Payakumbuh Gembleng 35 Calon Kepala Sekolah, Elzadaswarman: Mutu Pendidikan Harus Naik!
padangexpo.com // Payakumbuh
Pemerintah Kota Payakumbuh menyiapkan 35 tenaga pendidik untuk menjadi calon kepala sekolah. Mereka ditempa melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) agar mampu melahirkan kepemimpinan sekolah yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar siswa.
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, secara resmi membuka Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di Hotel Valmont, Bukittinggi, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 31 Oktober 2026 itu diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat.
Dalam arahannya, Elzadaswarman menegaskan bahwa kepala sekolah bukan sekadar pemegang jabatan administratif, melainkan pemimpin pembelajaran yang menentukan arah dan kualitas pendidikan di satuan pendidikan.
“Menyiapkan calon kepala sekolah berarti menyiapkan masa depan pendidikan kita. Kepala sekolah bukan sekadar administrator, tetapi pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan guru dan memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang bermutu,” tegasnya.
Ia mengingatkan, jabatan kepala sekolah tidak boleh dipandang hanya sebagai promosi atau pencapaian karier. Lebih dari itu, jabatan tersebut menuntut tanggung jawab nyata dalam meningkatkan kompetensi guru, memperkuat pendidikan karakter, serta memastikan pengelolaan sekolah berlangsung transparan dan akuntabel.
“Ukuran keberhasilannya bukan hanya tertibnya administrasi, tetapi juga meningkatnya kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik,” ujarnya.
Elzadaswarman berharap diklat tersebut melahirkan pemimpin sekolah yang visioner, mampu memperkuat literasi dan numerasi, mendorong inovasi pembelajaran, serta membangun kolaborasi dengan guru, orang tua, dan masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus bermuara pada terbukanya kesempatan yang adil bagi setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Karena itu, peserta diklat diminta tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi perubahan nyata di sekolah.
“Kita ingin setiap anak di Payakumbuh memperoleh kesempatan yang adil untuk meraih masa depan yang lebih baik. Saya berharap peserta membuktikan hasil diklat melalui kerja nyata dan peningkatan kualitas layanan pendidikan,” katanya.
Seleksi Ketat, 35 Guru Lolos
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, menjelaskan bahwa pelaksanaan diklat mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025.
Materi pelatihan dirancang untuk membekali calon kepala sekolah dengan kompetensi manajerial, supervisi, pengembangan satuan pendidikan, dan kepemimpinan pembelajaran.
Dari sisi seleksi, proses penjaringan dilakukan secara bertahap. Sebanyak 66 guru diundang mengikuti seleksi awal. Dari jumlah tersebut, 44 orang melaju ke seleksi substantif pada 9 Oktober 2026.
Hasil akhirnya, sebanyak 35 guru dinyatakan berhak mengikuti diklat, terdiri atas dua guru TK, 26 guru SD, dan tujuh guru SMP.
Nalfira menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Kompetensi yang diperoleh harus menjadi bekal untuk membangun sekolah yang lebih baik, bukan sekadar memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan.
“Kepala sekolah bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga pemimpin pembelajaran yang menggerakkan guru dan membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan setiap anak,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemko Payakumbuh berharap regenerasi kepemimpinan sekolah berjalan dengan lebih terarah. Tantangan berikutnya adalah memastikan pelatihan tersebut benar-benar melahirkan kepala sekolah yang mampu menghadirkan perubahan terukur dalam kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.(Ken)