Sebanyak 54 Paskibraka Kota Bukittinggi Resmi Dikukuhkan Oleh Wali Kota Ramlan Nurmatias
Bukittinggi, Padang Expo
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, kukuhkan 54 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Kota Bukittinggi tahun 2026. Pengukuhan Paskibraka Bukittinggi disaksikan langsung Forkopimda, Sekda dan seluruh Kepala SKPD, di Balairung Rumah Dinas Wako, Sabtu (15/08-2026).
Sebanyak 54 orang Paskibraka Bukittinggi telah dikukuhkan, terdiri dari 28 pelajar putra dan 26 pelajar putri. Mereka mengemban amanah untuk mengibarkan bendera pusaka merah putih yang hanya ada tiga di Indonesia, yakni di Jakarta, Bukittinggi dan Yogyakarta.
Upacara pengukuhan berlangsung secara khidmat, seluruh peserta Paskibraka mengucapkan ikrar Putra Putri Indonesia dan prosesi memegang Sang Saka Merah Putih, dengan diiringi lagu Padamu Negeri.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, berpesan agar 54 anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan rasa bangga. Ia menegaskan, proses seleksi dilakukan tanpa intervensi melalui berbagai tahapan, mulai dari tes kesehatan, psikotes, kepribadian hingga wawancara.
“Ananda semua adalah contoh bagi teman-teman dan sekolah. Ikrar yang sudah dibacakan jangan ditinggalkan. Laksanakan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga persatuan dan memberikan yang terbaik untuk bangsa. Hati-hati menggunakan media sosial, jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar,” ujar Ramlan Nurmatias.
Wako mengatakan, pendidikan dan pelatihan Paskibraka membentuk kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan, karakter, disiplin dan semangat persatuan. Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan setelah masa tugas berakhir serta menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan menghadapi masa depan.
“Perjalanan Ananda masih panjang. Bangun terus komunikasi dan kekompakan. Banggalah melaksanakan tugas pada 17 Agustus di Bukittinggi yang pernah menjadi Ibu Kota Republik Indonesia.
Tugas mengibarkan bendera bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari menjaga dan menghargai sejarah perjuangan bangsa. Terima kasih kepada seluruh pembina dan pelatih yang telah mempersiapkan Ananda semua,” kata Wako. (Rls/Fadhil)