Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Tanah Datar/Diminati Petani, Berikut Beberapa Tujuan Program Bajak Gratis yang di Luncurkan Bupati Tanah Datar
Tanah Datar

Diminati Petani, Berikut Beberapa Tujuan Program Bajak Gratis yang di Luncurkan Bupati Tanah Datar

By Admin Padang Expo
11/08/2022

I padangexpo.com (Tanah Datar) 

Bajak Gratis. Begitu nama programnya kami (Eka-Richi) berikan. Yaitu pemberian bantuan membajak sawah masyarakat Tanah Datar secara gratis, alias tidak dipungut biaya.

Kami tidak memberikan bantuan mesin bajak (alsintan) kepada kelompok tani seperti yang dipikirkan banyak orang. Namun, yang kami berikan adalah jasa membajak sawah.

Ide melahirkan program unggulan bajak gratis ini tak terlepas dari aspirasi masyarakat Kabupaten Tanah Datar sendiri. Dalam setiap kunjungan lapangan ke petani kami menangkap ini. Masyarakat (petani-red) banyak terkendala dalam biaya mengolah/membajak lahan pertaniannya. Kendala itu mulai dari keterbatasan biaya jasa membajak sawah, jumlah mesin bajak hingga antrinya pemilik sawah menunggu jadwal dari operator. Dampaknya, siklus tanam menjadi terganggu dan proses produksi pun menjadi tertunda.

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dari program layanan bajak gratis ini. Pertama meringankan beban petani di Kabupaten Tanah Datar. Sudah jamak kita ketahui biaya membajak/mengolah sawah cukup besar dan ini jelas membebani bagi petani. Dari 100 persen cost produksi tanaman padi 30 % sampai 35 % merupakan biaya pengolahan lahan. Inilah yang diambil alih oleh Pemkab Tanah Datar melalui layanan Bajak Gratis.

Kedua, mempercepat masa tanam. Terbatasnya jumlah mesin dan operator mesin di masing masing kawasan pertanian membuat para petani terpaksa masuk daftar antri untuk pengolahan lahannya. Kini dengan adanya layanan bajak gratis maka jadwal tunggu para petani dapat dipangkas.

Ketiga, kami yakin jika petani mendapatkan bantuan membajak sawah secara gratis, maka biaya produksinya akan menurun, dan otomatis pendapatannya akan meningkat. Dan kita berharap, kesejahteraan keluarga petani juga akan meningkat.

Kolaborasi Bajak gratis ini lebih berbentuk gerakan bersama dan memberdayakan potensi yang ada di masing masing nagari. Sepanjang di tingkat jorong/nagari tersebut tersedia mesin traktor dengan rasio yang cukup maka untuk wilayah tersebut tidak perlu diadakan mesin baru. Pengadaan mesin hanya akan dilakukan apabila komposisi luas lahan pertanian dan ketersediaan mesin sangat tidak seimbang. Itupun akan dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA :  Eka Putra : Insentif Fiskal Akan Dipergunakan Untuk Mensejahterakan Masyarakat

Dimana pemberdayaannya? Melalui manajemen Brigade Alsintan mesin traktor milik kelompok tani, milik pribadi/swasta dikelola. Tegasnya mesin dan operatornya dikontrak oleh manajemen Brigade Alsintan.

Selain memberdayakan potensi yang ada di masing masing jorong dan nagari, Brigade Alsintan tak akan melampaui wilayah operasionalnya. Tegasnya, mesin dan pasukan bajak gratis di suatu kecamatan tidak akan pernah beralih dan ditugaskan pada kecamatan lain. Paling jauh turn over dari pasukan bajak gratis ini hanya dalam lingkup nagari yang sama.

Ini pulalah dasarnya kenapa simpul koordinasi Brigade Alsintan (koordinatornya-red) ditempatkan di setiap kecamatan. Bagi petani yang ingin menikmati layanan bajak gratis ini cukup mengisi aplikasi yang sudah disiapkan. Jika tidak bisa memanfaatkan android, hubungi saja manajer brigadi alsintan, maka manajer akan datang jemput bola memberikan blanko untuk diisi petani.

Setelah blanko diisi, manajer akan melakukan verifikasi dan mengukur luas lahan. Setelah proses verifikasi selesai, maka manajer akan menurunkan operator ke lahan tersebut untuk dibajak.

Diminati Petani Program Bajak Gratis ini kita launching pada bulan Februari 2022. Namun, baru efektif dilaksanakan pada bulan Juni. Karena kita harus melaksanakan pengadaan alsintan, melakukan pelatihan untuk brigade alsintan, melakukan sosialisasi dan kegiatan lainnya untuk memastikan semuanya bisa dikerjakan dengan standar operasional prosedur yang sudah disiapkan.

Ternyata, layanan bajak Gratis dari Brigade Alsintan ini sudah mendapat respon yang sangat bagus dari masyarakat. Dikutip dari data Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar hingga 1 Agustus 2022 tercatat seluas 1.236 hektar sawah milik masyarakat telah di bajak dengan gratis oleh Brigade Alsintan. Sementara jumlah masyarakat yang menginginkan layanan bajak gratis ini dari hari ke hari terus bertambah. Hingga 31 Juli 2022 tercatat sudah mencapai 2.980 permohonan yang masuk untuk mendapatkan layanan bajak gratis ini.

BACA JUGA :  Hadiri Didikan Subuh Berjamaah di Koto Tuo, Bupati Berikan Apresiasi

Dari 1.236 hektar sawah tersebut terdistribusi ke seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Datar. Kecamatan Batipuh merupakan kecamatan yang tertinggi realisasinya dengan capaian lebih 131,99 hektare. Setelah itu disusul Lintau Buo seluas 130,51 hektare, Kecamatan Sungai Tarab seluas 119,19 hektare, Kecamatan Sungayang seluas 112,97 hektare, Kecamatan Batipuh Selatan seluas 100,25 hektare, Kecamatan Padang Gantiang seluas 90,75 hektare, Lima Kaum seluas 89,26 hektare. Sementara lima kecamatan lainnya berada rata-rata di bawah 80 hektar.

Secara luasan memang ini masih terbilang belumlah signifikan. Namun, seiring berjalannya waktu dan terus beroperasionalnya layanan bajak gratis di nagari nagari maka luasan lahan yang dilayani bajak gratis ini akan terus bertambah. Perbedaan topografi setiap daerah serta tak meratanya ketersediaan air dan irigasi juga membuat satu kawasan dengan kawasan lain tak serentak masa tanamnya. Inipun ikut membatasi luasan lahan yang bisa dilayani oleh pasukan bajak gratis.

Betul tak ada gading yang tak retak. Sudah pasti di lapangan ditemukan beragam kendala. Meskipun begitu, rintangan dan tantangan bukanlah alasan untuk menyalahkan apalagi membuat kita patah arang untuk melayani masyarakat. Masyarakat dan petani harus dibantu. Sektor pertanian adalah prioritas dan masuk dalam program unggulan (Progul-red) Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar hingga tahun 2024.

Untuk itu, monitoring dan evaluasi tetap harus lakukan. Kekurangan dan kelemahan dilapangan kita benahi secara bertahap. Kalau memang kendala dipicu oleh keterbatasan mesin bajak dan operator maka secara bertahap pula kita akan upayakan melakukan penambahan secara bertahap.

Bajak gratis hanya titik awal eksekusi dari Program Unggulan Pemkab Tanah Datar disektor pertanian. Setelah kendala pengolahan lahan ini teratasi maka program pemberdayaan lainnya segera dilakukan Pemkab Tanah Datar melalui instansi terkait. Satu diantara yang sudah mulai dilakukan adalah pendampingan tenaga ahli budi daya pertanian. Disinilah nanti transfer teknologi pertanian dilakukan kepada petani. Mulai dari teknik tanam, perawatan, ketersediaan pupuk serta teknik pemupukan, panen dan pasca panen.

BACA JUGA :  Senam Bersama di Simabur, Masyarakat Apresiasi Kinerja dan Capaian Bupati

Sekali lagi, ini baru langkah awal. Akan lahir beberapa terobosan baru berikutnya sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Harapan kita sederhana. Beberapa tahun ke depan Kabupaten Tanah Datar kembali menjadi lumbung pangan. Masyarakat dan petani terbantu. Produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani pun bertambah. Untuk itu mari kita dukung Program Bajak Gratis ini. (Dwi**)

Post Views: 556
Author

Admin Padang Expo

Follow Me
Other Articles
Previous

Resmi Dibuka Bupati Eka Putra, Tim Voli Tanah Datar Ungguli Limapuluh Kota Pada Kejurprov PBVSI 2022 

Next

Hari Pertama Kejurprov Bola Voli Sumbar, Tim Tanah Datar Libas Semua Lawan, Bupati Eka: Ini Adalah Awal Untuk Menyongsong Pra-PON

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,748)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,236)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,530)

TERBARU

  • Tiga Kandidat Berebut Kursi Ketua PWI Paliko 2026–2029, Wandi: PWI Rumah Bersama Wartawan
  • Ketahuan Ambil 13 Karung Beras, Pria 39 Tahun Diciduk di Huller Piobang
  • Payakumbuh Bidik Pasar Global, Kriya Sulam dan Anyam Didorong Naik Kelas
  • Tak Sekadar Kirim Bantuan, Payakumbuh Turunkan 61 Personel dan Armada Bantu Solok Pulihkan Dampak Banjir
Copyright 2026 — Padang Expo