Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Hukum & Kriminal/SDN 24 Sijunjung Memasuki Babak Baru, 2 Tersangka Ditahan Kejari Sijunjung Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS
Hukum & Kriminal

SDN 24 Sijunjung Memasuki Babak Baru, 2 Tersangka Ditahan Kejari Sijunjung Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

By Pemred : Dody S
19/10/2021

| padangexpo.com (Sijunjung)

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat akhirnya menahan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi kasus dugaan perkara penyelewengan dana BOS di SD Negeri 24 Aie Angek Kabupaten Sijunjung, Selasa 19 Oktober 2021.

Adapun penahanan terhadap dua tersangka tersebut melibatkan oknum kepala sekolah dan oknum bendahara yang diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 187.638.900.

Sebelum dilakukannya penahanan, tim penyidik Kejari Sijunjung menyerahkan berkas perkara kedua tersangka pada pihak penuntut umum.

Dengan didampingi penasehat hukum kedua tersangka lalu menandatangani berita acara di ruang staf khusus Pidsus. Lalu kedua tersangka menjalani pemeriksaan medis antigen yang dilaksanakan dilaksanakan oleh petugas Puskesmas Muaro Gambok di ruang Datun.

Tidak lama kemudian, kedua tersangka kembali ke ruang pidsus untuk dilakukan pemeriksaan. Selang beberapa menit kemudian, kedua tersangka langsung mengenakan seragam orange tahanan milik Kejari Sijunjung.

Pada saat hendak menuju mobil tahanan Kejari Sijunjung, dua tersangka dikawal oleh sejumlah petugas Kejari Sijunjung dan penasehat hukum tersangka untuk dibawa ke rumah tahanan milik Mapolres Sijunjung.

Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung Efendri Eka Saputra, S.H.,MH melalui Kasi Pidsus Fengki Andrias, SH.,MH mengatakan bahwa kedua tersangka terancam penjara seumur hidup.

Diketahui sebelumnya, kedua tersangka terjerat dalam kasus dana BOS SD Negeri 24 Aie Angek Sijunjung sejak tahun 2018 hingga 2020 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp187.638.900.

Sebelumnya, oknum bendahara telah mengembalikan uang cash sebesar Rp40 juta dari total kerugian keuangan negara sebesar Rp.187.638.900.

Dalam hal ini Kajari Sijunjung, Efendri Eka Saputra, S.H.,MH mengatakan, terkait pengembalian kerugian negara tersebut merupakan itikad baik dari tersangka Md dan tentu saja menjadi bahan pertimbangan bagi Tim Penuntut Umum nanti dalam penanganan perkara tersebut.

BACA JUGA :  Memilih Melanjutkan Menggugat Gubernur, Joni Hermanto Tolak Kompensasi Puluhan Juta Rupiah

Kejari juga menyampaikan bahwa uang yang diterima pihak Kejari dari keluarga tersangka telah dititipkan ke Kas Negara atas nama Kejari Sijunjung, hingga nanti secara hukum putusan dari pengadilan telah berkekuatan hukum tetap (incraht).

Dalam proses penyidikan berlangsung, penyidik telah menyita beberapa data dan dokumen serta telah memerika saksi sebanyak lebih kurang 30 orang dari pihak SD N 24 Sijunjung yang masuk terlibat dalam pengelolaan dana BOS tahun 2018 – 2020 dan berdasarkan dari Laporan Hasil Penghitungan Tim Auditor Inspektorat Kabupaten Sijunjung dibawah pengawasan BPKP Sumatera Barat telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.187.638.900.

Dalam pengelolaan dana BOS tersebut, tim penyidik Kejari Sijunjung menemukan adanya bukti penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS tersebut yakni adanya mark up laporan pertanggungjawaban yang fiktif serta belanja kegiatan yang tidak sesuai dengan RKAS maupun RKAS perubahan, maka dari itu tim penyidik akhirnya menetapkan dua tersangka yakni Kepala Sekolah dan Bendahara dana BOS. (wdz)

Views: 1,143
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati Lima Puluh Kota Rajo Kolaborasi Dengan Anggota DPR RI Rezka Oktoberia Tingkatkan Percepatan Realisasi Pembangunan

Next

RSUD M Zein Painan Terima Bantuan CSR Sarana Penunjang Penanggulangan CoVID-19 dari BRI

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,143)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,744)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,424)

TERBARU

  • Polres Payakumbuh Sita 16,83 Gram Sabu, Target Operasi Dibekuk di Bengkel
  • Operasi Patuh Singgalang 2026 Dimulai, Polres Payakumbuh Tekankan Keselamatan dan Penegakan Hukum Humanis
  • DPRD Padang Panjang Kawal APBD 2027 Rp495,47 Miliar, Perkuat PAD dan Dorong Belanja Berpihak kepada Rakyat
  • Berangkat dengan Biaya Sendiri, Gienno Soundana Borong 4 Medali di Malaysia, Zulmaeta Sentil Pendampingan Atlet
Copyright 2026 — Padang Expo