TMMD 129: Jalan Buluh Kasok Tembus 60 Persen
padangexpo.com // LIMA PULUH KOTA
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0306/50 Kota terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Selasa (11/8/2026), sejumlah sasaran fisik utama di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, telah rampung 100 persen.
Dari total sasaran fisik yang dikerjakan, penyiapan badan jalan sepanjang 2,7 kilometer dengan lebar 7 meter telah tuntas. Pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.
Saat ini, Satgas TMMD terus memacu pekerjaan pengerasan jalan menggunakan material sertu sepanjang 2.550 meter yang telah mencapai 60 persen.
Pengerasan menjadi tahap penting untuk memastikan badan jalan yang telah disiapkan memiliki konstruksi yang lebih kuat dan layak digunakan dalam jangka panjang, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jorong Buluh Kasok.
Tak hanya pengerasan, sejumlah sasaran fisik lainnya telah dituntaskan. Penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter mencapai 100 persen, pemasangan tiga titik gorong-gorong juga rampung, demikian pula pemasangan batu sepanjang 100 meter.
Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak tujuh unit telah selesai 100 persen. Pembangunan Tugu TMMD juga telah dituntaskan sebagai penanda pelaksanaan program TMMD ke-129 di wilayah tersebut.
Sasaran Tambahan Tuntas
Tak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, TMMD ke-129 juga menyentuh berbagai kebutuhan dasar masyarakat melalui sasaran tambahan.
Program ketahanan pangan pada lahan seluas satu hektare telah mencapai 100 persen. Begitu pula program TNI Manunggal Air Bersih, pemberian paket makanan bagi penderita stunting, penanaman pohon, pembersihan lingkungan, pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis hingga bazar murah seluruhnya telah rampung.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan, kesehatan, kepedulian sosial dan lingkungan.
Binter Lengkapi Pembangunan Fisik
Pada sektor nonfisik, Satgas TMMD juga telah melaksanakan berbagai kegiatan penyuluhan dan pembinaan masyarakat. Materi yang diberikan mencakup kesehatan lingkungan, wawasan kebangsaan dan bela negara, kependudukan dan keluarga berencana, keamanan dan ketertiban masyarakat, kebencanaan, ketahanan pangan, keagamaan hingga bahaya narkoba.
Penyuluhan juga melibatkan berbagai instansi dan unsur terkait, di antaranya Kesbangpol, Kodim, BKKBN, Polres, Damkar, BPBD, Dinas Ketahanan Pangan, Kementerian Agama, Dinas Kominfo, BNN, Satpol PP, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Ajenrem 032/Wbr, Kumrem 032/Wbr, Politeknik Pertanian serta unsur lainnya.
Kegiatan donor darah juga menjadi bagian dari rangkaian program nonfisik TMMD dan telah terlaksana 100 persen.
Dengan demikian, TMMD ke-129 tidak hanya meninggalkan infrastruktur baru, tetapi juga membawa edukasi dan pembinaan yang diharapkan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial, kesehatan, keamanan, lingkungan dan ketahanan pangan.
Dikerjakan Bersama
Dalam pelaksanaan kegiatan pada Selasa (11/8), kekuatan personel yang terlibat terdiri dari 110 personel TNI, lima personel Polri dan enam masyarakat.
Sinergi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mengejar penyelesaian sasaran fisik sekaligus memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan sesuai target.
Hingga laporan perkembangan terakhir, kondisi cuaca di lokasi kegiatan terpantau cerah pada pagi, siang hingga sore hari. Tidak terdapat hal menonjol yang dilaporkan.
Dengan sebagian besar sasaran fisik dan seluruh sasaran tambahan serta nonfisik telah mencapai 100 persen, perhatian Satgas kini diarahkan pada penyelesaian pengerasan jalan. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu kunci untuk memastikan akses sepanjang koridor TMMD benar-benar siap dimanfaatkan masyarakat.
TMMD ke-129 Kodim 0306/50 Kota pun terus membuktikan bahwa pembangunan desa bukan hanya soal membangun jalan, tetapi juga membangun akses, membuka peluang, memperkuat ketahanan masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata hingga ke tingkat paling bawah(Ken)