Simbol Kekuasaan Raja Minangkabau Ada di Tabuah Larangan

Simbol Kekuasaan Raja Minangkabau Ada di Tabuah Larangan

| padangexpo.com  (Tanah Datar)

Dalam setiap sejarah kerajaan, sudah pasti memiliki sebuah alat atau instrumen sebagai penanda kemakmuran maupun kekuasaan kerajaan tertentu yang digunakan dalam pemerintahannya.

Dalam kerajaan Pagaruyung, terdapat dua instrumen khusus yang menandakan kekuasaan dan kemakmurannya. Tabuah Larangan , sebagai penanda kekuasaan dan Rangkiang sebagai tanda kemakmuran.

Tabuah Larangan, di Museum Istana Pagaruyung berfungsi untuk memberitakan kabar baik dan buruk. Dikomplek museum Istana Pagaruyung ada dua macam Tabuah Larangan. Tabuah ini juga dibuat sebagai penanda bahwa kerajaan Pagaruyung berkuasa atas daerah daerah yang berada dibawah kekuasaannya.

  1. Tabuah Mambang Di Awan.

Berfungsi sebagai pembawa berita suka cita ataupun berita berbau kemakmuran dari kerajaan Pagaruyung. Selain itu,Tabuah ini juga digunakan sebagai pemberitahuan kepada Basa Nan Ampek Balai atau Empat Dewan Mentri untuk menghadiri rapat.

  1. Tabuah Manggaga Di Bumi

Berfungsi sebagai pembawa berita duka cita atau juga berita berbau bencana bagi kedaulatan kerajaan maupun rakyatnya. Dalam penggunaan asli Kerajaan Pagaruyung, Tabuah ini jarang dipakai karena pada saat itu kerajaan Pagaruyung dikenal termahsyur dan jarang terjadi bencana.

Tabuah-tabuah yang ada di komplek museum sekarang bukanlah yang asli. Melainkan hanya Tabuah replika. Pada saat terjadi kebakaran pada tahun 2007 lalu,Tabuah- tabuah ini tidak ikut terbakar karena letaknya yang cukup jauh dari museum.(Dwi)

Narasumber: Arsip Perpustakaan negara Sumbar

BACA JUGA :  Malalo Menyala, Paslon Eka-Fadly di Idolakan Masyarakatnya