweh Selatan.

Program Kementerian Kesehatan yang berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri, BKKBN dan Badan Pangan Nasional menekankan bahwasanya pemenuhan gizi untuk pencegahan dan penanggulangan stunting harus memanfaatkan sumberdaya lokal, sesuai kearifan lokal, mudah dijangkau dan mengandung gizi yang cukup untuk pencegahan dsn pemenuhan gizi dalam penanganan serta penanggulangan stunting.

Hal inilah yang harus difahami bersama antar lintas sektoral dan seluruh kader Posyandu, Nakes dan pendamping guna pencegahan dan pewujudan penurunan angka stunting di Padang Laweh Selatan khususnya dan di Kabupaten Sijunjung pada umumnya.