Hunian Aman dan Nyaman untuk Korban Galodo, Pemko Padang Panjang Mulai Bangun Huntap

Hunian Aman dan Nyaman untuk Korban Galodo, Pemko Padang Panjang Mulai Bangun Huntap

Padang Panjang, Padangexpo.com — Pemerintah Kota Padang Panjang terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan pascabencana galodo yang melanda sejumlah wilayah kota beberapa waktu lalu. Melalui berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemko berupaya memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan lebih baik.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan 10 unit hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana. Program tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana.

Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan huntap yang dilaksanakan di kawasan depan Rusunawa Kelurahan Tanah Hitam, Jumat (12/6/2026).

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, didampingi Wakil Wali Kota Allex Saputra.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan Bank Nagari, pimpinan BRI, perwakilan PT Semen Padang, jajaran organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan dan sinergi lintas sektor dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Kota Padang Panjang.

Pembangunan huntap merupakan salah satu program prioritas yang terus didorong Pemerintah Kota sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warga yang terdampak galodo.

Bagi Pemko, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menyangkut pemulihan kehidupan sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat.

Karena itu, penyediaan hunian tetap menjadi langkah strategis untuk memberikan kepastian tempat tinggal sekaligus rasa aman bagi para korban. Dalam pelaksanaannya, pembangunan huntap dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang Panjang dengan PT Semen Padang.

Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan dunia usaha mampu menghadirkan solusi yang cepat dan efektif bagi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA :  Wartawan Revolusi Soroti Dugaan Penyimpangan SPPD DPRD Padang Panjang

PT Semen Padang mendukung pembangunan melalui pemanfaatan teknologi SepaBlock atau bata interlock sebagai material utama pembangunan rumah. Teknologi ini dikenal memiliki keunggulan dari sisi efisiensi, kecepatan pengerjaan, serta kualitas konstruksi yang baik.

Penggunaan teknologi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan sehingga masyarakat dapat segera menempati rumah baru mereka. Wakil Wali Kota Allex Saputra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan huntap tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari semangat gotong royong dan kepedulian semua pihak terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Allex menegaskan bahwa pembangunan huntap bukan hanya sekadar mendirikan bangunan fisik berupa rumah. Lebih dari itu, pembangunan tersebut merupakan upaya membangun kembali harapan dan masa depan masyarakat yang sempat terdampak akibat bencana.

Ia menyebutkan bahwa rumah yang dibangun akan menjadi tempat bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan dengan tenang dan nyaman. Pembangunan huntap tahap ketiga ini juga menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam menuntaskan berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Selama beberapa waktu terakhir, Pemko terus bekerja secara bertahap agar seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik. Berbagai program pemulihan telah dijalankan, mulai dari penanganan darurat, bantuan sosial, hingga pembangunan sarana dan prasarana pendukung.

Dengan dimulainya pembangunan huntap tahap ketiga, pemerintah semakin optimistis proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh. Sebanyak 10 unit huntap dibangun dengan anggaran sekitar Rp80 juta untuk setiap unit rumah.

Pembangunan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan sehingga dapat segera diserahterimakan kepada penerima manfaat. Target penyelesaian yang relatif cepat menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak.

BACA JUGA :  Lembaga PAUD Bunda Denisha Padang Panjang, Bagikan Paket Sembako Untuk Para Kaum Dhuafa

Pemko Padang Panjang berharap kehadiran hunian tetap ini dapat menjadi awal baru bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. Melalui pembangunan huntap, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap warga memperoleh hak atas tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi.

Komitmen tersebut sekaligus mempertegas kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi masa-masa sulit akibat bencana.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemko optimistis proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana galodo dapat berjalan sukses serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Padang Panjang.

Pembangunan huntap di Tanah Hitam bukan hanya menjadi simbol pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga cerminan semangat kebersamaan, kepedulian, dan komitmen Pemerintah Kota Padang Panjang dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakatnya.