Curi Motor, Nongkrong di Kedai Tuak: Aksi Licin SON Berakhir di Bui
padangexpo.com // Payakumbuh
Aksi lihai SON (54), warga Jorong Sopan, Kenagarian Simpang Kapuak, Kecamatan Guguk, akhirnya terhenti di tangan aparat. Pria paruh baya itu diringkus Tim Opsnal Satreskrim Polres Payakumbuh saat tengah asyik nongkrong di sebuah kedai tuak di Kelurahan Labuah Baru, Payakumbuh Utara, Jumat (10/10).
Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kasat Reskrim IPTU Andrio Siregar, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa penangkapan SON merupakan hasil pengembangan kasus pencurian sepeda motor yang terjadi dua hari sebelumnya di Kelurahan Tigo Koto Diateh, Payakumbuh Utara.
“Dari hasil penyelidikan, SON juga diduga kuat terlibat dalam tiga kasus curanmor lainnya di wilayah Kota Payakumbuh,” ujar Kasat Reskrim.
Modus yang digunakan SON terbilang klasik namun mematikan: memanfaatkan kelengahan pemilik yang meninggalkan kunci di motor. “Pelaku beraksi cepat, hanya menunggu momen ketika korban lengah,” tambahnya.
Polisi berhasil menyita empat unit sepeda motor hasil curian, di antaranya dua unit Honda Vario dan satu Honda Beat tanpa nomor polisi. Barang bukti ditemukan di sebuah showroom di Jorong Balai Talang, Kenagarian Bakiah, serta di lokasi lain sekitar Kecamatan Guguk.
Namun penemuan tak berhenti di sana. Saat melakukan penggeledahan di showroom tersebut, petugas juga menemukan 11 unit sepeda motor tanpa surat-surat resmi. Pemilik showroom tidak mampu menunjukkan dokumen kepemilikan yang sah, sehingga seluruh kendaraan turut diamankan ke Mapolres Payakumbuh.
Kasat Reskrim menegaskan, temuan itu membuka dugaan adanya jaringan penjualan motor hasil curian di wilayah Guguk dan sekitarnya. “Kami masih mendalami apakah showroom tersebut terlibat dalam praktik penadahan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap aksi pencurian yang sering memanfaatkan kelengahan korban.
> “Jangan biarkan kunci motor tertinggal di tempat terbuka. Gunakan kunci ganda atau alarm tambahan agar pelaku tidak mudah beraksi,” imbau IPTU Andrio Siregar.
Aksi SON yang berakhir di balik jeruji ini menjadi peringatan bahwa kejahatan tak selalu datang dari bayangan — kadang, ia duduk tenang di kursi kedai, meneguk tuak, sembari menunggu lengahnya orang lain(Ken)
