Rangkiang Patah Sambilan, Symbol Kemakmuran dan Kekuasaan Alam Minangkabau

Rangkiang Patah Sambilan, Symbol Kemakmuran dan Kekuasaan Alam Minangkabau

Penulis: Anggit Dwi Prayoga

Rangkiang Patah Sambilan adalah salah satu bagian unsur penunjang pada Istano Basa Pagaruyung yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi. Namun dalam bahasa Minangkabau dapat di artikan bahwa Rangkiang merupakan symbol dari kemakmuran dan kekuasaan alam Minangkabau. Pada Istano Basa Pagaruyung, Rangkiang ini terletak pada halaman Istano Basa Pagaruyung.

Di Istano Basa Pagaruyung semua Rangkiang disatukan rancang bangunannya, namun memiliki sembilan nama dan sembilan fungsi yang berbeda, antara lain yaitu:

  1. Rangkiang Sitinjau Lauik yang gunanya untuk penyimpanan harta
  2. Rangkiang Mandah Pahlawan gunanya untuk pertahanan
  3. Rangkiang Harimau Paini Koto, berfungsi sebagai tempat penyimpanan kekayaan dan pembangunan nagari
  4. Rangkiang Sitangka Lapa gunanya untuk sosial
  5. Rangkiang Kapuak Garuik Simajo Labiah, gunanya untuk urang sumando(suami dari anak perempuan)
  6. Rangkiang Kapuak Galuak Bulek yang gunanya untuk menyimpan kekayaan keperluan penghulu
  7. Rangkiang Kapuak Gadiang Bapantang Lunak, gunanya untuk menyimpan kekayaan untuk kebutuhan sehari-hari
  8. Rangkiang Kapuak Kaciak Simajo Kayo, gunanya untuk orang muda moral dan lain keperluannya.

Diantara semua rangkaian diatas, yang paling istimewa posisinya adalah Rangkiang Sitinjau Lauik, karena isinya adalah menyimpan kekayaan dan pusaka, maka itu di dalam Istano Basa Pagaruyung posisinya berada pada ruang yang paling tengah. Lumbung ini boleh di buka setahun sekali untuk keperluan menjaga adat, upacara adat, menegakkan penghulu raja. Seluruh rangkiang diatas, di Istano Basa Pagaruyung rancang bangunannya dijadikan satu dengan nama Rangkiang Patah Sambilan.

Narasumber: Dinas Parpora Kabupaten Tanah Datar

BACA JUGA :  Pimpin Apel Gabungan, Bupati Tanah Datar Sampaikan Pesan Penting