Idul Fitri di Balai Kota: Pemko Payakumbuh Siapkan Ibadah yang Nyaman, Bukan Sekadar Seremonial

Idul Fitri di Balai Kota: Pemko Payakumbuh Siapkan Ibadah yang Nyaman, Bukan Sekadar Seremonial

padangexpo.com // Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh tidak ingin pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah sekadar menjadi agenda tahunan. Lebih dari itu, pemko berupaya menjadikannya ruang ibadah yang layak, nyaman, dan menyatukan—terutama bagi para perantau yang pulang kampung membawa rindu sekaligus harapan.

Wali Kota Zulmaeta turun langsung meninjau persiapan di halaman Kantor Balai Kota, Rabu (18/03/2026). Peninjauan itu bukan formalitas. Ia memastikan setiap detail teknis benar-benar dipersiapkan.

“Kita ingin memastikan nanti masyarakat serta perantau nyaman saat salat Ied di kantor wali kota,” ujarnya.

Di lapangan, tanda-tanda keseriusan itu terlihat jelas. Petugas kebersihan mulai menata taman dan merapikan lingkungan, sementara personel pemadam kebakaran mengerahkan water cannon untuk menyemprot area utama—membersihkan bukan hanya dari debu, tetapi juga memastikan ruang ibadah benar-benar layak digunakan ribuan jamaah.

Namun, yang patut dicatat bukan sekadar kebersihan fisik. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung yang kerap luput dari perhatian dalam kegiatan massal: layanan kesehatan lengkap dengan dokter siaga, ketersediaan air bersih untuk wudu, hingga toilet portabel. Langkah ini menunjukkan pendekatan yang lebih manusiawi—bahwa kenyamanan jamaah adalah bagian dari kualitas ibadah itu sendiri.

Zulmaeta pun mengajak masyarakat untuk menjadikan Salat Idul Fitri kali ini sebagai momentum kebersamaan.

“Kami mengimbau masyarakat Payakumbuh dan sekitarnya, mari bersama-sama kita salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Balai Kota,” katanya.

Tak hanya dari sisi teknis, kualitas spiritual juga diperkuat. Pemko menghadirkan imam dan khatib dari luar daerah. Imam akan dipimpin oleh Syaikh Sa’ad Bin Yaslam Khanbary dari Pekanbaru, sementara khutbah akan disampaikan oleh Dr. H. Zulfikar dari Jakarta.

Kehadiran Syaikh Sa’ad bukan tanpa alasan. Ia dikenal sebagai pakar Al-Qur’an dan qiraat asal Yaman yang memiliki sanad keilmuan bersambung hingga Rasulullah SAW serta diakui secara internasional. Dengan ijazah 10 qiraat (al-qiraat al-‘Asyr), kehadirannya diharapkan menghadirkan nuansa ibadah yang lebih khusyuk dan mendalam.

BACA JUGA :  Tekan Angka Peningkatan Stunting, Camat Payakumbuh Selatan Agus Rubiono Serahkan Bantuan Susu dan Makanan Untuk PAUD dan Balita  

Di tengah euforia Lebaran yang sering kali didominasi oleh tradisi konsumtif, langkah Pemko Payakumbuh ini memberi pesan berbeda: bahwa Idul Fitri juga tentang menghadirkan ruang spiritual yang layak, inklusif, dan menyatukan semua lapisan—warga lokal maupun perantau.

Lebih dari sekadar salat berjamaah, halaman Balai Kota tahun ini diproyeksikan menjadi titik temu—antara rindu yang pulang dan kebersamaan yang diperkuat(Ken)