Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Panggung Literasi Payakumbuh: Dari Cerita Rakyat, Menempa Generasi Berpikir Kritis
Payakumbuh

Panggung Literasi Payakumbuh: Dari Cerita Rakyat, Menempa Generasi Berpikir Kritis

By admin@domi
05/05/2026

padangexpo.com // Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh tidak ingin literasi berhenti pada slogan. Melalui Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kota Payakumbuh 2026, arah kebijakan itu ditegaskan: membangun generasi muda yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga berpikir kritis dan berkarakter.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tersebut resmi dibuka oleh Bunda Literasi Kota Payakumbuh, Ny. Eni Zulmaeta, di Aula Perpustakaan Daerah, Selasa (05/05/2026). Ajang ini menjadi panggung strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong anak-anak semakin mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Ny. Eni Zulmaeta.

Namun, pesan yang dibawa jauh lebih dalam dari sekadar ajakan membaca. Literasi, dalam kerangka besar yang diusung pemerintah kota, diposisikan sebagai fondasi pembentukan nalar dan karakter.

Tema “Panggung Para Bintang Bercerita” bukan dipilih tanpa alasan. Dengan mengangkat cerita kepahlawanan dan legenda rakyat Sumatera Barat, lomba ini menggabungkan literasi dengan pelestarian budaya lokal—dua elemen yang kerap berjalan sendiri-sendiri, kini dipertemukan dalam satu ruang ekspresi.

Sebanyak 48 siswa dari SD/MI negeri dan swasta ambil bagian. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme sekolah sekaligus menjadi indikator bahwa literasi berbasis budaya mulai menemukan momentumnya.

Wakil Bunda Literasi Payakumbuh, Ny. Yeni Elzadaswarman, menegaskan bahwa cerita yang dibawakan para peserta bukan sekadar hiburan panggung.

“Cerita rakyat yang dibawakan anak-anak tidak sekadar hiburan, tetapi juga sarat nilai moral dan pendidikan karakter,” katanya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melihat lomba ini sebagai lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah instrumen untuk menggali potensi anak dalam seni bertutur—kemampuan yang menjadi kunci dalam menyampaikan gagasan di era informasi.

BACA JUGA :  Dari Laporan Warga ke Borgol Polisi: Dua Pria Diamankan dalam Kasus Ganja di Napar

Penilaian dilakukan secara ketat oleh tiga akademisi dari Institut Seni Indonesia Padang Panjang, yang menguji peserta dari berbagai aspek: penguasaan materi, ekspresi, hingga teknik bercerita.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menegaskan pentingnya kesinambungan program semacam ini dalam membangun ekosistem literasi yang kuat.

“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan baik,” ujarnya.

Lomba berlangsung selama dua hari, 5–6 Mei 2026, dengan total hadiah jutaan rupiah—Rp5 juta untuk juara I, Rp4 juta juara II, dan Rp3 juta juara III, ditambah kategori juara harapan.

Di tengah tantangan rendahnya minat baca di berbagai daerah, langkah Payakumbuh ini menjadi sinyal kuat: literasi tidak cukup diajarkan, tetapi harus dipentaskan, dihidupkan, dan diberi ruang untuk tumbuh.

“Dukungan semua pihak menjadi kunci sukses kegiatan ini. Kami optimistis lomba bertutur dapat menjadi langkah dalam meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak di Payakumbuh,” pungkas Erwan.

Lebih dari sekadar lomba, ini adalah investasi jangka panjang—menyiapkan generasi yang mampu membaca dunia, lalu menceritakannya kembali dengan cara yang lebih bermakna,(Ken)

Post Views: 129
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Posyandu 6 SPM Payolansek: Strategi Nyata Tekan Stunting dan Kemiskinan dari Level Akar Rumput

Next

Payakumbuh Kunci Aliansi Strategis: Kampus Digerakkan, Narkoba Ditekan

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,769)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,251)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,553)

TERBARU

  • Bangkit Bersama Arosuka ? Pemko Solok Tunda RSBG, Kegiatan Dimulai 10 – 13 Oktober
  • Payakumbuh Bidik 40 Emas di Porprov XVI, Anggaran Rp7 Miliar Lebih Disiapkan
  • Karang Taruna Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Bergerak di Sosial, Zulmaeta Buka Jalan Bisnis Maggot
  • APBD 2027 Payakumbuh Diperketat, Belanja Pegawai Dipatok Maksimal 30 Persen
Copyright 2026 — Padang Expo