Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Santri Tak Boleh Kalah Zaman! Elzadaswarman Serukan Penguasaan Teknologi Menuju Indonesia Emas
Payakumbuh

Santri Tak Boleh Kalah Zaman! Elzadaswarman Serukan Penguasaan Teknologi Menuju Indonesia Emas

By admin@domi
22/10/2026

padangexpo.com // PAYAKUMBUH

Santri tidak cukup hanya menguasai ilmu agama. Mereka juga harus melek teknologi, adaptif terhadap perubahan, dan mampu melahirkan inovasi untuk menjawab tantangan zaman. Pesan itu mengemuka dalam Apel Akbar Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 Tahun 2026 di Lapangan Saribulan, Kelurahan Sawah Padang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kamis (22/10/2026).

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang memimpin apel mewakili Wali Kota Zulmaeta, membacakan amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di hadapan ratusan pimpinan pondok pesantren, kepala madrasah, ustaz, guru, dan santri se-Kota Payakumbuh.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa santri bukan sekadar penjaga tradisi keagamaan, melainkan juga bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa.

Elzadaswarman mengingatkan, Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Tanggal 22 Oktober merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 1945, yang membangkitkan semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia,” tegasnya.

Santri Harus Berani Bersaing

Menghadapi visi Indonesia Emas 2045, santri dituntut tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai sains dan teknologi, memiliki karakter kuat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurut Elzadaswarman, lulusan pesantren memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah di berbagai bidang, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa.

“Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Kuasailah ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan,” pesannya.

BACA JUGA :  Wujudkan SDM Unggul, Pj Wako Rida Resmi Buka Wisuda Tahfidz dan Khatam Al Quran Santri Islamic Madani Boarding School Payakumbuh

Ia juga mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu. Prinsip man jadda wajada—siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil—diharapkan menjadi pegangan santri untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Negara Perkuat Peran Pesantren

Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakannya, Elzadaswarman turut menyoroti pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pembentukan direktorat khusus tersebut diarahkan untuk memperkuat peran pesantren melalui tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Di bidang pendidikan, pesantren diharapkan melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia. Dalam dakwah, pesantren berperan menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus menjaga kerukunan bangsa.

Sementara melalui pemberdayaan masyarakat, pesantren diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial.

Menutup amanatnya, Elzadaswarman menegaskan bahwa Hari Santri merupakan milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah air.

Semangat tersebut, menurutnya, harus terus hidup dalam pengabdian santri untuk agama, masyarakat, dan negara.

“Hubbul wathan minal iman,” tutupnya, menegaskan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman.(Ken)

Views: 14
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Poliran Bergerak, Kapolres Payakumbuh Gandeng Disnaker Buka Akses Kerja

Next

Payakumbuh Gembleng 35 Calon Kepala Sekolah, Elzadaswarman: Mutu Pendidikan Harus Naik!

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,102)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,724)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,401)

TERBARU

  • Payakumbuh Gembleng 35 Calon Kepala Sekolah, Elzadaswarman: Mutu Pendidikan Harus Naik!
  • Santri Tak Boleh Kalah Zaman! Elzadaswarman Serukan Penguasaan Teknologi Menuju Indonesia Emas
  • Poliran Bergerak, Kapolres Payakumbuh Gandeng Disnaker Buka Akses Kerja
  • Bupati Safni Gandeng Danantara, Gambir Lima Puluh Kota Disiapkan Naik Kelas
Copyright 2026 — Padang Expo