Deklarasi Zero Halinar di Rutan Padang Panjang: Perang Total Tanpa Toleransi

Deklarasi Zero Halinar di Rutan Padang Panjang: Perang Total Tanpa Toleransi

padangexpo.com // Padang Panjang

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang menggelar apel deklarasi Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba), Jumat (24/04/2026). Kegiatan ini menjadi penegasan sikap institusi pemasyarakatan dalam memerangi praktik-praktik ilegal yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.

Apel tersebut diikuti seluruh jajaran petugas serta perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Di hadapan peserta, Kepala Rutan Padang Panjang, Novri Abbas, menyampaikan pernyataan tegas tanpa ruang abu-abu: perang terhadap narkoba dan pelarangan total peredaran handphone ilegal di dalam rutan.

“Saya Novri Abbas, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang beserta seluruh jajaran menyatakan perang terhadap narkoba dan menjamin tidak ada peredaran narkoba dan HP di dalam rutan. Kami berjanji akan menindak tegas apabila terjadi pelanggaran tersebut,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan berdiri sendiri. Seluruh peserta apel menggemakan komitmen kolektif dengan satu suara: “Zero Narkoba dan HP adalah Harga Mati.” Sebuah slogan keras yang menuntut pembuktian nyata, bukan sekadar retorika institusional.

Langkah ini juga diikuti dengan rencana membuka ruang pengawasan publik. Novri menegaskan pentingnya keterlibatan media sebagai kontrol sosial dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

“Ke depan kita akan berkolaborasi dan bersinergi dengan awak media terkait isu-isu ataupun permasalahan yang terjadi di Rutan Padang Panjang,” ujarnya.

Deklarasi ini mengirim pesan jelas: Rutan Padang Panjang ingin memutus mata rantai pelanggaran dari dalam. Namun, tantangan sesungguhnya bukan pada seremoni deklarasi, melainkan konsistensi pengawasan, integritas petugas, serta keberanian menindak tanpa kompromi.

Jika komitmen ini dijalankan secara konsisten, Rutan Padang Panjang berpeluang menjadi contoh bersihnya lembaga pemasyarakatan dari praktik terlarang. Sebaliknya, tanpa pengawasan ketat, “Zero Halinar” berisiko hanya menjadi jargon yang berulang tanpa dampak nyata.

BACA JUGA :  Sholawat Bergema Iringi Pasangan Edwin-Albert Mendaftar ke KPU

Publik kini menunggu—apakah ini awal perubahan, atau sekadar deklarasi yang akan dilupakan waktu (Yaldi)