Pemerintah Jangan Tidur, Keselamatan Masyarakat Atas Program MBG Itu Prioritas

Pemerintah Jangan Tidur, Keselamatan Masyarakat Atas Program MBG Itu Prioritas

Penulis : Dody Satriadi / Pemimpin Redaksi

Pemerintah Jangan Tidur, korban MBG Meluas, keselamatan masyarakat adalah prioritas, siapapun tidak boleh main-main dalam urusan pangan, apalagi untuk anak-anak.

Kasus keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin meluas.

Disaat anak-anak bergembira mendapatkan makanan mungkin yang belum pernah mereka rasakan justru menjadi sebuah malapetaka, bahkan ada yang sampai merenggut nyawa.

Di balik angka tersebut, ada kisah nyata tentang anak sekolah yang seharusnya pulang dengan senyuman, justru berakhir di rumah sakit bahkan ada guru yang mestinya mengajar harus menanggung keracunan juga.

Keracunan massal ini tidak hanya berbicara angka statistik, melainkan tragedi kemanusiaan yang menggugah hati nurani.

Apa manfaatnya sebuah program bergizi, jika justru menimbulkan penyakit dan apa makna memberi makan gratis, jika akhirnya harus ditebus dengan rasa sakit dan trauma.

Program makan gratis memang lahir dari rasa kepedulian, namun pelaksanaannya tidak boleh dipaksakan yang akan menimbulkan resiko kesehatan.

Seharusnya menjadi cermin serta Pemerintah dan pihak terkait jangan tidur, sebab niat baik saja tidak cukup tanpa pengawasan ketat dan sistem yang matang.

Kasus keracunan massal akibat program ini juga ditemukan di sejumlah kabupaten dan kota. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sulawesi, bahkan baru beberapa hari ini di Kabupaten Agam, sekitar 100 orang jatuh sakit usai menyantap makanan yang seharusnya menyehatkan.

Dari beberapa daerah yang telah terjadi musibah tersebut, terkesan pemerintah dan pihak terkait sangat lamban menangani hal tersebut, jika memang program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut hanya membuat malapetaka sebaiknya dihentikan, atau sistem diperbaiki, survey semua dapur gizi yang telah ditunjuk, apakah kelayakan yang mereka berikan bisa dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA :  Mengapa Kita Tertinggal dalam Perlombaan Hijau?

Sampai kapan akan membiarkan hal ini terjadi, sementara program harus tetap berjalan hanya karena sebuah kebanggaan.

Tidak perlu memaksakan program yang masih menyimpan celah berbahaya, karena yang dipertaruhkan bukan hanya nama baik, melainkan nyawa generasi masa depan.

Peristiwa ini seharusnya menjadi titik balik. Lebih baik memperbaiki sistem mulai dari dapur pengolahan, standar higienitas, rantai distribusi, hingga pengawasan lapangan, sebelum melanjutkan kembali, jangan hanya terima laporan bersih.

Di balik setiap makanan dan lauk pauk yang disajikan di sekolah, tersimpan sebuah tanggung jawab besar. Makanan bukan hanya hidangan pengisi perut, melainkan titipan kepercayaan orang tua kepada negara.

Ketika kepercayaan itu patah karena musibah keracunan, maka wajar jika masyarakat meminta pemerintah untuk menata ulang dengan hati-hati, atau bahkan berhenti sementara sampai semuanya benar-benar siap, atau ditiadakan lagi program tersebut, jika hanya akan mengundang musibah berikutnya. (d79)