Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Pemko Bukittinggi/Jumlah Wartawan di Penjara Terus Meningkat, FWJ Sebut Terancamnya Kebebasan Pers
Pemko Bukittinggi

Jumlah Wartawan di Penjara Terus Meningkat, FWJ Sebut Terancamnya Kebebasan Pers

By Pemred : Dody S
17/12/2020

JAKARTA (padangexpo.com)

Belum usai permasalahan-permasalahan Negeri ini untuk menjamin perekonomian bangsa dan hak Demokrasi yang kian terkikis sehingga muncul kesenjangan sosial dan pengekangan akibat banyaknya aturan ditengah-tengah masyarakat. Bahkan dunia kembali digegerkan adanya pandemi Covid-19 yang menimpa banyak negara di dunia, tentunya hal itu telah memperburuk masalah kebebasan pers secara global. Pernyataan itu dikatakan Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan ini melalui siaran persnya, Rabu (16/12/2020) sore.

Opan juga merilisnya yang dikutip pada data terbaru Komite Perlindungan Jurnalis (CJP) pada Selasa (15/12). Dalam rilis yang diungkapnya ada 274 wartawan di dunia termasuk Indonesia yang masih berada di balik jeruji besi.

“Ini adalah jumlah terbesar wartawan yang dipenjarakan di dunia sejak CPJ rutin mengumpulkan data semacam itu sejak awal 1990-an. Artinya contoh kasus di Indonesia yang dialami para wartawan adalah kebebasan pers kita telah dikangkangi dengan munculnya UU ITE. “Ucap Opan.

Opan menyinggung UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dianggap tidak lagi menjadi payung hukum bagi profesi jurnalis. Bahkan secara global, ia menjelaskan tidak sedikit wartawan dipenjara karena sebuah pemberitaan di tahun 2020.

“UU ITE kan sebenarnya bukan untuk media massa (media online, media cetak, media electronik, dan radio). ITE itu setidaknya untuk penyaringan komunikasi di dunia maya (Sosial media) seperti FB, IG, twitter, WhatsApp, dan sejenisnya, itu artinya tidak berlaku untuk media massa. “Ungkapnya.

Penyebabnya, Opan menyimpulkan adanya protes dan ketegangan politik. Akibatnya jurnalis tidak lagi diperhitungkan karya tulisannya, melainkan telah dijadikan object kesalahan atas otoriternya pemerintah.

“Terkadang kita juga dalam keresahan, banyak bermunculan skenario-skenario yang dijadikan alat politik dimasa pandemi Covid-19. Dimana para pemimpin otoriter mencoba mengendalikan pemberitaan. “Singgungnya.

BACA JUGA :  Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Bukittinggi Bersihkan Ruas Jalan Kota Pasca Erupsi Gunung Marapi

Sebelumnya dikabarkan, Direktur Eksekutif CPJ Joel Simon juga menyebut kejadian seperti itu sangat mengejutkan dan mengerikan. “Kami melihat rekor jumlah jurnalis yang dipenjara di tengah pandemi global,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Joel Simon mengungkapkan laporan penting itu menyalahkan kurangnya kepemimpinan global pada nilai-nilai demokrasi, dan khususnya serangan terhadap media yang dinilai memberi perlindungan kepada otoritas untuk menindak wartawan di negara mereka sendiri.

“Rekor jumlah wartawan yang dipenjara di seluruh dunia adalah warisan kebebasan pers. “kata Simon, seperti dikabarkan Reuters.

Bukan hanya itu, di negara-negara maju dan berkembang jumlah wartawan yang dipenjara juga meningkat secara signifikan termasuk Belarusia, dimana terpilihnya kembali presidennya yang sudah lama memicu protes massal, dan Ethiopia, kerusuhan politik telah menyebabkan konflik bersenjata.

Hal itu dijabarkannya dimana dua pertiga jurnalis di penjara, didakwa dengan kejahatan anti-negara seperti terorisme atau keanggotaan kelompok terlarang. Sementara itu, tidak ada tuduhan yang diungkapkan dalam hampir 20 persen kasus yang menyeret wartawan.

Penulis : MS
Editor : HM

Post Views: 624
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

KPU Kabupaten Solok Menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pilkada 2020

Next

Bupati Solok Resmi Buka Lomba MTQ Cabang Tilawah se Kabupaten Solok

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,795)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,284)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,565)

TERBARU

  • Meskipun Dalam Kondisi Tanggap Darurat, Bupati Jon Pandu Hadiri HUT ke 81 TNI
  • Dukungan Terus Mengalir, Universitas Muhammad Nasir Salurkan Bantuan Bencana Bagi Korban Galodo Solok
  • Raysa Razelin Pecahkan Telur Emas Renang Payakumbuh di Porprov Sumbar 2026
  • Senam Payakumbuh Tambah Dua Emas, Target Lima Emas Makin Terbuka
Copyright 2026 — Padang Expo