Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Gerak Cepat atau Sekadar Respons? Pemko Payakumbuh Kebut Pemulihan Pertanian Pasca Bencana
Payakumbuh

Gerak Cepat atau Sekadar Respons? Pemko Payakumbuh Kebut Pemulihan Pertanian Pasca Bencana

By admin@domi
24/04/2026

padangexpo.com // Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh memilih bergerak cepat merespons dampak bencana hidrometeorologi yang memukul sektor pertanian. Namun, di balik distribusi bantuan, tantangan sesungguhnya justru ada pada konsistensi pemulihan, bukan sekadar kecepatan respons awal.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui Kepala Dinas Pertanian, Nila Misna, menegaskan penyaluran benih jagung unggul menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali produksi yang sempat lumpuh akibat cuaca ekstrem.

“Bantuan ini bentuk perhatian bagi petani terdampak. Harapannya, benih segera dimanfaatkan agar produksi kembali berjalan,” ujar Nila saat penyerahan bantuan di Kantor Dinas Pertanian, Kamis (23/4/2026).

Sebanyak 75 kilogram benih jagung varietas Pioneer 32 disalurkan kepada Kelompok Tani Serasih dan Kelompok Tani Lubuk Bersama. Bantuan ini difokuskan untuk menggarap kembali lima hektare lahan di Payakumbuh Timur yang sebelumnya mengalami puso—kondisi gagal panen total akibat bencana.

Instruksi dari kepala daerah pun tegas: tidak ada ruang untuk menunda. Proses tanam ulang harus segera dilakukan agar siklus produksi tidak terputus lebih lama.

“Kami diminta memastikan petani bisa kembali berproduksi tanpa menunggu terlalu lama setelah bencana,” tegas Nila.

Langkah cepat ini ditopang dengan pelaporan terukur ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lengkap dengan hasil pengamatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Data menunjukkan seluruh lahan terdampak mengalami puso, menjadi dasar kuat pengajuan bantuan.

Respons provinsi pun relatif sigap. Bantuan benih langsung digelontorkan—sebuah sinyal bahwa koordinasi lintas pemerintahan berjalan. Namun, efektivitasnya tetap akan diuji di lapangan: apakah bantuan ini cukup untuk memulihkan produktivitas, atau hanya menjadi solusi jangka pendek?

Pemko Payakumbuh mencoba menutup celah itu dengan menambah bantuan berupa benih dan pupuk kompos bagi kelompok tani aktif. Pendekatannya tidak hanya reaktif, tetapi juga memperkuat basis produksi jangka menengah.

BACA JUGA :  Kepala BKPM Beri Penghargaan Kepada Daerah yang Capai Target Realisasi Investasi

“Kita tidak hanya menangani dampak, tapi juga memperkuat kelompok tani yang konsisten mendukung swasembada pangan,” katanya.

Meski demikian, peringatan keras tetap dilontarkan. Bantuan tidak boleh diselewengkan—sebuah masalah klasik dalam distribusi program pertanian.

“Benih ini harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Jangan disalahgunakan, apalagi dijual,” tegas Nila.

Di tingkat petani, bantuan ini disambut sebagai titik balik setelah terpukul gagal panen. Harapan untuk bangkit kembali mulai tumbuh, meski risiko ke depan masih membayangi, terutama jika pola cuaca ekstrem kembali berulang.

Pemerintah kota juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui dinas terkait. Sinergi ini dinilai krusial, tetapi tetap menyisakan pekerjaan rumah besar: memastikan pemulihan tidak berhenti pada distribusi bantuan, melainkan berlanjut hingga hasil panen benar-benar kembali stabil.

Pesannya jelas—di tengah ancaman bencana yang makin sering, kecepatan respons saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah ketahanan sistem pertanian yang mampu bertahan, bahkan sebelum bencana berikutnya datang(Ken)

Post Views: 186
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Zona Hijau Bukan Garansi: Pemko Payakumbuh Diingatkan, Era Baru Penilaian Bisa “Menjebak” yang Lengah

Next

Deklarasi Zero Halinar di Rutan Padang Panjang: Perang Total Tanpa Toleransi

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,728)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,220)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,508)

TERBARU

  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
  • Petani Berdasi Mulai Beraksi, ASN Payakumbuh Turun Tangan Kendalikan Inflasi
  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Tembus 3 Besar KOMPOLNAS Awards 2026
Copyright 2026 — Padang Expo