Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Pos Gizi – Gemari dan Dashat, Program Pemko Payakumbuh Upaya Percepatan Penanganan Stunting
Payakumbuh

Pos Gizi – Gemari dan Dashat, Program Pemko Payakumbuh Upaya Percepatan Penanganan Stunting

By admin@domi
20/06/2023

Padangexpo , Payakumbuh – Pj. Wali Kota Payakumbuh secara resmi meluncurkan Pos Gizi – Gemar Makan Ikan (Gemari) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) untuk percepatan penanganan stunting di Payakumbuh.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Ngalau Indah Balai Kota Payakumbuh, Senin (19/06/2023) itu dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus, unsur Forkopimda, Sekda Kota Payakumbuh Dafrul Pasi, ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Chece Rida Ananda, Asisten I,II dan III, OPD, camat dan lurah se-Kota Payakumbuh serta tamu undangan lainnya.

“Ini merupakan upaya kita dalam percepatan penurunan stunting di Payakumbuh. Dan ini merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus kita dukung bersama-sama. Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting ini,” kata Pj. Wako Payakumbuh Rida Ananda.

“Makanya, melalui pos gizi, Gemari dan DASHAT kita harapkan bisa memenuhi gizi seimbang bagi balita stunting, terutama dari keluarga kurang mampu. Sehingga menjadikan Kota Payakumbuh zero stunting,” tambahnya.

Pj. Wako menyebut, berdasarkan target nasional hingga tahun 2024, harus dicapai penurunan prevalensi stunting sebesar 14%. Kota Payakumbuh juga menetapkan target sebesar 14% untuk tahun 2024.

“Meskipun tantangannya besar, target ini sangat relevan dan dapat dicapai jika kita bekerja bersama. Pada akhir tahun 2023, penurunan angka stunting di Kota Payakumbuh harus menunjukkan perubahan yang signifikan. Saya tidak ingin melihat kasus stunting di Kota Payakumbuh masih meningkat tahun ini atau 2024 nanti,” ujarnya.

Rida mengajak semua elemen untuk lebih serius dan berkomitmen dalam mempercepat penurunan stunting, melalui kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja berkualitas. Karena intervensi untuk mempercepat penurunan stunting perlu dilakukan dengan spesifik, sensitif, dan terpadu oleh semua pihak yang terlibat di daerah ini.

BACA JUGA :  Program Bapak Asuh Berikan Kontribusi Besar Pada Penurunan Angka Stunting

“Kita perlu membangun sinergi, kolaborasi, dan akselerasi bersama masyarakat, sektor swasta, organisasi non pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, lembaga pendidikan tinggi, dan pihak-pihak lainnya,” ucapnya.

“Tanpa komitmen dan sinergi yang kuat, serta tindakan cepat untuk menyelamatkan generasi bangsa ini dari ancaman stunting, gerakan kita hari ini tidak akan memberikan dampak yang diharapkan,” tukuknya.

Sementara itu ketua TPPS yang juga Sekda Kota Payakumbuh Dafrul Pasi, telah dilakukan pendampingan oleh 276 Tim Pendamping Keluarga (TPK) terhadap keluarga yang beresiko stunting.

“Selama 2023 ini tim kita telah melaksankan pendampingan kepada 32 calon pengantin, 294 ibu hamil, 79 pasca salin dan 597 Baduta dan Balita,” terangnya.

“Berdasarkan analisa situasi kita tahun 2023 ditetapkan 19 kelurahan prioritas I penanganan stunting berdasarkan presentase keluarga beresiko stunting. Dan berdasarkan penimbangan posyandu Februari lalu, jumlah balita pendek dan sangat pendek sebanyak 322 orang prevalensi stunting 3,53 persen,” lanjutnya.

“Kita telah upayakan pencegahan secara preventif dan integratif melalui delapan aksi konvergensi termasuk upaya penyediaan makanan tambahan bagi balita, edukasi gizi dan sanitasi layak bagi keluarga dan ibu hamil,” pungkasnya.

Dikesemlatan itu juga diberikan bantuan dari Bapak Asuh Anak Stunting kepada 18 anak stunting yang ada di Payakumbuh berupa makanan gizi tambahan untuk menambah asupan gizi bagi Baduta dan Balita. (Ken)

Views: 755

Tags:

Dafrul PasiPos Gizi Gemari dan DashatRida Ananda
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Vidcon Revitalisasi Situs Budaya/ Agama, Karo Binkar SSDM Polri Paparkan Ini

Next

Jual Garam Krosok – Garam Kualitas Terbaik Hanya di garamkrosok.com

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,090)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,723)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,389)

TERBARU

  • Rp12,9 Miliar Digelontorkan untuk Pertanian Payakumbuh, Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Jadi Taruhan
  • Dari Tertinggal Jadi Juara! Payakumbuh Rebut Emas Sepak Bola Porprov Lewat Drama 120 Menit
  • Api Los Batiah Mengamuk, 24 Petak Dagangan Hangus, Kerugian Miliaran Berhasil Dicegah
  • Berlangsung Meriah dan Penuh Keakraban, Wako Solok Ramadhani Putra Tutup Rangkaian RSBG 2026 Disela Silek Tuo Unjuk Tradisi
Copyright 2026 — Padang Expo