Ormas Jangan Sekadar Nama, Wako Payakumbuh Tegaskan Peran Nyata di Tengah Ancaman Disinformasi dan Konflik Sosial
padangexpo.com // Payakumbuh
Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya kompleksitas persoalan sosial, organisasi kemasyarakatan (ormas) diminta tak lagi menjadi pelengkap demokrasi. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan ormas harus tampil sebagai kekuatan riil—penjaga persatuan sekaligus motor penggerak pembangunan.
Pesan itu disampaikan saat membuka Sosialisasi dan Penguatan Peran Ormas Tahun 2026 di Aula Josrizal Zain, Balaikota Payakumbuh, Rabu (06/05/2026), dengan tema “Bangkit Bersama Ormas, Memperkuat Persatuan dan Peran Nyata dalam Pembangunan Daerah.”
“Bangsa ini tidak akan bangkit hanya oleh pemerintah. Peran aktif masyarakat, terutama ormas, adalah kunci. Jangan hanya hadir secara struktural, tapi juga substansial,” tegas Zulmaeta.
Ia menyoroti, di tengah kondisi sosial yang kian dinamis, ormas berada di garis depan dalam merespons tantangan—mulai dari penyebaran informasi yang tidak benar, potensi konflik horizontal, hingga mengikisnya semangat kebersamaan.
“Ini bukan tantangan kecil. Ormas harus menjadi penyejuk, bukan pemicu. Menjadi pemersatu, bukan pembelah,” ujarnya lugas.
Menurutnya, keberadaan ormas akan diuji dari sejauh mana kontribusi nyatanya di tengah masyarakat. Tanpa peran konkret, ormas berisiko kehilangan relevansi di tengah kebutuhan publik yang semakin kompleks.
“Kehadiran ormas harus bisa dirasakan. Harus ada dampak. Harus ada solusi,” katanya.
Kegiatan ini, lanjut Zulmaeta, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya memperkuat pemahaman tentang fungsi, peran, dan tanggung jawab ormas sekaligus mempererat komunikasi dengan pemerintah daerah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal serta menghindari aktivitas yang berpotensi merusak persatuan.
“Jangan sampai ormas justru menjadi sumber gesekan. Kita butuh energi kolektif untuk membangun, bukan konflik yang menguras,” tegasnya.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, sekaligus wujud konkret peran Kesbangpol dalam membina dan mengarahkan ormas agar tetap berada pada koridor kebangsaan.
Dengan dihadiri unsur pemerintah provinsi, Kesbangpol, serta pimpinan dan pengurus ormas se-Kota Payakumbuh, forum ini menjadi penegasan satu hal: di tengah tantangan zaman, ormas tidak cukup hanya eksis—mereka harus relevan, aktif, dan berdampak(Ken)
