Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Sumatera Utara/Terkait Penimbunan Minyak Goreng Sebanyak 1,1 Juta Kg, Pemerhati Ekonomi Sumut : Biarkan Pihak Berwajib yang Bekerja
Sumatera Utara

Terkait Penimbunan Minyak Goreng Sebanyak 1,1 Juta Kg, Pemerhati Ekonomi Sumut : Biarkan Pihak Berwajib yang Bekerja

By Pemred : Dody S
21/02/2022

| padangexpo.com (Medan)

Gunawan Benjamin selaku Pemerhati ekonomi Sumatera Utara (Sumut) mengatakan bahwa adanya dugaan temuan minyak goreng sebanyak 1,1 juta kilogram di 3 gudang di kawasan Deli Serdang itu cukup mengejutkan banyak pihak.

Adapun temuan tersebut terjadi ditengah langkanya minyak goreng saat ini justru masih ada stok minyak goreng yang menumpuk, bahkan jumlahnya cukup signifikan.

Meskipun demikian, dalam hal ini Gunawan mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Wilayah Sumatera Utara berharap masyarakat jangan memberikan penilaian terhadap temuan tersebut. Menurutnya, biarkan pihak yang berwajib yang bekerja untuk mengungkap temuan tersebut.

“Karena akan ada banyak kemungkinan. Bisa saja tumpukan tersebut muncul karena biaya untuk membuat minyak goreng itu tadi sudah kelewat mahal. Artinya minyak goreng berpeluang merugi jika dipasarkan mengacu kepada HET yang ditetapkan pemerintah Rp14.000 per liter. Sehinga untuk menghindari kerugian pengusaha menumpuknya. Hingga dugaan lainnya seperti terjadinya praktek kartel, spekulan, atau praktek lain dengan orientasi keuntungan,” sebut Gunawan di Medan, Sabtu 19 Februari 2022.

Ia menjelaskan, terlepas dari dugaan temuan tersebut, apabila minyak goreng tersebut semuanya di distribusikan ke masyarakat Kota Medan dengan harga Rp14 ribu per liternya, maka 1.1 juta kilogram itu menurut Gunawan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Medan selama dua minggu.

Mengacu kepada data BPS terkait konsumsi minyak goreng masyarakat di Kota Medan,  per kapita mengkonsumsi sekitar 0.25 liter per minggu. Berarti rata-rata satu keluarga di Medan membutuhkan sekitar 1 liter per minggu. Diperkirakan ada 500 ribu Kepala Keluarga di Kota Medan.

“jika diasumsikan minyak goreng tersebut digelontorkan atau dipasarkan saat ini juga semuanya, maka stok minyak goreng di ritel modern atau bahkan di semua pasar di Kota Medan akan terpenuhi,” katanya.

BACA JUGA :  Kelompok Tani Binaan Aipda Timbul Rahayu Undang Kapolres Madina, Panen Perdana Budidaya Jamur Tiram

Ia juga menambahkan, bahwa sebanyak 1,1 juta kilogram minyak goreng tersebut nantinya akan mampu menggiring harga minyak goreng di Kota Medan kepada harga yang seperti diatur oleh Kemendag yakni Rp14.000 per liter, sehingga tidak ada kelangkaan minyak goreng di Kota Medan.

Dalam hal ini ia mengatakan,”kita tentunya berharap pemerintah terus melakukan pengawasan dan terus melakukan penelusuran agar tidak ada penumpukan minyak goreng dimanapun. Dengan kelangkaan seperti ini, seharusnya di gudang itu sudah tidak terjadi penimbunan,” jelasnya.

Maka dari itu, pemerintah harus benar-benar menguasai atau mengawasi industri hulu minyak goreng ditambah dengan distribusinya. Dari temuan tersebut, dikhawatirkan kemungkinan adanya praktrek serupa di tempat lain.

Adapun Disparitas (perbedaan) harga yang tinggi ini memang menggiurkan buat oknum pengusaha. Dan yang namanya spekulan itu bukan hanya di level pengusaha besar saja.

Dengan adanya perbedaan harga minyak goreng yang terlampau besar ini, justru memicu tumbuhnya spekulan-spekulan di lapangan, mulai dari pengusaha besar, pedagang besar (distributor), pedagang pengecer hingga orang perseorangan yang memiliki kesempatan untuk meraup untung,” terang Gunawan. (d79/ST)

Post Views: 550
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

Anggota DPRD Provinsi Sumbar Dapil Tujuh Nurfirmanwansyah, Gelar Reses di SMKN 1 Solok Selatan

Next

Saling Menjaga Karena Masih Pandemi, Wako Riza Falepi Minta Maaf Event Pacu Kuda Minim Penonton

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,727)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,216)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,506)

TERBARU

  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
  • Petani Berdasi Mulai Beraksi, ASN Payakumbuh Turun Tangan Kendalikan Inflasi
  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Tembus 3 Besar KOMPOLNAS Awards 2026
Copyright 2026 — Padang Expo