Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Kab. Solok/Untuk Memperkuat Peranan Bundo Kanduang, GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar di Arosuka
Kab. Solok

Untuk Memperkuat Peranan Bundo Kanduang, GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar di Arosuka

By admin@domi
07/07/2026

Padangexpo.com | Arosuka

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan bertema “Peran Bundo Kanduang dalam Membimbing Generasi Muda di Era Digitalisasi, Etika dan Estetika Perkawinan Menurut Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Selasa (7/7) di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber utama Ummi Harneli Bahar dan Bundo Raudah tersebut berlangsung penuh antusias dan dihadiri oleh Bundo Kanduang se-Kabupaten Solok, Ketua TP- PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua GOW Kabupaten Solok, perwakilan organisasi wanita se-Kabupaten Solok, tokoh masyarakat perempuan, hingga perwakilan Aliansi Mahasiswa Kabupaten Solok.

Pemerintah Kabupaten Solok yg di wakili oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.Hi dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan Minangkabau sejak dahulu memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Ia mengingatkan kembali kiprah sejumlah tokoh perempuan asal Minangkabau seperti Rasuna Said, Siti Manggopoh, hingga Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, pendiri Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan dunia pendidikan Islam.

“Kita teringat dengan tokoh-tokoh perempuan asal Minangkabau. Tanpa perjuangan mereka, bisa jadi NKRI ini tidak seperti hari ini. Mereka telah mewarnai lahirnya bangsa ini dan juga mewarnai pendidikan dunia Islam,” ujar Wabup Candra.

Ia juga menuturkan kisah kunjungan Syeikh Al Azhar ke Diniyah Puteri Padang Panjang pada tahun 1955 yang didampingi oleh tokoh nasional asal Sumatera Barat, Muhammad Natsir. Saat itu, kata Wabup, Syeikh Al Azhar terkejut karena lembaga pendidikan khusus perempuan justru lebih dahulu hadir di Minangkabau.

“Al Azhar yang telah berdiri ratusan tahun ketika itu belum terpikir mendirikan sekolah khusus perempuan. Namun di Minangkabau, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah sudah melakukannya. Karena itu beliau mendapat penghargaan luar biasa dari dunia Islam,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan, Pemkab Solok Launching Sistem Pengendalian Kinerja SPKPD

Menurut Wabup, seminar keminangkabauan tersebut tidak boleh sekadar menjadi ruang nostalgia sejarah, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali semangat melahirkan tokoh-tokoh perempuan hebat dari Kabupaten Solok dan Minangkabau di masa depan.

“Kita ingin meneguhkan tekad, bahwa dengan peran perempuan hari ini, InsyaaAllah akan lahir kembali tokoh-tokoh perempuan hebat dari Kabupaten Solok dan Minangkabau. Semangat ini harus ditularkan hingga ke tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wakil bupati juga mengutip pepatah Arab *“Al-Ummu Madrasatul Ula”* yang berarti *“Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya”*. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai penyakit sosial seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian online maupun offline, minuman keras, premanisme, hingga balapan liar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengapresiasi setinggi-tingginya terselenggaranya seminar keminangkabauan ini. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai luhur adat Minangkabau yang sangat dekat dengan agama dan Kitabullah,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil bupati Candra secara resmi membuka Seminar Keminangkabauan dengan mengucapkan basmalah.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Solok, Lian Octavia, dalam laporan sekaligus sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

“Atas nama Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Solok selaku panitia pelaksana, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh undangan, khususnya kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dalam seminar ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membawa tantangan besar terhadap identitas dan karakter generasi muda.

BACA JUGA :  Peduli Warga, Bupati Jon F Pandu Instruksikan Segera Bangun RTLH Untuk Nenek Jusmaniar

“Di era digitalisasi saat ini, akses informasi terbuka sangat luas. Di satu sisi membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga berpotensi mengikis nilai adat, budaya dan karakter generasi muda apabila tidak diimbangi dengan penguatan dari keluarga,” katanya.

Menurut Lian Octavia, di tengah kondisi tersebut, peran Bundo Kanduang sebagai *limpapeh rumah gadang* menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai adat, etika, dan moral kepada generasi penerus.

“Bundo Kanduang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah adat dan membimbing generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah,” tutupnya.

Seminar tersebut berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi terkait penguatan nilai adat Minangkabau di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang terus berkembang. (yosep)

Views: 196
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Berlangsung Khidmat, Pemkab Solok Gelar Sertijab Camat Kubung Serta Pelantikan Ketua PKK

Next

Wawako Bersama Baznas Salurkan Zakat dan Infak Untuk 61 Mustahik Bukittinggi

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,103)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,725)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,401)

TERBARU

  • PJKIP Peduli Kabut Asap Selimuti Padang Panjang, PJKIP Turun ke Pasar Pusat Bagikan 1.000 Masker
  • Payakumbuh Gembleng 35 Calon Kepala Sekolah, Elzadaswarman: Mutu Pendidikan Harus Naik!
  • Santri Tak Boleh Kalah Zaman! Elzadaswarman Serukan Penguasaan Teknologi Menuju Indonesia Emas
  • Poliran Bergerak, Kapolres Payakumbuh Gandeng Disnaker Buka Akses Kerja
Copyright 2026 — Padang Expo